Panduan Ibu Menyusui

Panduan dan tips serta trik seputar ibu menyusui dan Air Susu Ibu dan ASi eksklusif.

Bagi setiap manusia, perjuangan sudah dimulai ketika dari masa penciptaan.

Jutaan sperma hanya akan ada satu yang lulus menjadi janin/bayi. Pada beberapa kasus memang bisa jadi kembar dua pada umumnya dan sekali dua kali terdapat kasus kembar lebih dari dua.

Bayi yang lahir baik normal maupun caesar, membutuhkan ASI untuk bertahan hidup.

Bagi Bunda, menyusui bayi baru lahir dengan aneka situasi dan kondisi juga merupakan perjuangan berikutnya.

Sperma yang berjuang dan berhasil membuahi sel telur, kemudian akan berjuang membesarkan diri di dalam rahim ibunya.

Kemudian selanjutnya akan berjuang untuk lahir ke dunia.

Disamping bayi yang berjuang lahir tentu saja ibu juga berjuang melahirkan.

Perjuangan tentu saja tidak berhenti disini karena masih harus dilanjutkan dengan perjuangan memberikan ASi eksklusif sampai dengan 2 tahun, minima 6 bulan.

Dapatkan aneka cara, tips, trik dan panduan ibu menyusui, ASI eksklusif dan air susu ibu di blog Dunia Bayi.

Calon Ibu Wajib Tahu, Inilah Mengapa ASI Penting untuk Bayi

Calon Ibu Wajib Tahu, Inilah Mengapa Pentingnya ASI untuk Bayi

Usia nol hingga enam bulan adalah masa terpenting dalam pertumbuhan si buah hati. Dan selama masa ini ASI memegang peranan penting karena mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi.

Untuk itu, alangkah baiknya jika ibu memberikan ASI eksklusif. Artinya, selama masa enam bulan pertama hidupnya, bayi tidak mengonsumsi apa pun selain ASI.

ASI Penting untuk Pertumbuhan Bayi

Kandungan protein dalam ASI sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Nutrisi tersebut dapat dengan mudah diserap oleh bayi melalui air susu ibu. Inilah yang membedakan ASI dengan susu formula bayi.

Saat ini telah banyak produk susu formula khusus untuk bayi yang baru lahir. Sebenarnya kandungan nutrisinya juga baik. Namun, kelemahannya, nutrisi tersebut tidak dapat dengan mudah diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda halnya dengan ASI. Sebagai produk alami, nutrisi yang terkandung di dalam ASI mudah diserap oleh organ tubuh bayi yang masih belum bisa bekerja dengan maksimal.

ASI Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi

Selain itu, air susu ibu juga mengandung vaksin alami. ASI mengandung nutrisi penting yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi. Kandungan antibodi tersebut dapat melindungi bayi dari infeksi dan serangan penyakit, seperti penyakit TB atau tuberkolosis.

Dalam tubuh bayi, kandungan antibodi pada ASI akan diserap melalui dinding usus menuju organ kekebalan, yaitu timus. Antibodi  tersebut akan bekerja membantu sel-sel lain untuk dapat memerangi bakteri-bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh si bayi.

ASI Menyehatkan Mental

Memberikan ASI eksklusif juga dapat membantu menyehatkan mental anak. Sebuah penelitian dari Human Science Research Council, Afrika Selatan, mengungkapkan hal ini.

Peneliti membandingkan perilaku anak usia 7-11 tahun yang mendapatkan ASI eksklusif, dengan anak yang hanya mengonsumsi susu formula selama 6 bulan usia awal mereka.

Penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI eksklusif tidak berperilaku agresif yang bisa mengganggu lingkungan dan proses belajar. Selain itu, anak-anak tersebut lebih bisa menghargai diri sendiri, dan tentunya orang lain.

Bayi akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal jika mendapatkan ASI eksklusif dengan porsi yang pas. Menurut anjuran para ahli, sebaiknya ibu menyusui bayinya setiap 3-4 jam, atau 8-10 kali dalam sehari.

