Cara Merawat Bayi

Panduan, tips dan trik cara merawat bayi dengan mudah baik bayi perempuan maupun bayi laki-laki.

Temukan cara ✔ menidurkan bayi ✔  cara memijat bayi ✔ cara menidurkan bayi ✔ cara memandikan bayi dan aneka panduan dalam merawat bayi.

Bagi pasangan muda. Bagi mengetahui dan mempelajari hal ini teramat penting mengingat hal seperti ini tidak terdapat di pelajaran sekolah maupun kuliah.

Sotoy banget ya Dubay ini.. hehehehe

Bagi pasangan yang telah lama menikah atau telah mempunyai anak pun terkadang hal hal tentang cara merawat bayi ini sangat penting.

Ada orang tua yang seperti lupa bagaimana caranya atau lebih parah lagi memang belum mengetahuinya sejak awal mempunyai anak pertama kali.

Bayi adalah amanah dan anugrah dari Allah maka sebagai orang tua harus benar benar serius dalam merawat mulai dari bayi baru lahir sampai ketika dia telah aqil.

Quote Cara Merawat Bayi

Bunda dan ayah sekalian harap perhatikan betul quote dari Klalifah Umar berikut ini ya:

“Kamu merawat ibumu sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu” – Umar bin Khatab ra

Anak Tidur Sambil Berjalan, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Anak Tidur Sambil Berjalan – Gejala tidur berjalan tidak hanya dialami oleh anak-anak, namun juga dialami oleh orang dewasa. Namun apakah gejala tersebut merupakan penyakit jiwa? Lalu bagaimana cara megatasinya?

Anak Tidur Sambil Berjalan

Menurut para ahli jiwa, gejala tersebut sama seperti kita sedang bermimpi, namun intensitasnya terlalu kuat sehingga mampu menggerakkan badannya. Memang hal itu merupakan kelainan karena terbukti tidak semua anak atau orang dewasa mengalami tidur sambil berjalan atau dalam bahasa asing dikenal dengan sleep-walk (slapp wandelaar).

Contoh perilaku seorang anak tidur berjalan yaitu ia bangun lalu jalan-jalan dan mengambil makanan kemudian memakannya dan setelah itu tidur lagi. Bahkan bisa saja ia bangun berjalan-jalan kemudian membanting seseorang yang sedang duduk di kursi lalu tidur lagi. Sungguh aneh gejala tersebut.

Apa Penyebab Anak Tidur Sambil Berjalan?

Beberapa sumber buku menjelaskan penyebab dari seseorang tidur berjalan yaitu adanya keinginan yang sangat kuat yang mungkin belum terpenuhi. Oleh karena itu jika hal ini terjadi pada anak bunda, sebaiknya bunda menyelidiki apakah keinginan anak ada yang belum terpenuhi. Bunda bisa saja menanyakan langsung kepada sang anak.

Semisal anak menginginkan mainan namun karena takut dimarahi oleh orang tuanya karena membeli mainan melulu. Maka ia tidak berani untuk mengungkapkannya dan menjadi keinginan yang dipendamnya. Atau juga bisa yang lain-lainnya. Penyebab lain yaitu anak mempunyai masalah yang belum ia selesaikan.

Jika bunda mencoba untuk memenuhi keinginannya mungkin kebiasaan itu akan hilang. Namun jika keadaanya masih tetap sama, cobalah untuk membawanya ke psikiater.

Terdapat juga beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan kondisi ini seperti:

  • stress atau kecemasan
  • sakit atau demam
  • faktor genetik atau riwayat keluarga (somnambulism)
  • kebiasaan tidur yang tidak teratur
  • kelelahan atau kurang tidur
  • obat tertentu seperti obat penenang, stimulan, dan anti-histamin
  • lingkungan tidur yang berubah-ubah.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tips yang dapat bunda lakukan agar anak berhenti dari kebiasaan buruk tidur sambil berjalan yaitu saat anak tertidur, letakkanlah sesuatu yang basah atau lembek dibawah samping tempat tidurnya. Maka saat ia mulai bangun dan turun dari tempat tidurnya kemudian menginjak sesuatu yang basah atau lembek, ia akan terkejut dan terbangun atau sadar. Jika hal ini sering dilakukan lama-lama akan mengurangi intensitas tidur berjalannya.

Selain itu hal yang dapat bunda lakukan adalah mengajak anak untuk tidur pada waktu yang sam setiap malam, membatasi anak saat minum sebelum tidur dan pastikan anak sudah ke kamar mandi sebelum tidur dan ciptakan lingkungan yang nyaman dan sepi untuk anak tidur.

Anak Susah Membaca Permulaan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anak Susah Membaca Permulaan – Memang tidak semua anak dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, terdapat beberapa anak yang lambat dalam membaca dan menghitung. Padahal orang tuanya sudah mengusahan anaknya untuk mengikuti beberapa les. Namun tetap saja sang anak masih terlambat dalam hal membaca dan menghitung. Bahkan sampai ada anak yang tidak naik kelas atau tinggal kelas karena kurangnya kemampuan membaca dan menghitung.

Namun dengan hal itu apakah orang tua akan menyerah terhadap anaknya?

Apakah les tambahan yang sudah diikuti anak harus dihentikan?

Ada beberapa orang tua memberikan anaknya les agar mereka naik kelas dan lulus ujian. Karena tujuan utama bagi orang tua anak dapat naik kelas dan lulus ujian, kadang-kadang sampai orang tua melakukan pendekatan kepada guru atau wali kelas anak mereka. Pendekatan yang dilakukan antara lain yaitu biasanya memberikan bingkisan atau memberikan gaji yang tinggi. Tentu saja hal ini tidak baik, karena sebenarnya tindakan ini menipu anak.

