Cara Merawat Bayi

Panduan, tips dan trik cara merawat bayi dengan mudah baik bayi perempuan maupun bayi laki-laki.

Temukan cara ✔ menidurkan bayi ✔  cara memijat bayi ✔ cara menidurkan bayi ✔ cara memandikan bayi dan aneka panduan dalam merawat bayi.

Bagi pasangan muda. Bagi mengetahui dan mempelajari hal ini teramat penting mengingat hal seperti ini tidak terdapat di pelajaran sekolah maupun kuliah.

Sotoy banget ya Dubay ini.. hehehehe

Bagi pasangan yang telah lama menikah atau telah mempunyai anak pun terkadang hal hal tentang cara merawat bayi ini sangat penting.

Ada orang tua yang seperti lupa bagaimana caranya atau lebih parah lagi memang belum mengetahuinya sejak awal mempunyai anak pertama kali.

Bayi adalah amanah dan anugrah dari Allah maka sebagai orang tua harus benar benar serius dalam merawat mulai dari bayi baru lahir sampai ketika dia telah aqil.

Quote Cara Merawat Bayi

Bunda dan ayah sekalian harap perhatikan betul quote dari Klalifah Umar berikut ini ya:

“Kamu merawat ibumu sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu” – Umar bin Khatab ra

Pola Tidur Bayi & Penyebab Bayi Susah Tidur, Bagaimana Mengatasinya?

Pola tidur bayi memang belum teratur karena biologisnya yang belum matang. Normalnya tidur waktu tidur bayi yaitu selama 16-20 jam setiap harinya.

Karenanya banyak orang tua yang terpaksa bangun dimalam hari atau dipertengahan malam pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran buah hati tercinta. Tetapi secara perlahan kebiasaan tidur bayi akan lebih teratur dan lebih banyak waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan siang hari.

Semakin berjalannya waktu, si kecil sudah lebih banyak tidur malam dibandingkan waktu tidur siangnya sehingga menjadi satu kali tidur siang dalam sehari itu berlangsung sekitar 1-3,5 jam . sebenarnya sekitar usia 1-3 tahun balita memerlukan waktu tidur selama 12-14 jam, namun biasanya hanya mendapatkan 10 jam per harinya.

Sebaiknya orang tua sudah mulai mengenalkan jadwal tidur yang baik untuk anak seperti tidur malam pada pukul 20.00 dan biasakan bangun pada pukul 06.00, juga berikan anak tidur siang sekitar pukul 13.00-15.00.

Dengan tidur siang anak akan lebih seimbang waktu tidurnya karena jika tidak tidur siang anak akan cepat lelah dan kemungkinan akan terbangun disaat malam karena sudah tidur lebih awal.

Jangan pernah membiarkan anak tidur telalu larut malam karena jika kelak anak harus bersekolah, ia akan terbiasa tidur dan bangun tidak tepat waktu inilah yang membuat anak sering tidur dikelas dan tidak siap menerima pelajaran sekolah.

Saat anak memasuki masa sekolah sebagian besar akan lebih mempertanhankan waktu tidurnya dan lebih banyak memilih menghabiskan waktu bermainnya dibandingkan tidur siang. Maka dari itu ciptakanlah pola tidur yang baik untuk anak agar saat semakin besar anak akan terbiasa dan melanjutkan kebiasaan ini tapi jika belum tercipta pola tidur yang baik, Bunda seharusnya tidak membuang waktu lagi.

Bagi bayi dan balita tidur memiliki manfaat yang sangat besar untuk tumbuh kembangnya.

Berikut adalah beberapa manfaat dari tidur malam bagi anak :

  • Memberikan kesempatan anak untuk mengistirahatkan tubuh
  • Untuk meningkatkan proses metabolisme yaitu proses pengolahan makanan menjadi energi yang
  • Akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak yaitu berat badan, tinggi badan dan kesehatan anak.
  • Dapat mengoptimalkan perkembangan otak anak.

Hal ini disebabkan tidur merupakan salah satu stimulasi bagi proses perkembangan otak karena menurut penetian 75% hormon pertumbuhan dilepaskan oleh tubuh ketika anak dalam kondisi tidur. Hormon juga bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan selain itu hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki seluruh sek tubuh, sel kulit, sel darah, dan sel saraf otak. Semua proses pembaruan sel akan berlangsung lebih cepat jika anak sering terlelap.

AWAS..Sindrom Kematian Mendadak Pada Anak

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi adalah suatu kematian yang mendadak dan tidak terduga pada bayi yang tampak sehat.

Sudah banyak kasus kematian bayi salah satunya karena mengalami SAIDS saat sedang tidur, kebanyakan terjadi pada usia 2-4 bulan.

Sindrom kematian mendadak masih belum diketahui  penyebabnya secara pasti namun penelitian terbaru menunjukkan SIDS sering terjadi pada bayi yang posisi tidurnya tengkurap dibandingkan dengan bayi yang tidur terlentang atau miring.

Penyebab lain resiko ternjadinya SIDS yaitu :

  • Tidur tengkurap usia bayi kurang dari 4 bulan
  • Kasur yang empuk juga ternyata dapat menyebabkan SIDS jika usia bayi kurang dari 1 tahun
  • Terdapat riwayat SIDS pada saudara kandung
  • Bayi prematur
  • Ibu yang merokok
  • Ibu yang pencandu obat terlarang
  • Pada saat hamil bunda kurang memperhatikan kehamilan
  • Jarak hamil yang pendek diantara kehamilan sebelumnya.

Namun sejak para orangtua dianjurkan untuk menidurkan bayi dengan posisi terlendang atau miring terutama miring ke kanan, hampir mendekati 50% angka kematian karena SIDS telah menurun.

Berikanlah kasur yang padat bila perlu tidak usah menggunakan bantal dan akan sangat berpengaruh pada kesehatan bayi.

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Makan dan Tidak Suka Makan Sayur

Bunda Sering Mengalami Anak Yang Sulit Makan??

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Makan – Segala gangguan makan pada anak pasti ada penyebabnya contohnya anak tidak mau makan sayur atau suka mengemut makanan saat makan. Mungkin terjadi karena ketidak siapan anak untuk menjalani pola makan yang benar atau bisa jadi karena kesalahan diawal pengenalan makanan pada anak.

Sulit makan juga dapat terjadi karena si kecil tidak mendapatkan contoh dari lingkungan sekitar cara makan dan kebiasaan makan yang baik dan benar. Bila bunda membiasakan anak makan sambil berjalan-jalan atau bermain akan membuat si kecil tidak tahan duduk di meja makan dan akan sulit berkonsentrasi pada makanannya.

Tahukah bunda ternyata dengan membiasakan makan sambil jalan-jalan dapat membuat makanan tercemar debu, virus, bakteri sehingga dapat menimbulkan penyakit.

Lalu Bagaimana Cara Agar Anak Mau Makan??

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit MakanYang penting ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Jika anak sulit makan terutama dengan sayur sebaiknya biasakan makan bersama dan mengenalkan anak dengan berbagai makanan yang didalamnya terdapat sayuran walaupun perbandingannya lebih sedikit dari bahan yang lainnya.

