Anak Susah Membaca Permulaan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anak Susah Membaca Permulaan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anak Susah Membaca Permulaan – Memang tidak semua anak dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, terdapat beberapa anak yang lambat dalam membaca dan menghitung. Padahal orang tuanya sudah mengusahan anaknya untuk mengikuti beberapa les. Namun tetap saja sang anak masih terlambat dalam hal membaca dan menghitung. Bahkan sampai ada anak yang tidak naik kelas atau tinggal kelas karena kurangnya kemampuan membaca dan menghitung.

Namun dengan hal itu apakah orang tua akan menyerah terhadap anaknya?

Apakah les tambahan yang sudah diikuti anak harus dihentikan?

Ada beberapa orang tua memberikan anaknya les agar mereka naik kelas dan lulus ujian. Karena tujuan utama bagi orang tua anak dapat naik kelas dan lulus ujian, kadang-kadang sampai orang tua melakukan pendekatan kepada guru atau wali kelas anak mereka. Pendekatan yang dilakukan antara lain yaitu biasanya memberikan bingkisan atau memberikan gaji yang tinggi. Tentu saja hal ini tidak baik, karena sebenarnya tindakan ini menipu anak.

Akan timbul dalam diri anak bahwa kenaikan atau kelulusan dapat dibeli. Orang tua seharusnya sadar bahwa mendidik anak bukan hanya sekedar naik kelas dan lulus saja, tetapi menolong anak untuk menjadi dewasa agar menjadi anak yang mandiri baik pendidikan maupun ekonomi nantinya. Maka boleh untuk melanjutkan les anak, dengan begitu akan lebih berguna dari pada hanya mengejar naik kelas dan lulus padahal anak belum mampu dan belum siap.

Anak Susah Membaca Permulaan

Jika anak mempunyai masalah dalam membaca dan lambat dalam memahami setiap kata-kata. Maka kita dapat memulainya dengan membaca permulaan. Pada dasarnya ada 2 macam metode pengajaran membaca permulaan yaitu metode sintesis dan metode analitis sintetis.

Metode pertama adalah metode mengeja yaitu mengajarkan huruf-huruf dengan ejaan. Contohnya mengeja huruf “a” yang dibaca “aaa” dan huruf “b” dibaca “bee” dan seterusnya sampai huruf “z”. Setelah mereka hafal, kemudian belajar penggabungan huruf. Namun jika huruf “b” yang dibaca “bee” digabung dengan huruf “a” yang dibaca “aaa” maka akan menimbulkan kesalahpahaman saat anak membacanya, bagi anak itu berbunyi “bea”.

Oleh karena itu metode ini ditinggalkan dan diperbaiki dengan mengucapkan bunyi huruf yang tepat. Contohnya huruf “s” dibaca dan berbunyi “sss”, huruf “m” dibaca dan berbunyi “mmm” dan seterusnya. Dengan metode yang sudah diperbaiki ini maka dalam penggabungan kata akan lebih dipahami oleh anak dan anak yang baru saja mulai belajar membaca jadi tidak kesulitan. Contohnya saat digabungkan kata “sss” dan “aaa” akan berbunyi “sa”. Jadi anak tidak bingung dan tidak salah pemahaman lagi.

Metode analitis sintetis yaitu metode pembelajaran yang dimulai dari pengenalan kalimat, lalu kata-kata, dan kemudian huruf-huruf. Setelah itu digabungkan kembali menjadi kata-kata dan menjadi kalimat. Seperti contoh dibawah ini :

Ini ani                                    ini kakak ani

Ini ibu ani                             ini adik ani

Ini bapak ani

Kemudian dianalisis lalu disintesis.

Ini ani

Ini                      ani

I n i                      a n i

I  n  i                      a  n  i

I n i                      a n i

Ini                     ani

Ini ani

Metode ini yang dikembangkan oleh beberapa sekolah dasar, namun pembelajaran ini hanya menguntungkan anak-anak yang cerdas. Karena dalam metode ini ada proses analis yang hanya cepat ditangkap oleh anak-anak yang cerdas, namun bagi anak yang lambat proses ini akan sedikit sulit dan tersendat-sendat. Memang jika hanya dibaca akan terlihat anak sudah mahir dalam membaca sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara orang tua dan guru. Orang tua menilai anaknya sudah pandai membaca namun guru justru memberinya nilai rendah.

Kenapa?

Karena orang tua hanya mengajarinya membaca saja, sedangkan guru tidak hanya mengajarinya membaca namun mengetes juga apakah anak sudah mengerti atau tidak. Perlu diingat jika anak hafal diluar kepala maka tanpa melihat ataupun melihat dengan buku terbalik pun ia akan mahir membaca. Jadi anak tidak cukup hanya pandai membaca namun juga harus bisa mengerti dan memahami huruf-huruf dan kata-katanya.

Baca juga : cara mudah meningkatkan kecerdasan anak

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.