Akan timbul dalam diri anak bahwa kenaikan atau kelulusan dapat dibeli. Orang tua seharusnya sadar bahwa mendidik anak bukan hanya sekedar naik kelas dan lulus saja, tetapi menolong anak untuk menjadi dewasa agar menjadi anak yang mandiri baik pendidikan maupun ekonomi nantinya. Maka boleh untuk melanjutkan les anak, dengan begitu akan lebih berguna dari pada hanya mengejar naik kelas dan lulus padahal anak belum mampu dan belum siap.

Anak Susah Membaca Permulaan

Jika anak mempunyai masalah dalam membaca dan lambat dalam memahami setiap kata-kata. Maka kita dapat memulainya dengan membaca permulaan. Pada dasarnya ada 2 macam metode pengajaran membaca permulaan yaitu metode sintesis dan metode analitis sintetis.

Metode pertama adalah metode mengeja yaitu mengajarkan huruf-huruf dengan ejaan. Contohnya mengeja huruf “a” yang dibaca “aaa” dan huruf “b” dibaca “bee” dan seterusnya sampai huruf “z”. Setelah mereka hafal, kemudian belajar penggabungan huruf. Namun jika huruf “b” yang dibaca “bee” digabung dengan huruf “a” yang dibaca “aaa” maka akan menimbulkan kesalahpahaman saat anak membacanya, bagi anak itu berbunyi “bea”.

Oleh karena itu metode ini ditinggalkan dan diperbaiki dengan mengucapkan bunyi huruf yang tepat. Contohnya huruf “s” dibaca dan berbunyi “sss”, huruf “m” dibaca dan berbunyi “mmm” dan seterusnya. Dengan metode yang sudah diperbaiki ini maka dalam penggabungan kata akan lebih dipahami oleh anak dan anak yang baru saja mulai belajar membaca jadi tidak kesulitan. Contohnya saat digabungkan kata “sss” dan “aaa” akan berbunyi “sa”. Jadi anak tidak bingung dan tidak salah pemahaman lagi.

Metode analitis sintetis yaitu metode pembelajaran yang dimulai dari pengenalan kalimat, lalu kata-kata, dan kemudian huruf-huruf. Setelah itu digabungkan kembali menjadi kata-kata dan menjadi kalimat. Seperti contoh dibawah ini :

Ini ani                                    ini kakak ani

Ini ibu ani                             ini adik ani

Ini bapak ani

Kemudian dianalisis lalu disintesis.

Ini ani

Ini                      ani

I n i                      a n i

I  n  i                      a  n  i

I n i                      a n i

Ini                     ani

Ini ani

Metode ini yang dikembangkan oleh beberapa sekolah dasar, namun pembelajaran ini hanya menguntungkan anak-anak yang cerdas. Karena dalam metode ini ada proses analis yang hanya cepat ditangkap oleh anak-anak yang cerdas, namun bagi anak yang lambat proses ini akan sedikit sulit dan tersendat-sendat. Memang jika hanya dibaca akan terlihat anak sudah mahir dalam membaca sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara orang tua dan guru. Orang tua menilai anaknya sudah pandai membaca namun guru justru memberinya nilai rendah.

Kenapa?

Karena orang tua hanya mengajarinya membaca saja, sedangkan guru tidak hanya mengajarinya membaca namun mengetes juga apakah anak sudah mengerti atau tidak. Perlu diingat jika anak hafal diluar kepala maka tanpa melihat ataupun melihat dengan buku terbalik pun ia akan mahir membaca. Jadi anak tidak cukup hanya pandai membaca namun juga harus bisa mengerti dan memahami huruf-huruf dan kata-katanya.

Baca juga : cara mudah meningkatkan kecerdasan anak

Manfaat Renang Untuk Kesehatan dan Kecerdasan Anak

Manfaat Renang Untuk Kesehatan – Renang juga diperlukan untuk bayi sampai orang dewasa dan merupakan kegiatan yang menyenangkan bisa sambil bermain air. Ternyata renang juga dijadikan salah satu pilihan rekreasi bagi keluarga, namun mempunyai segudang manfaat dari kegiatan berenang.

Adapun manfaat renang untuk kesehatan anak yaitu :

◈ Melatih pernapasan

Renang dapat melatih anak bagaimana cara mengatur pernapasan sehingga membuat paru-paru menjadi lebih kuat dan pernapasan menjadi lebih teratur. Ternyata renang juga baik dilakukan untuk orang yang mempunyai penyakit asma.

◈ Meningkatkan fungsi jantung

Saat berenang jantung akan bertedak cepat dan kencang. Dengan melakukan gerakan renang seperti mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh dapat membantu memperlancar sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

◈ Menambah tinggi badan

Inilah salah satu manfaat yang umum kita ketahui jika berenang dapat menambah tinggi badan. Oleh karena itu jika bunda ingin anak tumbuh dengan tinggi yang ideal, bunda bisa mengikutkan anak dengn kegiatan berenang, terutama untuk anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Karena berenang dapat melatih semua otot-otot tubuh menjadi lebih lentur sehingga membantu anak bertambah tinggi.

◈ Membentuk dan menguatkan otot

Hampir seluruh otot tubuh dari kepala sampai kaki ikut bergerak saat berenang. Energi yang dikeluarkan oleh tubuh akan lebih besar karena tubuh menjadi lebih berat ketika di dalam air sehingga dengan berenang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh. Sekaligus mampu membakar kalori.

◈ Mengurangi stress

Manfaat lain yaitu sangat membantu menghilangkan stress karena ketika berenang terjadi peregangan dan relaksasi otot yang membuat orang yang berenang menjadi lebih rileks. Dengan gerakan mendorong dan menendang akan sangat membantu melepaskan tegangan otot dan sendi, sehingga badan akan akan menjadi terasa lebih segar dan fit.