Selain itu bunda juga dapat menciptakan kreasi makanan dengan bentuk yang lucu-lucu agar anak senang dan bersemangat untuk makan. Jangan lupa setiap hari hadirkanlah makanan dengan bentuk yang berbeda-beda agar anak tidak bosan.

 

 

 

 

Deteksi Alergi Anak Pada Makanan Sejak Dini

Alergi anak dapat diketahui dari reaksi yang ditimbulkannya, ada yang berupa gatal-gatal atau kemerahan pada kulit anak. Ada juga yang tidak timbul pada kulit tapi terjadi pada kondisi fesesnya menjadi terlihat lebih cair dan adapula yang sulit buang air besar.

Setiap anak memang memberikan respon yang berbeda pada gejala alergi, oleh karena itu bunda harus lebih mengenali apakah anak mengalami reaksi yang tidak wajar pada anak setelah mengkonsumsi makanan yang ia makan.

Kenali Juga Alergi Protein Susu Sapi Pada Anak

Gejala susu sapi hampir sama dengan gejala alergi makanan, bisa menyerang kulit, saluran cerna serta saluran pernapasan. Gejala yang biasa terjadi adalah gatal-gatal pada kulit, asma, dermatitis atau eksem kulit dan gangguan saluran pernapasan.

Reaksi alergi yang dialami mungkin terjadi sebelum 45 menit setelah anak minum susu sapi gejala yang timbul yaitu timbul bintik merah seperti campak atau gatal pada kulit dan gangguan pernapasan, ada pula reaksi yang timbul antara 45 menit hingga 20 jam setelah mengkonsumsi susu sapi gejala yang timbul adalah muntah atau diare. Sedangkan reaksi yang terlihat setelah lebih dari 20 jam setelah minum susu adalah diare, sulit buang air besar dan gangguan pada kulit.

Namun jika anak alergi terhadap susu sapi bukan berarti anak juga alergi pada daging sapi ya Bunda..

Intinya selalu berikan nutrisi yang terbaik untuk anak dan kenali kondisi juga alergi anak jika mengalami gejala yang tidak pada biasanya.

Pastikan makanan yang diberikan sehat dan bersih dari bakteri. Jangan lupa untuk selalu konsultasikan kepada dokter anak.

Pemberian MPASI Yang Sesuai Dengan Tahap Usia Si Kecil

Pemberian MPASI yang pertama kali sebaiknya makanan yang berbentuk lumat atau cair yang tertunya berbahan dasar makanan pokok agar si kecil tetap terpenuhi nutrisinya seperti yang terbuat dari tepung beras yang bebas gluten (gluten merupakan zat yang dapat menyebabkan alergi).

Jika bunda ingin memberikan buah, untuk tahap pertama bunda bisa memberikan si kecil pisang karena pisang teksturnya sangat lembut dan dapat dicerna oleh pencernaan bayi, jika bunda ingin memberikan jeruk sebaiknya pilih jeruk yang manis jangan yang terlalu asam karena lambung bayi belum bekerja secara sempurna.

Dalam memberikan makanan tentunya bayi memerlukan waktu untuk dapat membiasakan diri terdapat makanan yang diberikan terutama dalam hal rasa dan tekstur makanan. Oleh karena itu berikanlah makanan secara bertahap sesuai dengan kemampuan bayi, jika bayi sudah berusia 12 bulan keatas dan sudah dapat memberika makanan seperti yang kita makan sebaiknya bunda tidak memberikan perasa lain baik itu garam apalagi bumbu penyedap rasa ke dalam makanannya.

Dalam pemberian MPASI juga masih memerlukan ASI hingga usia 2 tahun, sebelum si kecil benar-benar bisa lepas dari ASI sebelumnya bunda pasti menyiasatinya dengan susu formula.

Tahukah cara yang tepat memilih susu formula untuk anak??

Susu formula mengandung zat-zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang memang dibutuhkan oleh tubuh anak untuk  membantu tumbuh kembangnya.

Jika bunda memilih susu formula untuk mengganti ASI setelah anak berusia diatas 2 tahun dan produksi ASI bunda sudah mulai berkurang dan akan lepas ASI maka pilihlah sesuai dengan spesifikasi sufor menurut usia anak.

Tapi bagaimana jika anak lebih suka minum susu dari pada makanannya??

Jika anak lebih suka minum susu daripada makanannya ini pasti akan membuat para bunda cemas, anak pastinya akan lebih suka susu formula tentunya karena anak hanya tinggal meminumnya beberapa menit saja dibandingkan harus makan makanan padat yang memerlukan waktu dan harus duduk ditempat duduk jadi anak tidak bisa bermain, padahal usia balita masih sedang aktif bergerak.

Berpengaruh juga pada sejak pemberian MPASI, jika bunda tidak memberikan si kecil beragam makanan dalam setiap menu makannya maka tidak heran jika mungkin anak bosan dan lebih memilih minum susu dibandingkan menghabiskan makanannya dan sudah kenyang oleh susu.

Itulah mengapa pemberian susu harus sudah dibatasi, cukup 2-3 gelas perhari yaitu pada pagi hari saat sarapan atau selingan diantara sarapan dan makan siang, kemudian selingan antara makan siang dan makan malam dan pada saat sebelum tidur malam.
pemberian mpasi

Usia Berapakah Seharusnya Bayi Boleh Berenang??

Apakah Bayi Sudah Boleh Berenang???

Berenang umumnya dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa, karena berenang merupakan salah satu olahraga yang menyehatkan bukan hanya dapat melatih pernapasan tetapi juga dapat melatih motorik anak.

Namun apabila berenang dilakukan oleh Bayi ataupun Balita, apakah boleh??

Jangan khawatir..Bayi yang usianya diatas tiga bulan sudah boleh diperkenalkan olahraga berenang, tentu saja bukan berenang yang harus menguras tenaga seperti orang dewasa ya Bunda..untuk tahap pertama hanya memperkenalkannya terhadap air saja. Apabila Bayi Bunda masih berusia kurang dari dua bulan, disarankan jangan dulu memaksakan Bayi Bunda untuk berenang karena sistem imuns bayi belum sempurna dan masih rawan terkena penyakit dari lingkungan sekitar seperti diare, infeksi telinga, dan saluran pernafasan.

Hal yang perlu Bunda ingat juga, sebelum usia enam bulan bayi belum dapat meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Jadi, sebaiknya Bunda hindari penggunaan air dingin dalam kolam renangnya. Gunakanlah air hangat bersuhu kira-kira antara 27-30 derajat Celcius.

Bunda dapat memberikan spa nyaman dengan kolam renang bayi di rumah ataupun Bunda bisa pergi ke tempat khusus yang menyediakan fasilitas spa untuk bayi. Alternatif lain bisa juga Bunda ajak ke kolam renang umum. Tetapi sekarang sudah mudah menemukan kolam bayi atau spa bayi dijual dipasaran seperti Kolam Renang Sugar Baby Swimming Pool yang sudah lengkap dengan ban leher, pompa dan mainan didalamnya.

berenang

Bila ingin memanfaatkan kolam renang umum atau spa hendaknya perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pilih suhu air kolam renang yang hangat.
Bayi belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Untuk itu, hindari suhu kolam renang/spa yang terlalu dingin. Idealnya, pilih kolam renang dengan suhu hangat dan terkontrol.

