Cara Melatih Kedewasaan Pada Anak Remaja dan Berpikir Maju

Cara Melatih Kedewasaan Pada Anak Remaja dan Berpikir Maju

Cara Melatih Kedewasaan Pada Anak Remaja – Kedewasaan seorang anak yaitu ketika ia telah dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dalam mencapai kedewasaan tersebut tetaplah diperlukan didikan dari kedua orang tua. Agar anak menjadi dewasa tentu saja memerlukan proses dan waktu yang lama.

Bagaimana Cara Melatih Kedewasaan Pada Anak Remaja

Adapun tujuan mendidik anak menjadi dewasa yaitu agar anak dapat berpikir sehat dan maju, dapat menerima kenyataan hidup, dapat berpikir fleksibel atau banyak alternatif serta harus mampu bersaing dengan orang lain apalagi di masa sekarang penuh dengan permasalahan politik, ekonomi, sosial dan masih banyak lagi.

Yang merupakan tantangan yang berat untuk anak generasi masa kini. Namun ditambah dengan sikap dan tindakan orang tua yang tidak mendukung anak untuk mencapai kedewasaannya.

Bayangkan saja masalah yang sudah berat harus dibebani lagi dengan sikap dan perilaku orang tua yang seperti berikut :

1. Anak muda selalu dianggap anak kecil

Anak yang diluar rumah adalah anak yang aktif dan sering melakukan kegiatan organisasi, tapi ketika di rumah ia selalu diperlakukan bak anak kecil. Kemana-mana harus diantar orang tua dan saat ia memotong pembicaraan orang tua, ia dibentak dengan alasan tidak boleh mencampuri urusan orang tua bahkan untuk membeli baju sendiri pun tidak boleh.

Akibat dari sikap dan perilaku orang yang seperti ini akan membuatnya dikerdilkan oleh orang tuanya sendiri, padahal di masyarakat atau di sekolahnya ia merasa jiwanya besar.

2. Orang tua suka memerintah dan melarang tanpa memberikan pengertian

Anak remaja yang beranjak menjadi dewasa, pikiran mereka sudah sangat berkembang. Maka dari itu disetiap perintah dan larangan yang diberikan orang tua haruslah memiliki alasan. Mereka bukan lagi anak kecil yang saat diperintah atau dilarang hanya menurut saja dan tidak pernah menanyakan alasannya.

Contoh dalam kasus orang tua yang melarang anaknya untuk mengikuti kegiatan alam seperti naik gunung. Orang tua harus menjelaskan asalan larangannya dengan kepala dingin, tidak dengan cara emosional maka yang ada akan terjadi perselisihan. Bahkan jika perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan maka anak akan menjadi nekat, bisa jadi anak akan menjadi rendah diri.

3. Orang tua lebih banyak mengkritik

Saat orang tua mengkritik sesuatu yang dilakukan anak tentunya dengan maksud yang baik agar mencapai kesempurnaan. Namun jika terlalu banyak atau sering mengkritik tentunya akan berakibat tidak baik, justru akan membuat anak jengkel karena merasa selalu disalahkan. Ada anak yang justru menjadi tidak berani dan tidak percaya diri karena. Hal ini tentu saja akan menghambat sifat kedewasaan anak.

4. Tidak pernah memberikan kesempatan anak untuk berkembang

Anak dapat berkembang akan memerlukan tiga hal yaitu “kecerdasan”, “motivasi” dan “kesempatan”. Dari ketiga hal tersebut yang sering tidak mendapat perhatian khusus yaitu “kesempatan”. Orang tua kurang memberikan kesempatan dan tidak percaya terhadap anak untuk dapat melakukan segala hal yang sudah mampu ia lakukan.

5. Pola kalah dan menang dalam perundingan antara orang tua dan anak

Dalam perundingan antara anak dan orang tua sering kali orang tua yang harus menang karena orang tua malu jika kalah beragumen dengan anak. Dalam pola kalah dan menang ini dapat membuat dua situasi yaitu jika orang tua dalam berdialog dengan anak hanya ingin menang dan anak harus kalau walaupun dengan menggunakan argumen paslu.

Cara ini akan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Namun sebaliknya jika orang tua sengaja mengalah dalam beragumentasi dan menuruti saja hanya akan membuat anak menjadi manja dan tidak mengantarkannya ke tahap kedewasaan karena merasa dirinya selalu benar.

Maka dalam melakukan dialog atau perundingan terhadap anak dan orang tua sebaiknya tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Dapat menerapkan sistem toleransi atau bertukar pendapat agar kemauan orang tua dan anak akan bertemu dan mencapai suatu kesepakatan.

Baca juga : cara membentuk mental pada anak

Share this post

Comment (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.