Dengan mengetahui banyaknya manfaat yang didapat dari olahraga renang, maka jangan takut untuk mulai memperkenalkan olahraga ini kepada anak sejak dini. Sehingga mereka juga dapat merasakan manfaat dari renang. Sebaiknya ajari anak sedari kecil untuk suka dengan air dan bermain air dari rumah terlebih dulu sebelum langsung mengajak ke kolam renang sehingga anak tidak takut terhadap air. Karena ada beberapa anak yang sangat bersemangat sangat mengetahui akan diajak berenang, namun setelah melihat air yang sangat banyak di dalam kolam renang, ia menjadi takut dan tidak mau untuk turun ke dalam kolam renang.

Tips yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan anak dengan air yaitu bunda bisa membuat kolam renang sendiri di rumah dengan menggunakan kolam kecil atau bak mandi bayi agar anak merasa lebih nyaman bunda bisa meletakkan kolam kecil atau bak mandi tersebut di pekarangan rumah. Siapkan juga mainan seperti bola, pistol air atau bebek-bebekan sehingga suasana bermain air menjadi lebih seru dan menyenangkan.

Jika anak sudah menyukai kegiatan bermain air, barulah ajak anak untuk berenang di kolam sungguhan. Saat akan memasuki kolam renang, bunda harus menyediakan peralatan olahraga air yang lebih lengkap seperti kacamata renang dan juga pelampung agar mereka merasa lebih aman saat mulai belajar berenang. Masih banyak peralatan atau mainan untuk olahraga air yang bisa membuat kegiatan berenang menjadi lebih menyenangkan. Walaupun mereka sudah memakai peralatan yang aman saat berenang, tidak ada salahnya untuk tidak lengah dan selalu mengawasi anak sambil menikmati suasana wisata.

Traveling Bersama Bayi Apa Saja Perlengkapan Yang Harus Dibawa?

Traveling Bersama Bayi – Saat memasuki masa libur panjang tentunya Bunda sekeluarga sudah mulai mempersiapkan untuk pergi berlibur. Ada yang berencana berlibur ke tempat wisata ataupun berlibur ke rumah keluarga lain yang jarang bertemu karena terkendalam oleh jarak dan belum ada waktu libur. Untuk Bunda yang mempunyai bayi tentu banyak pertimbangan, karena khawatir si kecil akan menangis dan tidak betah karena tidak terbiasa. Ini merupakan tantangan bagi para orang tua.

Beberapa orang mengatakan bepergian saat bayi berusia dibawah 6 bulan, lebih mudah dibandingkan usia lainnya. Karena pada usia tersebut, si kecil hanya memerlukan pakaian dan ASI sebagai makanannya,  bayi yang berusia dibawah 6 bulan lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, sehingga barang bawaan yang diperlukan lebih sedikit dan lebih praktis. Namun jika sudah memasuki usia balita dan dalam tahap MPASI maka barang bawaan semakin banyak. Selain pakaian dan keperluan lainnya, Bunda juga harus membawa peralatan untuk membuat MPASI. Seperti termos sebagai wadah air hangat, mangkuk, gelas dan lain-lain.

Apa saja yang harus disiapkan saat melakukan perjalanan/traveling bersama bayi? Untuk mempersiapkan apa saja perlengkapan yang harus dibawa sebenarnya sama dengan barang-barang yang wajib dibawa oleh orang dewasa pada saat traveling. Namun ada beberapa barang yang harus ditambahkan baik jenis maupun jumlahnya.

Berikut Ini adalah Beberapa Perlengkapan Yang Dapat Dibawa Saat Traveling Bersama Bayi :

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu buat daftar barang kebutuhan anak selama traveling.

♦ Pakaian, Jaket, Topi, Kaos kaki  dan Alas Kaki

Traveling Bersama Bayi

Sama seperti orang dewasa, pakaian si kecil juga harus disesuaikan dengan lokasi tujuan yang akan dikunjungi. Membawa pakaian secukupnya, pilih pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Bunda sudah harus memperhitungkan dengan cermat berapa banyak pakaian yang dibutuhkan si kecil nanti. Mengapa balita membutuhkan pakaian lebih banyak? Karena saat usia balita ia tidak bisa mandiri, banyak hal yang tidak diduga bisa saja terjadi seperti tanpa sengaja menumpahkan makanan, minuman atau lainnya. Walaupun begitu jangan berlebihan, bawalah secukupnya saja.

Pakian yang diperlukan sudah termasuk celana dan kaos kaki serta jaket dan topi.  Meskipun tempat tujuan yang keluarga kunjungi misalnya adalah pantai atau lokasi dengan cuaca panas, diperlukan juga pakaian yang panjang dan kaos kaki saat udara berangin atau saat bepergian di malam hari. Jika si kecil termasuk anak yang aktif, Bunda dapat mengenakan celana panjang yang sedikit tebal seperti jeans serta alas kaki pada anak, agar dapat melindungi anak dari risiko cidera dan luka saat terjatuh.

♦ Popok Bayi

Satu lagi hal penting yang tak boleh terlewatkan. Jangan sampai kamu kehabisan persediaan popok saat si kecil mendadak buang air besar saat perjalanan.

♦ Membawa Makanan dan Minuman

Membawa beberapa camilan favorit si kecil saat perjalanan akan membuatnya nyaman dan tidak rewel. Gunakan wadah khusus untuk menaruh makanan agar bisa ditutup dan tidak menghasilkan sampah plastik kemasan. Jangan lupa juga untuk membawa botol minum dan alat makan si kecil. Gunanya untuk membantu Bunda dalam mengontrol seberapa banyak air putih yang masuk ke tubuh anak, serta menghemat pengeluaran jadi tidak perlu membeli minuman dalam kemasan lagi.

Mempersiapkan peralatan makan atau peralatan MPASI jika anak dibawah usia 1 tahun. Peralatan yang diperlukan tidak perlu lengkap, cukup sendok dan tempat makan bertutup agar lebih praktis. Jangan lupa membawa susu formula anak, kadang ketika anak mau tidur ia ingin minum susu.