2. Gunakan baju renang.
Bila suhu kolam renang sudah diatur agar tetap hangat, tidak terlalu penting menggunakan baju renang atau tidak, gunakan saja swim diapers.

3. Lingkungan kolam yang termonitor.
Pilih kolam renang yang disertai penjaga, yakni seseorang yang mengerti bagaimana memberikan pertolongan pertama pada bayi dalam kondisi darurat.

4. Gunakan tabir surya khusus bayi.
Bila kolam renang berada di luar ruangan (outdoor), alangkah baiknya bayi menggunakan tabir surya yang khusus untuk bayi.

5. Frekuensi berenang.
Idealnya aktivitas bermain air pada bayi sekitar 20-25 menit per hari dengan frekuensi lima kali dalam seminggu. Atau 15-20 menit per hari dengan frekuensi setiap hari dalam seminggu. Hindari aktivitas di air lebih dari 30 menit karena dapat meningkatkan risiko hipotermia (kedinginan) pada bayi.

Namun bermain air juga sebaiknya tidak kurang dari 15 menit. Sebab, waktu yang terlalu pendek tidak memberikan cukup waktu bagi bayi untuk beradaptasi dan memelajari lingkungannya.

6. Perhatikan kadar klorin.
Cermati kadar klorin kolam renang. Di beberapa kolam renang ada papan khusus untuk informasi ini. Namun bila tidak ada tanyakan kepada pengelola kolam renang. Kadar klorin dalam kolam renang sebaiknya tidak terlalu tinggi karena dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Idealnya pemakaian klorin agar tidak menjadi polutan menurut American Chemistry Council antara 2,0 sampai 4,0 ppm (parts per million) meski tidak perlu, sampai di bawah 1,0 ppm.

7. Pilih kolam renang yang tak terlalu ramai.
Pilih kolam renang yang tidak terlalu ramai pengunjung, karena dapat membuat bayi tidak nyaman dan malah jadi rewel.

Memilih Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi, Apa Saja Sih Pertimbangannya?

Memilih Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi, Apa Saja Sih Pertimbangannya?

Momen kelahiran bayi adalah salah satu hal yang menyenangkan dan dinanti, terlebih jika ini adalah kelahiran pertama bagi Bunda dan keluarga.

Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi

Sebelum masa kelahiran tiba, Bunda akan disibukkan dengan berbagai persiapan, termasuk menyediakan pernak-pernik bayi.

Belanja kebutuhan bayi akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sambil memilih pakaian dan pernak-pernik berukuran mungil, senyum pun mengembang, membayangkan sang bayi akan mengenakannya nanti, benar bukan?

Salah satu perlengkapan bayi yang tidak boleh dilupakan adalah kaos kaki bayi dan sepatu bayi.

Dua benda ini dapat dibeli bersamaan dengan kebutuhan lain seperti pakaian bayi, selimut bayi, bedong bayi, popok bayi, tas bayi, perlengkapan makan dan minum bayi dan lain-lain.

Kaos Kaki Bayi

Tidak hanya merupakan bagian dari perlengkapan fashion, kaos kaki bayi merupakan perlengkapan tambahan yang biasanya dibeli untuk melengkapi pakaian dasar bayi.

Kaos kaki ini biasanya dijual satu paket dengan sarung tangan, tentunya dengan motif yang lucu dan menarik.

Sepenting Apa sih Kaos Kaki Bayi?

Untuk bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan, memang sebaiknya dipakaikan kaos kaki saja.

Bayi pada usia ini belum membutuhkan alas kaki seperti sepatu. Selain karena kulitnya masih sangat sensitif, penggunaan sepatu pada bayi dapat mengganggu pertumbuhan tulang kakinya.

  • Membuatnya lebih hangat

Kaos kaki bayi dapat membuat kaki bayi lebih hangat.

Rasa dingin yang terasa di kaki dapat merambat ke seluruh tubuh dan dapat membuat tubuh menggigil.

Kaos kaki juga dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak.

Bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan masih beradaptasi dengan dunia di luar rahim. Saat berada di dalam rahim ibu, bayi selalu merasa hangat dan nyaman.

Suhu yang dingin tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman hingga mengganggu tidurnya. Bayi juga rawan terkena hipotermia, dan cara menghindarinya adalah membuat bayi tetap hangat dengan pakaian, kaos kaki, sarung tangan, topi, dan selimut/bedung.

  • Mengurangi keringat berlebih di kaki

Kaos kaki bayi juga dapat mengurangi keringat berlebih pada kaki.

Kaki bayi yang baru lahir cenderung lebih mudah basah karena keringat.

Membiarkannya terbuka dengan maksud mengeringkan, justru akan membuat bayi kedinginan.

  • Membuat kaki bayi lebih halus

Kaos kaki bayi ternyata dapat membuat kaki bayi menjadi halus.

Bayi yang memakai kaos kaki, lebih mudah terhindar dari kulit bersisik dan kering. Hal ini karena kaos kaki bayi dapat menjaga kelembapan kaki dengan baik.

  • Menjaga kaki bayi agar tetap bersih

Kaos kaki bayi melindungi kaki dan menjaganya agar tetap steril.

Saat bayi baru lahir, akan ada banyak saudara dan kerabat yang menjenguk.

Kaos kaki bayi akan melindungi kulit bayi saat terjadi kontak dengan orang dewasa.

  • Menghindari iritasi akibat gesekan langsung dengan sepatu

Saat beranjak besar, bayi akan mulai dipakaikan sepatu. Kaos kaki bayi yang lembut bisa membantu menghindari gesekan langsung antara kaki dengan sepatu. Sehingga kulit bayi terhindar dari lecet atau iritasi.

Lalu Bagaimana Cara Memilih Kaos Kaki yang Tepat untuk Bayi?

Ada banyak sekali model dan jenis kaos kaki bayi yang dijual di pasaran, namun demikian kenyamanan adalah faktor terpenting yang harus diutamakan.

Untuk itu saat memilihnya nanti, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal ini:

  • Sesuaikan dengan usia bayi

Saat memilih kaos kaki bayi, sebaiknya sesuaikan dengan usia anak Bunda. Bayi baru lahir hingga tiga bulan membutuhkan kaos kaki yang pas dengan ukuran kakinya, sehingga bisa menghangatkan kaki dengan baik.

Sebaiknya jangan membeli kaos kaki bayi dengan ukuran yang lebih besar hanya karena ingin awet. Kaos kaki yang terlalu besar akan mengganggu dan sering terlepas saat bayi bergerak.

Namun, ayah dan ibu juga harus memilih kaos kaki yang tidak terlalu ketat. Sebaiknya sisakan ruang kurang lebih 0,5–1,5 cm, agar kaki bayi bisa bernapas dan bergerak dengan leluasa.

Kaos kaki untuk bayi baru lahir hingga 3 bulan biasanya berupa kaos kaki basic yang minim ornamen. Bagian alasnya pun tidak terlalu tebal.

