Cara Menasehati Anak Secara Efektif dan Tidak Dengan Paksaan

Cara Menasehati Anak Secara Efektif dan Tidak Dengan Paksaan

Cara Menasehati Anak – Ayah memanggil sang kakak, “Kak, sini deh kaka lihat ini.” Dengan muka tegang dan ragu-ragu sang kakak pun datang. “Tadi Ibu bilang…”. Sang kakak langsung memotong pembicaraan, “Bukan aku Yah, bukan aku yang melakukannya, itu Adik yang melakukannya”. Lalu Ayah melanjutkan perkataannya, “Dengar dulu kak..tadi Ibu bilang ke Ayah kalau tanaman Ibu rusak karna Kakak dan Adik bermain dekat dengan tanaman Ibu, apa itu benar?”. Lalu kakak menjawab “Beneran bukan aku Yah, tadi Adik yang menendang bolanya terlalu keras”.

Dilihat dari percakapan antara anak dan ayah diatas, bahwa sang ayah hanya ingin menasehati namun si kakak sudah sangat ketakutan padahal sang ayah belum selesai berbicara tapi si kakak sudah memotong dan menyalahkan adiknya.

Oleh Karena Itu Diperlukan Cara Menasehati Anak Secara Efektif :

☆ Tidak dengan paksaan

Pada dasarnya anak tidak senang dengan sikap paksaan. Sama seperti orang dewasa, anak juga mempunyai harga diri. Dari  percakapan diatas dari sikap sang ayah yang memanggil sang kakak begitu saja terlihat bahwa terdapat paksaan kepada sang anak yang tidak tahu apa-apa dan menimbulkan ketegangan pada diri anak.

Maka dari itu anak menyiapkan diri untuk mempertahankan dirinya dan apapun yang dikatakan oleh ayahnya ditanggapi dengan sikap curiga. Reaksi yang ditimbulkan yaitu sikap defensif atau siap dengan beberapa tangkisan atau alasan. Pada akhirnya nasihat orang tua tidak akan menemui sasaran atau berhasil.

☆ Menasihati dalam situasi yang baik

Berbeda dengan contoh percakapan diatas yang lebih bersifat formal. Dengan menasihati dalam situasi yang baik atau lebih bersifat informal tidak ada rasa tertekan ataupun rasa tersinggung kepribadiannya. Justru akan menimbulkan sikap persahabatan antara ayah dan anak. Situasi ini sangat tepat dimanfaatkan untuk memberikan nasihat kepada anak.

Karena situasi ini lebih santai dan tidak ada tekanan atau paksaan, anak akan rela dan mau menerima nasihat yang diberikan. Cara ini dirasa lebih efektif dan dapat mencapai sasaran. Dapat dipraktikan pada saat selesai makan bersama, biasanya saat makan bersama suasananya lebih kondusif atau juga pada saat kumpul di ruang keluarga.

Suasana ini dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan nasihat secara langsung maupun tidak langsung.

Contoh nasihat secara tidak langsung ayah atau bunda dapat menyampaikannya melalui buku cerita, fabel dan dongeng yang terdapat nasihat yang baik didalamnya ataupun nasihat yang berkaitan dengan apa yang sudah ia lakukan hari ini.

Baca juga : cara melatih kedewasaan anak

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.