♦ Obat-obatan

Misalnya obat turun panas, diare, antimemar, pembalut berperekat, serta cairan antiseptik termasuk obat anti nyamuk. Jika si kecil memiliki penyakit khusus seperti asma atau alergi, jangan lupa obat-obatan yang mungkin dibutuhkan.

♦ Perlengkapan Mandi

Seperti sabun, shampoo, dan cream bayi. Untuk lebih praktis sebaiknya bawa travel pack perawatan bayi.

♦ Perlengkapan Lain

Seperti stroller, gendongan mainan untuk menghibur si kecil agar tidak bosan, tisu, kapas, tisu basah, kantong kresek untuk membuang popok kotor dan lain-lain.

Bagi para orang tua khususnya Bunda sangat penting untuk menghilangkan segala kekhawatiran yang ada di benak kita. Bunda harus yakin bahwa pengalaman traveling ini akan menyenangkan. Karena sikap tenang dan santai dari Bunda akan terasa oleh anak kita dan hal ini akan membuatnya merasa tenang juga.

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam – Imunisasi dan vaksin masih menjadi kontroversi sampai sekarang, banyak kalangan yang sudah yakin akan kehebatan imunisasi dan vaksin. Namun banyak juga kalangan yang masih meragukan kehalalan dari vaksin.

imunisasi yang benar

Pada awalnya vaksin memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah terjadinya penyakit menular dan mematikan. Bahkan penemu vaksin mendapatkan penghargaan karena berhasil mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan tubuh manusia. Akan tetapi pada penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh para ilmuan-ilmuan menyatakan bahwa kualitas tubuh manusia yang berhasil mempertahankan hidupnya adalah imunitas alami tanpa vaksin, karena imunitas yang ada di tubuh manusia lebih berkualitas dibandingkan dengan manusia yang berhasil memperjuangkan hidupnya dengan bantuan vaksin.

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, berkata “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasullah SAW. lalu beliau memberinya nama Ibrahim, kemudian menTahniknya (mengunyah makanan kemudian memasukannya ke dalam mulut bayi, lalu menggosok-gosokkannya ke daerah langit-langit mulut bayi) dengan kurma.” Kemudian dalam riwayat Imam Al-Bukharari “…maka beliau mendoakan kebaikan dan mendoakan kebaikan dan mendoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Sesungguhnya bayi lahir dalam keadaan kekurangan glukosa atau zat gula. Apabila ditemukan tubuh bayi menguning maka bayi tersebut membutuhkan gula dalam kadar yang cukup untuknya, serta berat badan ketika bayi lahir juga dipengaruhi oleh kandungan glukosa didalam tubuhnya.

Adapun dalam kasus bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg hal ini dikarenakan kandungan zat gula pada tubuh bayi sangat sedikit yaitu memiliki kadar gula dalam darahnya 20 mg/100 ml. Serta anak yang lahir dengan berat badan diatas 2,5 kg dan kadar gula dalam darahnya yaitu 30 mg/100 ml ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Misalnya otot-otot bayi melemas, bayi menolak untuk menyusu, pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan bahkan bisa terjadi kejang. Serta beberapa penyakit berbahaya seperti lemah otak, insomnia, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan saraf.

Dapat kita simpulkan bahwa masalah diatas semuanya berfokus pada ketika lahir yang dibutuhkan bayi yaitu zat gula dalam bentuk glukosa. Pemberian zat gula bisa dengan cara memberikan kurma yang sudah dilumatkan kepada bayi agar menjauhkan bayi dari kekurangan kadar gula dan sebagai bentuk imunisasi alami.

Telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. tahnik kepada bayi sebagai obat sekaligus mengurangi dan mencegah terjadinya penyakit pada bayi dimasa depan. Sekaligus menjadi mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. dan merupakan manusia pertama dalam sejarah yang mengetahui hal ini sebelumnya dan kini manusia tahu betapa bahaya jika bayi kekurangan kadar glukosa dalam darahnya.

Baca juga : Bahaya Antibiotik

 

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Bagaimana Cara Mengatasinya

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Jika seorang anak mempunyai rasa takut, misalnya saat anak mau ke kamar mandi kemudian ia minta ditemani oleh sang bunda padahal jarak kamar mandi sangat dekat. Bahkan anak yang penakut cenderung takut dengan segala situasi yang baru dan bahkan ia akan menutup diri karenanya. Misalnya saat ia bertemu dengan orang yang belum ia kenal. Kemana-mana pun harus ditemani dan saat anak baru mulai masuk sekolah, anak akan meminta orang tua untuk menunggunya di depan kelas dan hal ini akan berlangsung lama sampai anak terbiasa dengan kondisi kelas dan juga dengan teman-temannya.

Rasa takut sesungguhnya merupakan hal wajar yang dimiliki oleh setiap orang, tidak hanya ada pada anak-anak namun juga pada orang dewasa. Dengan adanya rasa takut pada diri seseorang maka ia akan lebih berhati-hati sehingga terhindar dari berbagai macam bahaya yang bisa saja mengancam dirinya. Namun yang perlu para orang tua khawatirkan adalah ketika rasa takut itu menjadi berlebihan, maka dampaknya akan merugikan seperti seseorang akan menjadi tidak berani melakukan banyak hal karena dengan alasan takut. Padahal kunci dari suatu keberhasilan adalah berani dalam melakukan banyak hal.

Jika anak menjadi terlalu penakut seperti ini, maka kita perlu memberantas rasa takut itu dalam diri anak sedini mungkin bahkan sejak ia masih kanak-kanak. Karena menurut penelitian yang pernah dilakukan di Amerika yaitu berbagai bentuk ketakukan yang ada pada orang dewasa ternyata berkaitan dengan masa kecilnya atau sudah ada sejak masih kecil dan hal itu sulit untuk hilang.