Setelah bayi berusia 4-7 bulan, pilihan model kaos kaki bayi makin beragam. Pada usia ini, bayi bisa mengenakan kaos kaki yang modelnya seperti sepatu. Kaos kaki ini biasanya alasnya lebih tebal dan memiliki karet anti selip.

Pada usia di atas 4 bulan, bayi akan mulai belajar duduk atau merangkak.

Dan pada usia 7 bulan, bayi akan mulai belajar berdiri. Pada usia ini sebaiknya belikan kaus kaki dengan alas anti selip untuk menjaganya agar tidak terpeleset.

  • Pilih bahan yang tepat

Setelah memastikan ukuran kaos kaki yang tepat untuk usia bayi, yang harus diperhatikan selanjutnya adalah bahan dari kaos kaki itu sendiri.

Pilihlah kaos kaki bayi dengan bahan yang halus dan lembut.

Kaos kaki bayi berbahan katun halus, kaos, atau flanel lebih aman dan nyaman untuk kulit bayi. Sedangkan saat udara dingin, Anda bisa memilih kaos kaki berbahan wol agar kaki bayi tetap hangat.

  • Perhatikan karet kaos kakinya

Hal lain yang harus diperhatikan dalam memilih kaos kaki bayi adalah karet kaos kaki yang melingkar di kaki bayi.

Ayah dan ibu harus memastikan bahwa karet tersebut tidak melekat terlalu kuat, sebab jika terlalu kencang dapat menghambat peredaran darah pada kaki bayi.

  • Pilih warna dan motif yang sesuai

Setelah kriteria keamanan dan kenyamanan untuk bayi terpenuhi, Bunda bisa mulai memilih motif dan model kaos kaki bayi yang diinginkan.

Sebaiknya pilih warna dan model kaos kaki yang sesuai dengan jenis kelamin bayi.

Biasakan bayi laki-laki memakai kaos kaki dengan warna-warna maskulin seperti biru, hijau, coklat, atau hitam.

Kaos kaki untuk bayi laki-laki saat ini juga ada yang bermotif seperti sepatu sneakers, pantofel, kasual, dan lain-lain. Bahkan produsen sepatu prewalker juga membuat kaos kaki yang alasnya berupa karet tebal seperti sepatu.

Sebaliknya, bayi perempuan sebaiknya memakai kaos kaki bayi dengan warna dan model yang feminin. Ornamen dan hiasan kaos kaki bayi perempuan lebih beragam.

Pilihlah yang tidak membahayakan bayi. Kaos kaki untuk bayi perempuan umumnya berwarna merah muda, merah, kuning, atau warna-warna pastel.

Saat memilih warna dan model kaos kaki bayi, Bunda bisa menyesuaikannya dengan pakaian si bayi. Pakaian dan alas kaki dengan warna senada tentunya akan membuat penampilan bayi semakin lucu dan menggemaskan.

Nah Bunda, selain memilih kaus kaki yang tepat, ada hal-hal lain yang juga harus diperhatikan. Di antaranya, sebelum memakaikan kaos kaki baru untuk bayi, pastikan sudah dicuci dan dikeringkan dengan baik untuk menghindari infeksi kuman.

Jangan lupa juga untuk memeriksa bagian dalam kaos kaki bayi, dan pastikan tidak ada benang yang lepas di dalam kaos kaki tersebut. Benang yang lepas dapat membuat jari bayi terlilit.

Kebersihan kaki bayi juga harus diperhatikan sebelum memakai kaos kaki. Hal ini menghindari kulit bayi terkena kontak dengan kotoran dalam waktu lama. Bayi juga sebaiknya tidak dipakaikan kaos kaki dalam jangka waktu lama karena rentan menyebabkan tumbuhnya jamur.

Setelah memilih kaos kaki yang sesuai, perihal perawatannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Perawatan yang benar akan membuat kaos kaki bayi tetap awet dan terjaga. Salah satu yang harus diperhatikan adalah cara mencuci.

Kaos kaki bayi sebaiknya dicuci secara manual dengan tangan. Jika harus disikat, gunakan sikat yang lembut dan tidak merusak bahan kaos kaki tersebut.

Saat menyetrika kaos kaki, hindari memanaskan bagian karet karena akan membuat kaos kaki mudah kendor. Selanjutnya, simpan kaos kaki di lemari baju bayi secara berpasangan agar tidak mudah tercecer.

Lalu, Kapan Sebaiknya Bayi Memakai Sepatu Bayi?

Sepatu bayi ternyata tidak hanya sekadar pelengkap penampilan saja, namun juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah:

  • Melindungi kaki bayi dari benda-benda tajam.
  • Menyangga berat tubuh. Sepatu akan menjaga posisi kaki sebagai tumpuan berat badan saat bayi berdiri. Hal ini juga akan membantu bayi memiliki gaya berjalan yang benar.
  • Sepatu yang ergonomis akan membantu membentuk struktur kaki bayi yang benar dan normal.
  • Membantu dan menunjang proses berjalan pada bayi sesuai tahapan tumbuh kembangnya.

Pada prinsipnya, memilih sepatu bayi harus disesuaikan dengan usia bayi. Pemakaian sepatu yang tepat sesuai usianya, tidak akan mengganggu pertumbuhan kakinya.

Sebaiknya bayi mulai memakai sepatu pada usia 5 bulan.

Pada usia ini, bayi mulai merangkak dan membutuhkan sepatu yang terbuat dari bahan yang lembut. Pada fase merangkak, sepatu yang digunakan sebaiknya memiliki ujung dan tumit yang lentur dan kuat.

Bagian punggung kaki juga sebaiknya lebih tebal, agar dapat melindungi punggung kaki bayi saat menyentuh lantai. Pilihlah sepatu bayi yang tidak bertali agar lebih aman dan nyaman saat digunakan.

Memilih sepatu untuk bayi pun susah-susah gampang. Karena jika kita salah memilih sepatu bayi, ternyata bisa memengaruhi perkembangan kaki bayi.

Ukuran sepatu untuk bayi harus pas. Jika kekecilan, sepatu bayi bisa menghambat perkembangan tulang kaki, otot, dan jaringan ikat di bagian kaki.

Di sisi lain, membeli sepatu yang terlalu besar juga tidak disarankan.

Sepatu yang terlalu besar akan membuat bayi tidak nyaman bahkan kurang leluasa untuk bergerak. Kondisi yang tidak nyaman ini akan mempengaruhi motivasi bayi untuk belajar berjalan.

Sepatu Bayi Perempuan

Faktor kesehatan dan kenyamanan sebaiknya menjadi pertimbangan pertama bagi ibu dan ayah saat hendak memilihkan sepatu untuk si kecil.

Hal ini penting diperhatikan, mengingat terdapat banyak sekali model dan jenis sepatu bayi yang dijual di pasaran, terutama sepatu bayi perempuan.

Pilihan sepatu bayi perempuan lebih beragam. Mulai dari desain, warna, ornamen, hingga bahan pembuatannya.

Modelnya pun tidak hanya satu macam, ada yang berupa sepatu flat, bot, sneakers, dan sebagainya.

