Cara Membentuk Mental Pada Anak dan Menanamkan Pendidikan Didalamnya

Cara Membentuk Mental Pada Anak dan Menanamkan Pendidikan Didalamnya

Cara Membentuk Mental Pada Anak – Membentuk sikap mental anak tidak cukup hanya dengan memberikan berbagai penjelasan dan informasi. Mungkin pendapat tersebut berpangku pada prinsip yaitu seseorang akan berbuat baik jika sudah memahami bahwa sesuatu itu baik dan begitu juga sebaliknya.

Tapi tahukah bunda, bahwa pendapat tersebut ternyata tidaklah benar. Pendidikan sudah bisa dikatakan berhasil jika sudah dapat menanamkan norma-norma kesusilaan kedalam hati dengan pemahaman mendalam dan juga perasaan yang mendalam sehingga membentuk kata hati.

Bagaimana Cara Membentuk Mental Pada Anak ??

Berapa banyak orang bahkan sampai pemimpin pun ada yang tetap melakukan korupsi walaupun telah memahami bahwa tindakan korupsi adalah suatu tindakan kejahatan. Mengapa hal ini tetap terjadi? Karena orang yang telah melakukan tindakan korupsi tersebut kurang menghayati atau merasakan bahwa tindakan tindakan korupsi itu adalah kejahatan.

Maka dari itu perkataan seorang pendidik dari Belanda yang bernama Kohnstamm yaitu pendidikan yaitu pembentukan kata hati. Karena dengan adanya kata hati, seseorang akan menyesuaikan perbuatannya dengan kata hatinya.

Lalu bagaimana cara menanamkan pendidikan tersebut??

Sikap mental selalu mempunyai dua aspek yaitu aspek perasaan dan aspek rasio. Jika kekurangan salah satu aspek saja akan menyebabkan sikap mental yang kurang sempurna. Contoh dari dua aspek tersebut yaitu seseorang yang tidak mau mencuri karena ia tahu bahwa tindakan mencuri adalah suatu kejahatan dan ia takut untuk melakukannya.

Menurut Herbert Sorenson pendidikan mental juga melalui dua aspek yaitu, anak harus dibiasakan untuk menghayati norma-norma tidak dan semakin bertambahnyaa usia anak dapat dijelaskan arti dan makna dari norma tersebut.

Contoh yang bisa diambil adalah memberikan perilaku yang dapat ditiru oleh anak seperti ucapan terima kasih kepada orang lain saat seseorang telah melakukan suatu kebaikan. Saat usianya dirasa sudah bisa diberi penjelasan maka berikan pengertian bahwa seharusnya kita berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik kepada kita.

Maka kebiasaan ini lama-kelamaan akan membentuk kata hati dan akhirnya hal yang baik pun akan terbentuk dalam hatinya, tidak lagi diatur lagi oleh orang lain lagi melainkan dari dirinya sendiri.

Baca juga : betapa pentingnya pendidikan dalam keluarga

Share this post

Comment (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.