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Bagaimana Menyikapinya

Ada beberapa penyebab umum yang membuat seorang anak menjadi penakut dan hal ini yang harus bisa kita atasi sedini mungkin agar tidak mempengaruhi anak-anak, yaitu :

  1. Pendidikan otoriter di dalam keluarga

Beberapa orang mungkin menerapkan pendidikan yang ketat dan sangat keras kepada anak-anaknya. Karena hal itu dianggap mampu membentuk karakter anak yang kuat dan pemberani. Faktanya tidak semua anak menjadi kuat dan pemberani, justru beberapa anak banyak yang merasa ditekan, dihukum dan ditakut-takuti atau diancam dan kemudian mengalami gangguan mental akibat rasa takut yang berlebihan.

Mengapa Anak Menjadi Penakut

Anak menjadi tidak percaya diri, labil dan cenderung untuk melakukan kesalahan, dalam garis besar jika anak-anak yang disebarkan dengan pendidikan seperti ini lebih cenderung menjadi penakut dan rapuh jiwanya. Anak tidak diberi kebebasan untuk berpendapat dan berkreasi, semuanya harus berdasarkan perintah orang tua. Jika salah maka harus dihukum inilah contoh cara mendidik yang menjadikan anak tidak percaya diri dan penakut.

Para orang tua seharusnya proposional dalam mendidik anak-anaknya, tidak perlu terlalu keras terhadap anak dan menerapkan hukuman yang berlebihan disetiap kesalahan anak. Namun yang terpenting dalam mendidik anak adalah tegas dan konsisten. Jika salah anak boleh dihukum namun hukumannya harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan sang anak. Contoh yang baik yaitu memberikan hukuman yang bersifat mendidik bukan malah memberikan hukuman yang membuatnya merasa terhina dan menjatuhkan harga dirinya.

  1. Trauma masa lalu

Anak bisa saja mengalami trauma, hal ini yang bisa menyebabkan anak menjadi penakut. Seperti contoh anak takut untuk pergi ke kamar mandi karena ia takut ada kecoak dan ia pernah punya pengalaman buruk dengan kecoak. Jika bunda menemukan anak mempunyai rasa takut seperti ini sebaiknya tidak usah terburu-buru untuk membuatnya berani masuk ke kamar mandi. Karena justru akan membuat trauma anak semakin parah jika bertemu dengan kecoak tersebut. Perilaku ini yang sering disebut denga phobia atau rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu. Jika anak mengalami phobia sebaiknya jangan terlalu memaksakan dirinya untuk berani, karena jika dipaksakan anak yang mengalami phobia jika bertemu dengan sesuatu yang ditakutinya maka akan mengalami gejala sulit bernafas, jantung berdebar, pusing, gemetar atau merasa perlu untuk ke toilet.

Biarkan rasa takut itu menghilang secara perlahan dengan memberikannya penjelasan dan cerita yang membuatnya tidak takut lagi dengan sesuatu yang ia takuti tersebut seperti takut dengan kecoak.

  1. Pengaruh yang salah

Pengaruh yang salah dapat berasal dari orang tua, teman, tontonan maupun bacaan yang dibaca. Pemahaman dari luar yang ditanamkan kepada anak yang membuatnya mempunyai persepsi yang salah tentang sesuatu.

Contoh pengaruh dari orang tua : Misalnya orang tua mendongengi anak tentang tempat gelap itu merupakan tempatnya setan. Akibatnya anak menjadi takut jika bertemu dengan tempat yang gelap, dibawah sadar anak akan otomatis muncul bayangan setan jika ia menjumpai tempat gelap.

Contoh pengaruh dari tontonan : Jika anak suka memonton televisi dan salah satu tayangan menayangkan cerita hantu yang mengisahkan tentang arwah orang yang telah meninggal akan gentayangan. Akan mengakibatkan pemahaman anak terhadap orang yang meninggal, arwahnya akan gentayangan. Hal ini yang menyebabkan anak takut untuk keluar rumah ketika ada orang yang meninggal.

Solusi yang dapat dilakukan adalah sebagai orang tua kita harus pandai-pandai dalam memilihkan cerita yang positif pada anak-anak. Jangan memberikan cerita atau mendongeng tentang hal-hal yang takhayul pada anak-anak, karena dapat meracuni pikiran dan mental anak-anak yang masih polos. Selain itu orang tua juga harus hati-hati dalam memilih tayangan atau bacaan yang sesuai dengan tingkat berpikir anak. Karena anak yang masih polos dan lugu nampu menerima apa saja yang mereka lihat dan baca.

Baca juga : Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti?

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Bagaimana Menyikapinya

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Anak sifat dasarnya ingin selalu diistimewakan, namun anak yang selalu ingin menang sendiri dan ingin untuk keinginannya selalu diturui. Bahkan ketika ia sudah dibelikan mainan sama rata dengan adiknya, ia malah menginginkan mainan adiknya juga. Bahkan ia mengancam ingin dibelikan yang baru lagi, jika tidak ia akan mengangis terus. Karna takut sikapnya terus-terusan seperti ini akan menjadi manja dan menjadi anak yang tidak baik. Terpaksa saya harus memarahi dan memukulnya.

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti?

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti

Bagaimana cara mendidik anak yang benar saat ia tidak menuruti perintah orang tua?

Ada banyak hal yang menyebabkan anak bertengkar dengan adiknya terutama pasal mainan ataupun barang yang dimiliki saudaranya. Hal yang harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu yaitu, apakah usia kakak dan adik berjarak tidak jauh dan biasanya yang sering bertengkar adalah kakak beradik yang berjenis kelamin sama.

Anak yang jarak usianya tidak jauh, misalnya hanya berjarak 1 tahun memang dengan jarak usia yang sangat dekat ini yang sering kali menyebabkan pertengkaran terhadap kakak beradik yang berjenis kelamin sama karena besarnya hampir sama membuat sang adik merasa tidak takut terhadap kakaknya dan sang kakak memandang adiknya sebagai lawan atau saingan bukan sebagai adik yang harus disayangi dan dilindunginya. Maka dari itu saat merencanakan kehamilan kedua seharusnya ayah dan bunda harus mempersiapkan dan memikirkannya matang-matang.