Bahan pembuatannya pun beragam, ada yang terbuat dari kanvas halus, flanel, beludru, hingga bahan anti air.

Ornamen atau hiasannya apalagi, mulai dari yang bertali atau perekat, pita, kancing, manik-manik, renda, dan sebagainya.

Dari sekian banyak pilihan, tentunya ayah dan ibu harus pintar-pintar memilih. Alas kaki sangat berpengaruh pada kenyamanan bayi. Belum lagi, terdapat banyak syaraf motorik di kaki bayi, yang bisa terganggu jika kita memilih sepatu yang salah.

Jadi, jangan hanya memilih berdasarkan bentuknya yang cantik dan lucu saja ya Bunda. Nah, supaya tidak keliru, coba disimak yang satu ini:

Tips bagaimana memilih sepatu yang tepat untuk bayi perempuan

  • Ukurlah kaki bayi secara akurat

Secara umum, sepatu yang tepat untuk bayi dan balita adalah yang ukurannya pas di kaki. Ukurlah kaki bayi ayah dan ibu saat sore hari.

Karena ternyata kaki si kecil lebih mengembang di sore hari dibandingkan saat siang. Jadi, carilah sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki bayi saat waktu tersebut.

Saat mencoba sepatu, kenakan sepatu baik di kaki kanan dan kiri.

Anatomi tubuh manusia memang berbeda ukurannya antara bagian kanan dan kiri. Pastikan sepatu bayi perempuan ayah dan ibu pas di kaki kanan dan kirinya.

  • Pilih sepatu berbahan ringan

Pilihlah sepatu yang berbahan ringan. Sepatu yang berat, selain akan menyulitkan bayi bergerak, juga dapat mengganggu tumbuh kembang postur bayi nantinya.

Bahan berpori seperti katun atau kanvas sangat sesuai untuk bayi, karena bahannya memungkinkan kaki untuk bernapas, sehingga tidak mudah bau atau melepuh.

Jika Bunda memilih sepatu berbahan beludru, pastikan bagian dalamnya berbahan kaos yang lembut, serta memiliki karet sol yang lentur. Sepatu dengan bahan beludru akan membutuhkan ekstra perawatan.

  • Perhatikan sol dan aksesorinya

Pilihlah sepatu dengan sol yang tidak licin. Beberapa sepatu bayi sudah dilengkapi dengan karet anti selip. Tujuannya, agar bayi yang baru mulai berjalan atau berdiri tidak mudah terpeleset.

Walaupun terlihat lucu dan menarik, hindari memberikan sepatu bayi perempuan bertumit pada bayi.

Selain berisiko terhadap keselamatannya saat berjalan, sepatu bertumit tinggi akan mengganggu fisiologis tumit dan pergelangan kaki bayi.

Selain itu, sebaiknya Bunda tidak memilih sepatu bayi perempuan yang bertali. Bayi belum bisa membetulkan tali sepatu yang terlepas. Tali sepatu yang terlepas bisa menjerat kaki bayi Anda saat bergerak.

Untuk si kecil yang aktif bergerak, sepatu bayi perempuan model perekat lebih mudah dan aman digunakan. Sepatu perekat dapat diubah dan disesuaikan ketat atau longgarnya.

Jangan lupa untuk memperhatikan aksesori yang menempel pada sepatu bayi. Pilih sepatu dengan aksesori yang aman dan tidak tajam, dan hindari sepatu dengan hiasan manik-manik, karena jika lepas ada kemungkinan tertelan oleh bayi.

Sepatu dengan ornamen glitter memang menarik. Namun, glitter pada sepatu akan mudah pecah dan rontok.

  • Kenali modelnya

Merupakan hal yang wajar jika ayah ibu ingin mendandani anak perempuannya secantik mungkin. Bayi perempuan memang memiliki daya tarik tersendiri. Tidak heran, pernak-pernik bayi perempuan banyak sekali jenisnya.

Sepatu bayi perempuan pun terdiri dari berbagai model. Tiap model sepatu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Mengenali fungsi sepatu bayi perempuan berdasarkan modelnya dapat memudahkan Anda dalam memilih sepatu untuk si kecil.

  1. Sepatu flat

Model sepatu bayi perempuan yang satu ini sering kita jumpai. Banyak produsen sepatu anak yang memproduksi model sepatu flat. Model sepatu ini sederhana namun pantas digunakan untuk acara apa pun.

Sepatu flat biasanya hanya menutup seluruh bagian telapak kaki dan sedikit bagian punggung kaki. Ada yang menggunakan pengait berupa perekat, ada pula yang menggunakan kancing.

Sepatu flat untuk bayi perempuan memberikan sentuhan feminin pada bayi Anda saat dipakai.

Sepatu flat dinilai paling nyaman di kaki bayi. Bahan untuk sepatu model ini bervariasi, mulai dari kulit, sintetis, beludru, dan lain-lain. Bagi Anda yang mudah bosan dengan desain dasar, Anda bisa memilih sepatu flat dengan ornamen yang beragam jenisnya.

  1. Sneakers

Sepatu model ini sangat cocok digunakan saat bepergian jauh. Sepatu ini didesain menutupi seluruh bagian telapak dan punggung kaki. Sepatu model ini dapat melindungi sekaligus memberi kehangatan pada kaki.

Bahan yang sering digunakan untuk model sepatu ini adalah kanvas atau kaos tebal. Sepatu sneakers memberikan kesan kasual ketika dipakai, sehingga cocok digunakan saat bepergian atau bermain.

  1. Model bot.

Sepatu bot digunakan untuk melindungi seluruh kaki. Panjang sepatu ini biasanya dari telapak kaki hingga betis, bahkan ada yang sampai dengkul atau paha.

Bahan sepatu bot bayi biasanya beludru atau bahan anti air yang memberi kesan mengilap dan mewah. Saat cuaca sedang dingin, sepatu bot dapat memberikan kehangatan secara menyeluruh pada kaki bayi.

Selain dari model dan kegunaannya, memilih sepatu bayi perempuan juga bisa dilakukan sebagai pelengkap penampilan.

Sepatu dengan warna yang netral tentunya akan cocok dikenakan bersama model dan warna baju apa saja. Tapi tidak ada salahnya bayi perempuan memiliki banyak sepatu dengan warna yang berbeda sesuai baju bayi Anda.

Sepatu Bayi Laki-laki

Berbeda dengan sepatu bayi perempuan, memilih sepatu untuk bayi laki-laki cenderung lebih mudah. Rata-rata orang tua yang memiliki bayi laki-laki akan memilih sepatu bayi laki-laki berdasarkan fungsinya.

Selain berfungsi untuk melindungi kaki bayi dari cuaca dingin atau benda-benda tajam. Sepatu bayijuga berfungsi untuk menjaga tumpuan saat bayi berdiri dan mencegahnya dari kemungkinan terpeleset.

Karena kebutuhannya lebih simple, pemilihan sepatu bayi laki-laki biasanya hanya difokuskan pada bahan dan modelnya saja.