Selain itu, jangan enggan menyusui pada malam hari. Menurut penelitian, ibu memproduksi lebih banyak hormon pada malam hari. Karenanya, ASI yang dihasilkan pada malam hari akan lebih menyehatkan.

Pentingnya Memberikan ASI

Di samping berbagai manfaat di atas, masih banyak lagi kandungan nutrisi pada ASI yang menimbulkan efek positif untuk bayi. Termasuk di antaranya adalah zat Ganfliosida, yang berperan penting dalam meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.

Ganfliosida membantu menghubungkan sel-sel otak yang belum terhubung ketika bayi baru lahir. Terlebih, ASI mengandung lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan sel, jaringan otak, dan susunan saraf.

Manfaat Menyusui bagi Ibu

Ibu mana yang tidak ingin menyusui bayinya? Pasti semua ibu mendambakannya.  Dengan menyusui, kedekatan antara ibu dan anak akan terbina sejak dini. Juga, ini merupakan wujud kasih sayang sejak awal si kecil lahir di dunia.

ASI eksklusif bukan hanya bermanfaat untuk bayi. Menyusui juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu. Seorang ibu yang rutin memberikan ASI eksklusif bagi bayinya akan terhindar dari penyakit kanker payudara, kanker ovarium, bahkan diabetes.

Menyusui juga meningkatkan kesehatan mental. Ibu menyusui akan terhindar dari depresi, sehingga hubungan fisik dan emosional antara ibu dan anak, akan terpelihara dengan baik.

Bagi Bunda yang kesulitan menberikan ASI Ekslusif sekarang tidak perlu khawatir karena kini banyak sekali bahan-bahan herbal yang membantu melancarkan produksi ASI. Seperti yang satu ini..Mamasoya susu kedelai yang diperkaya dengan kandungan daun katuk dan rempah-rempah herbal lainnya yang sangat berkhasiat dan sudah terbukti.

Pentingnya ASI

➤➤➤ BEST SELLER pilihan banyak Ibu. Insya Allah tidak akan kecewa ★★★

Read more...
pompa asi elektik

Keuntungan Memakai Pompa ASI Elektrik bagi Ibu Menyusui

Keuntungan Memakai Pompa ASI Elektrik bagi Ibu Menyusui

Memerah ASI dengan menggunakan alat pompa ASI sepertinya menjadi salah satu solusi cerdas bagi ibu menyusui yang tidak sempat menyusui bayinya. Di pasaran, telah dijual beragam alat pompa ASI yang berkualitas.

Ada banyak pilihan alat pompa ASI yang bisa Bunda beli, mulai dari alat pompa ASI manual hingga alat pompa ASI elektrik. Nah, kali ini, Bunda akan disuguhi beberapa keuntungan memakai pompa ASI elektrik.

Apa Saja Keuntungannya?

  1. Mudah Dibawa

Pompa ASI elektrik memiliki bentuk yang cukup mudah untuk dibawa ketika bepergian atau bekerja. Jadi, Bunda tidak memerlukan tas khusus untuk membawanya. Bunda bisa membawanya di dalam tas kerja, kok.

Namun, pastikan Bunda membawa botol-botol steril untuk menampung ASI, ya.

pompa elektrik little giant

  1. Mudah Digunakan

Alat pompa ASI elektrik sangat mudah untuk digunakan, lo. Namun, ada 2 jenis alat pompa ASI elektrik yang harus Anda ketahui, yaitu alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga baterai dan yang menggunakan tenaga listrik.

Jika Bunda memiliki alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga listrik, Bunda perlu mencolokkan alat pompa ASI elektrik tersebut ke sakelar listrik.

Namun, jika Bunda memiliki alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga baterai, Bunda hanya perlu mengisikan baterai dan memencet tombol yang telah tersedia.