Lalu bagaiman dengan sikap ibu yang memberikan pelajaran dengan memarahi dan memukulnya. Memukul diibaratkan sebagai hukuman bagi anak, hukuman dalam ilmu pendidikan merupakan cara mendidik terakhir, jika cara-cara baik sudah dilakukan dan tidak berhasil maka cara ini boleh diterapkan.

Sebelum bunda menghukum anak atas kesalahannya, sebaiknya ayah dan bunda mengetahui syarat-syarat hukuman yang baik sebagai berikut :

  1. Adil yaitu menghukum sesuai dengan bobot kesalahannya.
  2. Cepat dilaksanakan jangan ditunda.
  3. Sesuai dengan keadaan anak, jika anak yang berhati lembut contohnya anak perempuan cukup dengan menggunakan kata-kata atau hukuman yang sederhana.
  4. Disadarkan kesalahannya dan dibarengi nasihat.
  5. Hukuman harus dapat dirasakan atau diderita, misalnya hukuman yang tidak mempan yaitu menghukum anak untuk tidak berpergian, padahal sang anak memang suka di dalam rumah.
  6. Jangan mengembangkan hukuman fisik.
  7. Setelah anak dihukum, orang tua memaafkan dengan bentuk perbuatan.

Sebaiknya juga bunda mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan pendidikan dan ilmu jiwa anak. Dengan bunda mempelajari dan memahami pengetahuan pendidikan maka bunda akan menguasai prinsip dan teknik mendidik, sedangkan memahami ilmu jiwa anak maka bunda akan memahami fase-fase perkembangan anak. Diharapkan dengan bunda mempelajari dan memahami ilmu tersebut bunda dapat dengan tepat memiliki cara untuk menilai tindakan anak dan memberikan hukuman yang tepat.

Baca juga : anak suka berebut mainan

Manfaat Stroller Bayi dan Tips Memilih Stroller yang Aman Untuk Bayi

Manfaat Stroller Bayi – Gaya hidup ibu jaman sekarang memang sudah sangat mengikuti tren, memang tidak diherankan lagi karena produk-produk yang diciptakan di jaman modern ini sudah semakin berkembang dan semakin membantu meringankan kegiatan para orang tua. Salah satunya adalah dengan hadirnya stroller bayi atau kereta dorong bayi yang kini sudah banyak ditemui di berbagai tempat perlengkapan anak. Stroller sangat membantu meringankan beban orang tua dalam menggendong. Dengan hadirnya stroller bunda dapat terus berdekatan dengan bayi namun tidak harus capek dengan selalu menggendong, bunda atau ayah dapat membawa bayi jalan-jalan hanya dengan mendorongnya dan bayi tidur nyaman didalam strollernya.

Beberapa Manfaat Stroller Bayi

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari penggunaan stroller diantaranya yaitu :

  1. Bisa dimanfaatkan sebagai tempat tidur sementara yang cukup nyaman untuk bayi saat dalam kondisi lelah dan mengantuk selama bepergian.
  2. Dapat menambah ruang aktivitas orang tua.
  3. Kereta dorong bisa dimanfaatkan sebagai troli pengangkut pernak-pernik kebutuhan si kecil yang perlu dibawa selama bepergian. Jika si kecil tidak mau berlama-lama di stroller.
  4. Secara fisik si kecil tetap berada berdekatan dengan kita, sehingga ia tetap merasakan kehadiran kita.
  5. Saat berada di rumah, bunda bisa memanfaatkan stroller sebagai tempat duduknya. Bahkan, beberapa model stroller dilengkapi mainan warna-warni yang bertekstur dan berbunyi, juga fasilitas buaian untuk menidurkan bayi dengan gerakan mengayun-ayun.
  6. Kereta dorong dapat difungsikan sebagai boks sementara, ketika kita harus melakukan sesuatu yang mendesak dan tak ada orang dewasa lain yang bisa dimintai tolong menjaganya
  7. Saat bayi sudah bisa duduk dalam stroller-nya, ia akan sangat senang dan menikmati acara jalan-jalan berkeliling sambil melihat-lihat keadaan sekeliling.
  8. Stroller juga bisa difungsikan sebagai kursi makanannya. Bunda juga dapat menyupainya sambil mengajaknya berkeliling.

Namun sering juga timbul kekhawatiran orang tua tentang seringnya penggunaan stroller apakah akan mempengaruhi kesehatan punggung bayi?

Yang harus perlu bunda ketahui lebih dulu yaitu stroller atau kereta dorong memiliki jenis yang berbeda-beda. Saat membeli bunda harus tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki stroller terebut. Pilihlah stroller yang sesuai mulai dari ukuran, bentuk, berat, bahan dan fasilitas yang terdapat di dalamnya. Sehingga kekhawatiran bunda mengenai penggunaan stroller yang akan mempengaruhi kesehatan punggung anak, tidak akan terjadi dan juga tidak membiarkan si kecil seharian berada di stroller. Lebih baik juga bunda tetap memberikan kesempatan untuk menggendong kecil agar si kecil dapat merasakan kehangatan saat berada didekapan ibu serta mengajaknya berbaring di matras dan bermain bersama agar anak mempunyai banyak aktivitas untuk bergerak.

Tips Memilih Stroller yang Aman Untuk Bayi

manfaat stroller bayi

Penggunaan stroller dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun yang terpenting saat memilih stroller adalah mengutamakan keamanan. Pilihlah stroller yang dirancang untuk keamanan dan kenyamanan bayi. Ciri umum stroller yang aman yaitu memiliki tiga atau lima tali harness, kami sarankan bunda untuk memilih stroller yang memiliki lima tali harness untuk keamanan anak bunda.