Secara alamiah, perkembangan motorik bayi laki-laki cenderung lebih cepat dibandingkan bayi perempuan. Merupakan hal yang wajar jika bayi laki-laki lebih mengeksplorasi fisik dalam proses tumbuh dan kembangnya.

Bayi dan balita laki-laki akan sibuk mengeksplorasi sekeliling. Alas kaki yang mudah dan nyaman dipakai akan mendukung aktivitasnya.

Sampai usia tertentu, pertumbuhan fisik bayi laki-laki lebih cepat dibandingkan bayi perempuan. Tidak heran jika perlengkapan, seperti pakaian, kaos kaki, dan sepatu si kecil akan cepat kekecilan. Untuk itu, sebaiknya ukur ulang kaki bayi ayah dan ibu setiap 2-3 bulan sekali.

Hal ini untuk memastikan bahwa sepatu bayi laki-laki yang ayah dan ibu kenakan pada bayi tidak kesempitan. Sepatu yang sempit atau terlalu longgar dapat menimbulkan masalah pada tumbuh kembang kaki bayi Anda.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih sepatu bayi laki-laki:

  • Mudah dan nyaman dikenakan

Sepatu bayi laki-laki harus dapat mendukung kegiatannya yang cenderung aktif. Memilih sepatu yang mudah digunakan dapat membantu Bunda menghemat waktu dan tenaga saat mendandani si kecil.

Untuk bayi laki-laki pilihkanlah sepatu dengan model perekat, bukan yang bertali. Sepatu dengan perekat akan sangat mudah dilepas dan digunakan kembali.

Untuk memberikan kenyamanan pada kaki si kecil, pilihlah sepatu bayi laki-laki berbahan katun, kanvas, atau flanel.

Bahan-bahan ini dapat menjaga kelembaban kulit kaki bayi karena memiliki serat yang berpori. Pori-pori ini memungkinkan kulit bayi untuk bernapas sehingga produksi keringat tidak berlebih.

Telapak kaki bayi berkeringat dua kali lebih banyak daripada orang dewasa. Jangan lupa untuk memilih sepatu yang memiliki lapisan antibakteri di bagian dalamnya.

  • Ringan dan Aman

Sepatu bayi laki-laki dengan bahan yang ringan tidak akan membuat kaki bayi cepat  lelah. Bayi yang sedang belajar berjalan pasti membutuhkan energi lebih untuk bergerak. Sepatu berbahan ringan akan memaksimalkan motorik kasar bayi.

Dari sisi keamanan, sepatu bayi dengan bahan yang kokoh akan menjaga bayi dari kemungkinan terkilir. Sepatu yang kokoh akan membantu bayi menopang berat tubuhnya ketika berdiri.

Tidak hanya kokoh, sepatu bayi laki-laki juga harus memiliki sol yang lentur agar dapat mengikuti pergerakan bayi.

Penting diperhatikan oleh Bunda, pilihlah sepatu yang memiliki anti selip di bagian alasnya. Sama seperti sepatu bayi perempuan, anti slip akan menjaga bayi Anda yang mulai merangkak atau berdiri agar tidak mudah terpeleset.

  • Model dan Warna

Model sepatu bayi laki-laki juga beragam seperti sepatu olahraga, pesta, dan kasual. Anda bisa memilih untuk memiliki ketiga model tersebut agar dapat dipakai dalam acara yang berbeda pula.

  1. Sepatu olahraga

Sepatu bayi laki-laki dengan model sporty ini, memiliki desain sederhana layaknya sepatu olahraga pada umumnya. Warna dan hiasan yang digunakan pun cenderung monoton. Ornamen sepatu olahraga kerap kali hanya berupa garis atau logo.

Bahan sepatu model ini biasanya adalah kulit sintetis dan kanvas. Sol sepatu sporty sedikit lebih tebal dari model kasual dan memiliki alas sol yang tidak flat. Kelebihan sepatu ini selain nyaman dan praktis adalah sudah dilengkapi dengan anti slip.

  1. Sepatu pesta

Bayi laki-laki juga membutuhkan sepatu untuk menghadiri acara resmi. Sepatu pesta untuk bayi laki-laki modelnya tidak semenarik sepatu bayi perempuan. Model sepatu pesta untuk bayi laki-laki umumnya berbentuk pantofel atau bot yang sangat minim ornamen.

Warna sepatu pesta pun cenderung gelap seperti hitam atau coklat tua dan terbuat dari lapisan kulit sintetis yang sedikit mengilap. Sepatu pesta dapat memberikan kesan rapi saat dipakai oleh bayi.

  1. Sepatu kasual

Sepatu kasual untuk bayi laki-laki umumnya memiliki alas yang flat dan sol yang tipis. Sepatu bayi laki-laki model kasual terbuat dari bahan kanvas atau katun.

Sepatu kasual untuk bayi laki-laki memiliki desain dan model yang lebih variatif. Beberapa model yang digemari selain sepatu flat adalah sneakers dan bot. Hiasan dan ornamen sepatu bayi laki-laki cenderung lebih aman karena hanya berupa bordir motif.

Saat Anda memilih sepatu bayi laki-laki sebaiknya pilih yang berwarna kalem dan simpel. Adapun warna-warna maskulin yang cocok untuk bayi laki-laki adalah putih, hitam, coklat, atau biru. Sepatu dengan warna-warna ini akan mudah dipakai dan dipadankan dengan warna baju apa saja.

Tren fashion saat ini adalah menyamakan pakaian anak dan orang tua termasuk sepatu. Jika tidak bisa memilih model sepatu bayi laki-laki yang sama dengan ayahnya, pilih sepatu dengan warna yang sama.

Fungsi sepatu untuk bayi laki-laki dan perempuan secara umum sama. Faktor utama yang harus diperhatikan saat memilih sepatu adalah kenyamanan. Agar bayi nyaman memakai sepatu, ayah dan ibu bisa memakaikan kaos kaki sebelumnya. Selain hangat, kaos kaki bisa melindungi kaki bayi dari bagian dalam sepatu agar tidak lecet.

Perawatan Sepatu Bayi

Untuk menjaga sepatu tetap nyaman digunakan, kita harus merawatnya dengan baik. Sepatu untuk bayi harus lebih terjaga kebersihannya. Merawat sepatu bayi membutuhkan perlakuan khusus untuk tetap menjaga kualitasnya.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawat sepatu bayi adalah tidak terlalu sering mencucinya, tidak menjemurnya di bawah sinar matahari, disimpan dalam tempat yang bersih dan kering, dan sesekali diangin-anginkan.

Penting juga untuk diperhatikan oleh Bunda, bahwa sebaiknya sepatu bayi tidak diwariskan dari kakak ke adik. Postur kaki anak berbeda-beda. Ukuran dan model sepatu yang pas untuk kakak belum tentu cocok pada kaki si adik.

Jangan memaksa bayi memakai sepatu yang tidak nyaman hanya karena alasan gaya (stylish)! Bijak dalam memilih sepatu bayi perempuan atau sepatu bayi laki-laki turut menentukan kesehatan dan perkembangan fisik mereka. Semoga bermanfaat.

cara cepat anak belajar bahasa inggris

Tips dan Cara Cepat Anak Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini

Cara cepat anak belajar bahasa Inggris – Kapan anak belajar bahasa inggris???

