Tips Cara Menggendong Bayi Yang Benar dan Aman

Tips Cara Menggendong Bayi Yang Benar dan Aman

Tips Cara Menggendong Bayi – Dipercaya untuk memiliki Bayi merupakan anugerah dan nikmat yang paling berkah yang diberikan oleh Allah SWT. dan tentu saja merupakan hal yang sangat menggembirakan. Untuk Ibu yang pertama kali memiliki anak pasti ada rasa takut untuk menggendong bayi namun karena naruli dan batin ibu sangat kuat dan rasa gembira yang sangat besar jadi rasa takut itu dapat diatasi, tapi berbeda dengan seorang ayah yang mungkin ada yang tidak pernah berani menggendong bayi nya sampai postur bayi lebih kuat.

Kegiatan menggendong ini pasti akan terus dilakukan dan menjadi aktivitas rutin. Dengan mengendong sendiri akan menjalin ikatan batin yang lebih erat dan rasa nyaman antara bayi dan yang menggendong. Walaupun kelihatannya menggendong bayi adalah hal yang menyenangkan, tapi hal yang satu ini juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika tidak berhati-hati, maka bisa jadi berdampak buruk bagi si Bayi.

Karena itulah cara menggendong yang benar harus sangat diperhatikan dan oleh para orang tua dan calon orang tua, menggendong sesuai usia agar bayi tetap tenang dan aman. Berdasarkan usia cara menggendong bayi pun berbeda pula dan menyesuaikan dengan kemampuan tumbuh kembangnya si buah hati. Jika dilakukan dengan tepat, maka akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada Beberapa Tips Cara Menggendong Bayi Baru Lahir, yaitu :

  • Posisi Menggendong yang Tepat Untuk Usia 0-3 Bulan (Menimang)

Bayi yang baru lahir memiliki tulang yang sangat lemah jadi haruslah sangat berhati-hati dalam menggendongnya. Posisi yang tepat untuk menggendong adalah menyangga dengan lengan tangan yaitu dengan menyelipkan satu tangan Bunda ke bagian leher bayi untuk menyangga kepalanya, kemudian letakkan tangan lainnya di bagian belakang tubuh bayi untuk menopang punggung dan bokongnya. Agar bayi yang digendong merasa nyaman Bunda bisa  meletakkan bagian kepala, leher, dan punggung di lipatan siku tangan kiri atau kanan.

Pada usia bayi 0-3 bulan juga dapat digendong dalam posisi tegak dengan kepala bayi di atas bahu menghadap ke belakang. Bayi dapat menyandar di dada Bunda dengan menopang lehernya satu tangan dan tangan satunya menopang punggung dan bokong bayi. Saat usia bayi sudah di atas satu bulan Bunda bisa menggendongnya dengan posisi setengah duduk. Yaitu, satu tangan menyangga bokongnya dan tangan satunya memegang dada bagian depan.

Pastikan saat menggendong bayi baru lahir harus mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan antisepik agar bayi terhindar dari infeksi karena tubuh bayi yang baru lahir belum memiliki sistem imunisasi yang sempurna.

  • Posisi Menggendong yang Tepat Untuk Usia 3-6 Bulan (Menggendong sambil memeluk)

Jika bayi sudah memasuki usia tiga bulan, ia sudah dapat duduk di pangkuan dan jika sudah memasuki usia empat bulan, posisi bayi sudah bisa lebih luwes lagi dengan begitu bayi dapat digendong dengan posisi menghadap ke arah depan, belakang ataupun berhadapan. Karena biasanya diusia ini si kecil sudah tidak mau lagi digendong dengan posisi tiduran. Kemudian pada usia lima bulan Bunda disarankan untuk menggunakan kain gendongan, karena semakin bertambahnya usia dan asupan makanan makin bertambah maka tubuh bayi juga semakin berat. Posisi saat menggendong bisa didudukkan pada pinggang di bagian depan perut dengan posisi berhadapan, dan ditopang salah satu lengan.

Cara menggendong saat bayi rewel

Ketika bayi rewel posisi menggendong bayi dapat dilakukan dengan posisi tengkurap. Yaitu posisi bagian kepala dan leher bayi berada di salah satu lengan bagian dalam dan ujung telapak tangan untuk menopang tubuh bayi bagian bawah. Pastikan juga wajah bayi tidak tertutup ya bun. Saat posisi ini, Bunda dapat melakukan tepukan lembut pada punggung bayi dengan tangan yang lain.

  • Posisi Menggendong yang Tepat Untuk Usia 6 Bulan

Nah pada saat memasuki usia 6 bulan keatas tulang dan otot bayi sudah semakin kuat, jadi bisa menggendong dengan berbagai macam posisi. Boleh menggendong dengan didudukkan di bagian depan, bisa juga dengan posisi miring dengan duduk bagian pinggang Bunda setengah berhadapan dengan badan Bunda dan kedua tangan menopang bokong dan bagian pinggang bayi. Bunda juga boleh menggunakan bantuan gendongan bayi instan atau dengan kain.

  • Memasuki usia 8 bulan (Masih Perlu Digendong)

Saat memasuki usia ini tulang belakang si kecil sudah cukup kuat dan leher pun sudah cukup baik menopang kepalanya. Sesuai pertumbuhannya tubuh bayi juga semakin besar dan berat oleh karena itu menggendong buah hati cukup sesekali saja. Selain itu si kecil sudah dapat merangkak dan bisa bebas main dilantai dan bermain dengan mainannya, bebaskan juga si kecil untuk mengeksplorasi kemampuan akan ingin tahunya dengan lingkungan dan lain sebagainya.

Penting !!! Hindari Mengguncang Bayi

tips cara menggendong bayi

Diperingatkan saat menggendong atau dalam posisi lainnya jangan sampai mengguncang bayi. Saat bayi mengalami guncangan yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan otak, bahkan berujung kematian yang dikenal dengan sebutan shaken baby syndrome (SBS). Selain tindakan mengguncang bayi, tindakan lain termasuk melempar atau menjatuhkan tubuh bayi juga bisa menyebabkan kondisi itu.

Risiko sindrom ini dapat terjadi pada bayi baru lahir usia 6-8 minggu yaitu usia yang paling berisiko dan bisa terjadi sampai usia 5 tahun. Mengayun ataupun mengangkat bayi dalam interaksi yang normal itu tidak berbahaya, namun jangan sampai mengguncang bayi dalam kondisi apa pun.

Maka dari itu dalam hal menggendong bayi tidak boleh sembarangan apalagi yg menggendong adalah anak yang masih kecil misalnya, sang kakak jika Bunda sudah memiliki anak sebelumnya yang belum berpengalam ingin sekali menggendong adik kecilnya harus sangat hati2 dan selalu diawasi ya Bunda, kalau perlu saat bayi dibawah usia 6 bulan jangan diizinkan untuk menggendong dahulu.

Cara dan posisi menggendong bayi yang telah dijelaskan sangat penting diketahui para Bunda dan calon Bunda untuk mencegah risiko-risiko, seperti terkilir atau patah tulang pada bayi saat dalam gendongan. Cara menggendong bayi harus diperhatikan dengan seksama. Sebisa mungkin hindari rasa ragu ataupun khawatir yang berlebihan karena itu dapat membuat bayi tidak nyaman. Sehingga secara psikologi ikatan batin antara bayi dan bunda akan semakin erat.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.