Hindari memilih stroller yang banyak memiliki material plastik, terutama pada bagian roda. Alasannya karena material plastik akan membuat stroller cepat rusak. Pilihlah stroller yang menggunakan material besi atau stainless yang dapat tahan lama dalam penggunaanya dan kuat menahan beban berat badan bayi. Kami sarankan untuk memilih Stroller Pliko Milano untuk stroller yang aman dan nyaman untuk bayi.

Apabila bunda sudah memilih stroller sesuai dengan kebutuhan dan keamanan. Jangan lupa untuk memperhatikan penggunakan stroller dan posisi anak ketika menggunakan stroller. Buatlah anak merasa senyaman mungkin di dalam agar tidak membuatnya kesakitan..

Dengan demikian menggunakan stroller tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi untuk tetap nyaman ketika bunda ajak berjalan-jalan akan tetapi juga bagi bunda saat merasakan kedekatan dengan si kecil namun tidak terlalu lelah karena berkurang beban saat menggendong. Dengan cara mendorong stroller yang benar bayi pun akan merasa nyaman, serta kekhawatiran bunda terhadap kesehatan bayi menjadi berkurang dengan adanya tips diatas. Semoga dapat bermanfaat.

Anak Suka Rebutan Mainan Walaupun Sudah Memiliki Mainanan Masing-masing

Anak Suka Rebutan Mainan – Anak kecil memang cenderung lebih suka memiliki mainan milik orang lain ataupun saudaranya walaupun ia sudah memiliki mainan sendiri atau bahkan jika jarang umur mereka sama, sering kali dibelikan mainan yang sama. Namun tetap saja ia akan berusaha merebut mainan yang dimiliki saudaranya. Bahkan pada suatu kasus mainan yang menjadi rebutan anak-anak adalah hanya sebuah kayu kecil yang sang kakak gunakan untuk bermain bersama kucingnya.

Tentu saja kita sebagai orang tua jika dihadapkan dengan sikap anak-anak yang seperti ini maka akan kebingungan harus bagaimana menghadapinya. Kita akan mengusahasakan untuk mencarikan pengganti barang tersebut yang sejenis sebagai gantinya, namun tetap saja sang adik tidak mau. Hingga akhirnya dibiarkan saja sikap mereka yang seperti itu, tetapi ketika mereka berebutan sampai menjurus ke arah saling memukul, barulah orang tua mencoba melerainya.

Yang biasanya berujung pada yang menang akan membawa lari barang tersebut dan yang kalah menangis. Kemudian orang tua mencoba membujuk sang adik agar mau menerima barang lain yang sejenis atau mencoba mengalihkan perhatiannya ke masalah lain.

Tahukan Bunda, sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Jika dibimbing dengan cara yang benar maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak kelak. Karena kehidupan sesungguhnya memang penuh dengan persaingan, persaingan yang manusiawi. Bersaing berarti “berani hidup”, “berani bersaing”. Seperti pada kasus diatas anak mulai belajar persaingan didalam keluarga dan sekolah. Seperi halnya di sekolah anak belajar bersaing untuk mendapatkan peringkat dan prestasi terbaik.

Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Karena semua hal yang baik berasal dari didikan yang baik pula, kasus diatas mencontohkan meskipun terkesannya berebut mainan itu hal yang negatif namun jika orang tua memberikan bimbingan agar persaingan dan perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang sehat, maka akan bermanfaat bagi anak dalam bersikap untuk menghadapi persaingan kelak.

Langkah yang baik dalam menyikapi sikap anak yang suka rebutan mainan yaitu:

Menerima dengan wajar, karena jika juga dulu pernah seperti itu. Namun jika perbuatan anak telah melampaui batas dan melanggar norma-norma kesusilaan atau kesopanan maka ayah atau bunda boleh bersikap melarang. Sikap anak harus dirubah sesuai dengan kemauan kita. Dapat dilakukannya dengan berbagai cara yaitu menasehati, memberikan hukuman atau memberikan hadiah serta memberikan kesibukan/tugas yang dapat ia kerjakan.

Baca juga : cara mengatasi anak suka berbohong

 

Anak Suka Berbohong Bagaimana Cara Menghilangkan Kebiasaannya?

Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Berbohong – Anak kecil cenderung memiliki sifat polos dan cendurung selalu jujur, namun bagaimana jika anak suka berbohong yang lebih parah jika sudah menjadi kebiasaan. Ada dua jenis bohong yang biasa dilakukan oleh anak-anak.

Pertama, jenis bohong karena pengaruh fantasi. Karena adanya fantasi ini lah yang membuat anak sangat menyukai cerita dongeng. Namun yang tidak disangka-sangka, karena pengaruh fantasi tersebut anak dapat secara tidak sengaja menambahkan bumbu-bumbu kebohongan dalam ceritanya.

Kedua, adalah bohong sungguhan, bohong jenis ini lah yang harus para orang tua khawatirkan. Karena kebohongan ini dilakukan anak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Walaupun kebohongannya dilakukan oleh tingkatan anak-anak, jika dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan sampai dewasa. Tentu saja akan berdampak ke arah yang negatif.