 

Ada beberapa anggapan bahwa semakin muda usia maka akan semakin mudah mempelajari bahasa dari pada orang dewasa. Pendapat lain belajar bahasa asing sejak dini bukan menjadi jaminan. Ada pula yang berpendapat bahwa keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif ataupun kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya.

 

Hal ini terpacu pada obsesi para orang tua yang ingin anak mereka cepat bahasa asing.

 

Apakah beberapa anggapan itu benar??

 

Bagaimana menurut para ahli??

 

Beberapa pakar bahasa mendukung pandangan “semakin dini anak belajar bahasa asing, maka semakin mudah ia menguasai bahasa itu”. Misalnya, McLaughlin dan Genesse menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa.

 

Eric H. Lennenberg ahli neurologi berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal.

 

Usia 6-12 tahun memang merupakan masa emas atau masa yang paling ideal, untuk belajar selain bahasa ibu (bahasa pertama).

 

cara cepat anak belajar bahasa inggris

Periode kritis sering dihubung-hubungkan dengan proses pembelahan antara otak kanan dan otak kiri. Hasil penelitian neurologis menyebutkan bahwa pada usia menjelang dewasa fungsi-fungsi kemanusiaan terbagi menjadi dua bagian.

 

Fungsi intelektual, logika, analisis, dan kemampuan berbahasa berada pada otak bagian sebelah kiri sedangkan  fungsi yang berhubungan dengan emosi dan fungsi lain yang bersifat sosial dikendalikan oleh otak seblah kanan.

 

Pada saat memasuki proses pembelahan otak itulah masa peka bahasa berlangsung.

 

Cara cepat anak belajar bahasa Inggris – Bahasa asing memang terbukti diperlukan, maka dari itu sekarang para ibu berlomba-lomba memberikan pendidikan khusus untuk anaknya.

 

Tetapi bunda jangan lupa juga untuk mengajarkan bahasa Indonesia yang baik kepada anak-anak kita, karena kita tinggal di Indonesia tentu saja kita harus berbahasa Indonesia yang baik.

 

Bunda tidak dituntut untuk memberikan bahasa Indonesia yang baku tetapi anak tahu bahasa yang baik dan sopan yang patut diucapkan kepada orang yang lebih tua ataupun yang lebih muda.

 

Saya perihatin dengan perkembangan anak Indonesia sekarang, bukannya memperbaiki kata-kata dan berbicara dengan bahasa yang baik dan sopan tetapi banyak sekali anak-anak kecil yang melontarkan ataupun mengucapkan kata-kata yang tidak pantas didengar.

 

Terlebih lagi dengan fenomena bahasa gaul, anak muda sekarang menjadi tren dan bisa dibilang yang menguasai era zaman sekarang.

 

Kita seharusnya sebagai orang tua dapat memilih pendidikan dan lingkungan yang baik untuk adaptasi dan masa perkembangan anak.

 

by: duniabayi

mengajari anak cara agar bisa menabung dan mengumpulkan uang

Mengajari Anak Cara Agar Bisa Menabung dan Mengumpulkan Uang

Mengajari Anak Cara Agar Bisa Menabung dan Mengumpulkan Uang – Bunda ingin anak Bunda rajin menabung??
Mungkin sulit untuk melatih anak rajin menabung…
Hal yang paling penting dalam mendidik anak agar rajin menabung adalah keteladanan dari orang tua itu sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Dimulai dari orang tua membiasakan hal yang baik kepada anak-anaknya
Contoh kecilnya…
mengajari anak cara agar bisa menabung dan mengumpulkan uangBunda bisa menyediakan celengan kecil atau besar di setiap ruangan misalnya,taruh celengan di kamar si kecil, ruang tamu ataupun di dapur.
Setiap ada uang receh dan sisa dari uang belanja atau jajan si kecil biasakan untuk menaruhnya di celengan tersebut.
Jangan lupa untuk membuat celengan dengan bentuk yang menarik dan unik agar si kecil makin bersemangat untuk menabung.

Mengajari Anak Cara Agar Bisa Menabung dan Mengumpulkan Uang – Jadikan hal tersebut menjadi kebiasaan dalam keluarga dan jika perlu Bunda bisa menjadikan itu suatu ajang lomba berbanyak-banyak menabung.
Setiap akhir bulan celengan dapat dibuka dan celengan siapa yang paling banyak akan mendapatkan 2/3 bagian dari pemilik celengan yang lain.
Dengan demikian pasti anak-anak akan suka dan semangat untuk berlomba-lomba untuk menabung.

 

Disamping itu faktor lainnya terdapat pada lingkungan, lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak dan pribadi anak.
Lingkungan yang baik akan menciptakan pribadi yang baik pula, begitu pun sebaliknya lingkungan yang buruk akan berdapak pada pribadi yang buruk pula.
Tentu saja bunda tidak mau anak bunda mempunyai pribadi yang buruk bukan??
Oleh karena itu..

Tempatkanlah anak pada lingkungan yang jelas dan berpendidikan tapi jangan juga untuk melarang-larang anak.
Jika lingkungan itu tidak baik maka jelaskanlah hal tersebut secara halus dan beri alasan seperti ilustrasi sesuai dengan imajinasi anak kecil, anak pasti akan mengerti apa yang Bunda maksud.
Di sekolah latihlah juga untuk menabung, biasanya setiap sekolah pasti ada tradisi menabung.

Mengajari Anak Cara Agar Bisa Menabung dan Mengumpulkan Uang

Jika anak sudah terbiasa menabung maka akan menanamkan sifat anak yang mampu menahan diri, mereka akan membuat target dan planning untuk sesuatu yang mereka inginkan.
Jadi anak tidak mudah putus asa dan tidak selalu mengandalkan pemberian orang tua untuk apa yang mereka perlukan atau inginkan.

Demikian tips cara mengajari anak agar bisa menabung dari duniabayi

kecukupan gizi balita

Kecukupan Gizi Balita

Kecukupan gizi balita rata-rata yang dianjurkan per balita per hari dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu golongan umur 1-3 tahun dengan berat badan sekitar 12 kg dan tinggi badan sekitar 90 cm. Yang kedua adalah golongan umur 4-5 tahun dengan berat badan sekitar 18 kg dan tinggi kurang lebih 110 cm.

Kecukupan Gizi Balita 1-3 Tahun

  • Energi 1.000 kkalKecukupan gizi balita
  • Protein 25 g (10%)
  • Lemak 20-30%
  • Karbohidrat 60-65%
  • PUFA 10%
  • Vitamin A ugRE 450
  • B1 0.5 mg
  • B12 0.9 mg
  • Asam Folat 150 ug
  • Fluor 500 mg
  • Besi 0.6 mg
  • Zinc 8 mg
  • Kalsium 8.2 mg
  • Cairan (liter) 1.2-1.3

Kecukupan Gizi Untuk Balita 4-5 Tahun

  • Energi 1.550 kkal
  • Protein 39 g (10.1%)
  • Lemak 20-30%
  • Karbohidrat 60-65%
  • PUFA 10%
  • Vitamin A ugRE 450
  • B1 0.8 mg
  • B12 1.2 mg
  • Asam Folat 200 ug
  • Fluor 500 mg
  • Besi 0.6 mg
  • Zinc 9 mg
  • Kalsium 9.7 mg
  • Cairan (liter) 2-2.3

Demikianlah angka atau jumlah kecukupan gizi rata-rata yang dianjurkan untuk balita per orang per hari.