Contoh kebohongan kecil yang disengaja oleh anak yaitu, anak meminta izin pada orang tuanya ingin belajar di rumah temannya, namun ternyata itu hanya alasannya agar dapat bermain di waktu malam di rumah temannya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Suka Berbohong yaitu Kita Harus Tau Apa Saja yang Menjadi Penyebab Kebohongannya yaitu :

  • Berbohong karena diajari, baik oleh temannya atau oleh orang tuanya sendiri. Kok bisa orang tua sendiri yang mengajari anak berbohong? Namun nyatanya orang tua juga bisa dengan sengaja atau tidak telah mengajari anak untuk berbohong.
  • Berbohong karena meniru orang tua, seperti yang telah kita ketahui bahwa anak merupakan peniru yang baik. Tanpa sepengetahuan orang tuanya ternyata anak telah memperhatikan apa yang dilakukan orang tuanya, tidak terkecuali saat orang tua berbohong untuk mencapai maksudnya. Secara tidak sadar anak akan meniru untuk mencapai keinginannya.
  • Berbohong karena rasa takut jika jujur atau berterus terang maka ia akan dimarahi atau bahkan mendapatkan pukulan. Tentu saja hal ini ia lakukan untuk melindungi dirinya sendiri, agar terhindar dari sikap orang tua yang pemarah.
  • Bahkan ada kebohongan yang berawal dari sikap terlalu memanjakan anak. Karena terlalu dimanjakan biasanya anak akan menjadi malas. Misalnya anak belum mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) karena malah, kemudian tidak jarang anak akan berbohong bahwa sudah mengerjakannya agar menutupi kemalasannya.
  • Karena kebiasaan orang tua yang selalu menanyakan hal yang negatif terhadap anak, contohnya saat rumah berantakan yang ditanyakan adalah piring berantakan, lantai kotor. Sedangkan saat rumah dalam keadaan rapih, orang tua tidak menanyakan ataupun memberikan pujian. Oleh karena itu, anak akan berpendapat lebih baik berbohong dari pada ditanyakan hal-hal yang negatif.

Sebagai orang tua setelah kita mengetahui beberapa penyebab anak suka berbohong, sebaiknya kita jangan langsung memarahi ataupun menghakimi anak. Berilah saran dan nasihat yang baik kepada anak agar anak mengerti dan tidak akan mengulangi perbuatan berbohong lagi.

Berilah contoh yang baik, jangan berbohong didepan anak walaupun berbohong untuk suatu kebaikan. Jika anak berterus terang tentang kesalahannya jangan dimarahi dan berikan perngertian bahwa berbohong merupakan tindakan tercela dan berakibat dosa. Maka anak akan takut dan tidak mau mengulanginya lagi.

Baca juga : 4 dasar pendidikan bagi anak

 

Cara Mudah Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Usia Dini

Cara Mudah Meningkatkan Kecerdasan Anak – Masing-masing anak memang mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Setiap orang tua tentu saja menginginkan dikaruniai anak yang mempunyai kecerdasan tinggi, namun hal itu tidak belum tentu sesuai dengan kenyataan. Saat keinginannya tidak sesuai dengan kenyataan banyak orang tua yang menjadi putus asa, sedih, bingung ataupun panik.

Kemudian banyak orang tua yang menanyakan apakah kecerdasan anak dapat ditingkatkan? Bagaimana caranya?

Dulu orang mengira bahwa kecerdasan anak adalah bawaan dari lahir dan tidak dapat diubah-ubah. Anggapan itu mempunyai arti bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi terhadap kecerdasan anak. Namun para psikologi dan para ahli pendidikan menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Dari hasil penelitian ternyata kecerdasan anak dapat ditingkatkan yaitu pada umur 4 tahun pertama dan yang teristimewa yaitu pada tahun pertama. Karena pada tahun pertama itulah waktu yang paling tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak. Pada laboratium pendidikan di Washington D.C. pernah dilakukan sebuah penelitian terhadap dua kelompok anak dan rata-rata umur mereka masih 15bulan.

Pada kelompok pertama yaitu setiap hari diajak bermain dan berbicara, sedangkan pada kelompok kedua tidak dilakukan ajakan bermain dan berbicara. Ternyata setelah 21 bulan terdapat hasil yang mengejutkan, rata-rata IQ pada kelompok pertama 17 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata IQ pada kelompok kedua.

Dilakukan juga percobaan semacam ini pada anak yang rata-rata berumur 3 atau 4 tahun dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama setiap hari secara intensif diberikan pelajaran bahasa, sedangkan kelompok kedua seperti biasa tidak diberikan. Setelah 4 bulan, ternyata hasilnya rata-rata IQ kelompok pertama 14 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kedua.

Serta menurut Benjamin S. Bloom, dalam bukunya Stability and Change in Human Characteristic yaitu pertumbuhan kecerdasan terjadi pada waktu anak berusia 1 tahun. Kemudian pada usia 4 tahun, anak telah memiliki kecerdasan 50% dari kecerdasan yang akan dimilikinya.

Bloom juga mengajukan tiga macam usaha untuk meningkatkan kecerdasan anak seperti berikut :

  1. Memberikan rangsangan untuk berpikir

Rangsangan dari luar akan membentuk pola pikir anak, jika pola pikir anak terbentuk dengan baik maka akan memperlancar cara berpikir anak. Lakukan rangsangan seperti, memberikan mainan yang berwarna menyala, yang bergerak-gerak sehingga anak dapat mengikuti pergerakan mainan tersebut dan memberikan bunyi-bunyian yang dipindah-pindahkan untuk melatih pendengaran anak.

2. Memberikan persiapan kecakapan membaca

Anak umur 3 atau 4 tahun memang belum bisa diajari membaca namun mereka sudah dapat diajari dengan persiapan membaca. Dengan memberikan pelajaran dengan cara membacakannya cerita atau mengenalkannya dengan nama-nama huruf.

3. Mengajarkan bahasa

Perkembangan membaca akan berjalan sesuai dengan perkembangan pikir anak. Anak yang perkembangan atau penguasaan bahasa yang cepat sudah dapat dipastikan adalah anak yang tergolong cerdas. Dalam perkembangan pola pikir yang tidak kalah penting adalah mengajarkan bahasa. Perlu diingat juga ketika mengajarkan bahasa pada anak haruslah menggunakan bahasa yang betul dan jelas. Jangan kita ikut menggunakan basaha anak seperti “kita andi yuk” yang maksudnya adalah “kita mandi yuk”. Karena cara seperti itu akan membuat mnghambat perkembangan bahasa.

Baca juga : meningkatkan bakat dan minat anak