Apakah Boleh Bayi Usia 8 Bulan Makan Buah Apel?

APEL UNTUK BAYI ?

Mungkin bunda mempunyai bayi yang saat ini berusia 8 bulanan? Apakah sudah atau pernah diberikan buah apel? Mungkin ada Bunda yang sudah memberikannya karena memang bayinya mau tapi mungkin ada juga yang belum memberikannya karena misalnya belum tumbuh giginya.

Perlu diketahui bahwa bayi dalam mengunyah tidak menggunakan gigi, ya karena memang giginya belum tumbuh tentu saja. Gigi bayi yang tumbuh duluan adalah gigi bayi yang terletak di depan dan untuk mengunyah yang diperlukan adalah gigi belakang yang kebanyakan baru tumbuh ketika anak berusia 2 tahunan.

Untuk itu tidak perlu menunggu bayi tumbuh giginya untuk diberikan MPASI termasuk buah Apel seperti diatas. MPASI mulai bisa diberikan ketika usia bayi menginjak usia 6 bulan. Namun tentu saja harus diperhatikan pemberian MPASI harus dimulai dari makanan yang lembut dulu dan sedikit demi sedikit, perlahan-lahan mulai di berikan yang makin keras dan kasar.

Berbeda dengan orang dewasa, bayi mengunyah makanan dengan menggunakan gusinya. Didalam gusi bayi sebenarnya terdapat gigi yang belum tumbuh atau tidak kelihatan karena itulah bayi bisa mengunyah menggunakan giginya. Usia 6 bulan adalah fase kritis maka dari itu jangan sampai terlambat melatih dan menstrimulasi agar tidak terlambat karena kalau sudah terlanjur terlambat akan susah mengajarinya dikemudian hari.

zat besi untuk bayi

Zat Besi untuk Bayi

Zat Besi untuk Bayi

Apakah ibu menyusui yang mengkonsumsi makanan sumber zat besi disalurkan ke bayinya melalui ASI?

Ibu yang masih menyusui yang sehari-hari mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi akan disalurkan kepada bayinya melalui ASI namun ternyata yang disalurkan hanya sedikit saja. Anak usia 4-5 bulan disarankan oleh Ikadan Dokter Indonesia untuk diberikan suplemen zat besi.

Perlu dipahami bahwa tidak semua bayi memerlukan tambahan zat besi. Untuk memastikan apakah bayi memerlukan tambahan zat besi dan diberikan suplemen zat besi maka perlu dilakukan test labotarium.

Kondisi seperti apa sih bayi itu terindikasi kekurangan zat besi? Kondisi berikut dapat dijadikan indikasi bahwa bayi mengalami kekurangan zat besi, seperti:dibandingkan

  • malas menyusu
  • berat badan susah sekali naik

Jika antara bayi yang lahir normal dengan bayi yang lahir secara caesar maka bayi yang lahir normal umumnya mempunyai cadangan zat besi yang lebih baik. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ketika persalinan dilakukan secara caesar dimana pemotongan tali pusat lebih cepat dilakukan. Ketika persalinan berjalan normal maka pemotongan tali pusat biasanya tidak tergesa-gesa. Karena tali pusat yang tidak segera dipotong ini maka bayi mendapatkan bekal zat besi yang lebih baik sampai jangka waktu sekitar 6-12 bulan berikutnya.

Perlu diperhatikan bahwa terkadang dibayi ada yang sensitif ketika diberikan suplemen zat besi yang ditandai dengan sukar buang air besar / BAB. Bayi yang sudah MPASI atau berusia mulai 6 bulan sebaiknya mulai segera diberikan makanan sumber zat besi seperti hati ayam maupun sayuran seperti bayam.
Yakinkan Anda telah Like DuniaBayi di Facebook untuk mendapatkan update BERMANFAAT seputar bayi, ibu hamil dan ibu menyusui

Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Apakah si kecil sering rewel dan menangis seakan akan merasakan ketidaknyaman dengan kondisi tubuhnya?

Ketika perut sikecil membuncit dan apabila diketuk seakan terasa adanya perubahan dari kondisi perut bayi normal. Hal terseut terjadi dikarena adanya peningkatan jumlah gas di dalam saluran pencernaan sikecil atau dikenal dengan istilah kembung.

Pada usia bayi yang kurang dari 4 bulan kondisi tersebut terjadi dikarenakan organ pencernaan yang belum kuat sehingga mudah meningkatkan gas di perut dan dibagian ususnya, tapi meskipun begitu bunda tidak perlu khawatir.

Berikut Tips-Tips yang bisa bunda lakukan untuk Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi :

Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

  1. Menepuk lembut bagian punggung bayi

Untuk bayi berusia dibawah 6 bulan, pemberian ASI adalah nutrisi paling utama sehingga lebih sering mengkonsumsi ASI. Bunda perlu untuk menepuk bagian punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya, lakukan ini selama 1- 2 menit sampai bayi bersendawa. Karena kembung mulai menurun ketika bayi bersendawa.

  1. Menggosok bagian perut bayi

Bunda juga dapat menggosok perut bayi dengan lembut, bisa gunakan minyak telon untuk memberikan kehangatan di bagian perut bayi. Langkah tersebut dapat mengatasi perut kembung.

  1. Memberikan air hangat

Bunda bisa juga menggunakan air hangat untuk memandikannya, itu dapat mengatasi kembung pada bayi.

  1. Waspada dengan susu formula

Bunda perlu waspada dengan susu formula yg dikonsumsi bayi, karena beberapa ada yg bisa membuat kembung, untuk beberapa waktu bunda bisa menghindari susu formula

  1. Melakukan Latihan

Bunda bisa memberikan sedikit latihan kepada bayi dengan cara memegang kakinya dan kemudia bergerak perlahan-lahan, ini dapat meningkatkan gerakan usus dan mempermudah bayi untuk membuang gas

  1. Membiarkan Bayi Aktif

Bunda bisa mengisi waktu bayi untuk bermain, dengan begitu bayi akan aktif dan banyak bergerak sehingga membantu bayi mengeluarkan gas melalui sendawa

  1. Pilih Botol Susu Anti Holic

Jika bayi menggunakan botol saat minum susu, ada kemungkinan kembung pada bayi disebabkan karena terlalu banyak banyak menghisap gas yg tercampur susu, pilihkan botol anti holic yang dapat mengeluarkan udara dari botol bayi sehingga tidak ikut terhisap oleh bayi.

Jika bunda sudah melakukan tips-tips tersebut tetapi si kecil masih mengalami kembung?

Bunda bisa memberikan Pure Kids Aise Belly Natural Atasi perut kembung & masuk angin pada bayi dan anak secara alami.