Pompa ASI Elektrik

  1. Mudah Dibersihkan

Pompa ASI elektrik biasanya terdiri dari beberapa bagian yang terpisah. Nah, Bunda bisa dengan mudah membersihkan bagian-bagian ini. Jangan lupa untuk membersihkan alat pompa ASI setelah selesai digunakan, ya.

Membersihkan alat pompa ASI segera setelah digunakan bertujuan untuk menjaga alat pompa agar tetap steril dan menghindari tumbuhnya bakteri jahat pada alat pompa ASI Bunda.

  1. Bunda Bisa Menghemat Waktu

Alat pompa ASI elektrik dilengkapi dengan tombol untuk memompa ASI secara otomatis. Jadi, Bunda tidak perlu memompa alat tersebut dengan tangan Bunda. Hanya dalam sekali tekan, ASI sudah terpompa dengan sendirinya.

Hal ini bisa menjadi satu hal yang menguntungkan bagi ibu menyusui yang tidak memiliki banyak waktu untuk memerah ASI. Hanya dalam waktu singkat, Bunda sudah mendapatkan ASI perah untuk bayi Bunda.

Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah alat pompa ASI elektrik yang memiliki pompa ganda. Pompa ganda ini memungkinkan Bunda untuk memerah ASI dari kedua payudara sekaligus.

  1. Bunda Bisa Menghemat Tenaga

Tanpa perlu memompa secara manual, Bunda sudah bisa mendapatkan ASI perah dengan mudah. Bukankah hal itu menyenangkan?

Beberapa ibu menyusui yang menggunakan alat pompa ASI manual menyatakan bahwa tangan mereka sering terasa pegal, terutama pada pagi hari. Rasa pegal ini dipicu oleh alat pompa ASI manual yang mereka gunakan.

Dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik, Bunda akan menghemat tenaga dan terbebas dari tangan pegal.

  1. Pada Beberapa Alat Pompa ASI Elektrik, Bunda Bisa Menikmati Pijat Payudara

Pijat payudara bisa menjadi salah satu cara agar ASI keluar dengan lancar. Pada beberapa alat pompa ASI elektrik, Bunda sudah bisa merasakan sensasi pijat payudara ini, lo.

Jadi, sebelum ASI dipompa keluar, payudara Bunda akan dipijat terlebih dahulu. Setelah sesi pijatan selesai, barulah ASI akan dipompa keluar dari payudara Bunda. Terdengar menyenangkan, bukan?

Nah, itulah 6 keuntungan yang bisa Bunda dapatkan ketika memakai alat pompa ASI elektrik. Namun, jika tidak dalam keadaan terpaksa, sebaiknya Bunda tetap menyusui sang buah hati secara langsung, ya.

Tapi jangan lupa ya bunda, saat membeli p0mpa ASI ada hal-hal harus diperhatikan.

Read more...
Manfaat menyusui

Inilah 5 Manfaat Menyusui Bagi Ibu Yang Wajib Diketahui

Inilah 5 Manfaat Menyusui Bagi Ibu Yang Wajib Diketahui

Manfaat Menyusui Bagi Ibu

Nutrisi yang terkandung di dalam air susu ibu (ASI) sangat berguna untuk kesehatan si kecil. Dengan memperoleh ASI eksklusif, bayi akan tumbuh secara maksimal. Kemampuannya untuk bertahan dari serangan penyakit juga ikut meningkat.

ASI juga terbukti menyehatkan mental anak. Seorang remaja yang memperoleh ASI eksklusif semasa bayi punya risiko kecil mengalami depresi. Dia juga tidak memiliki sifat yang agresif.

Selain bayi, ibu juga bisa mendapat banyak manfaat dengan menyusui. Apa saja kebaikan menyusui buat si ibu? Simak penjabaran berikut ini:

  • Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Ovarium

Menyusui dapat menurunkan risiko ibu terkena penyakit kanker payudara yang dipicu oleh produksi hormon estrogen yang berlebihan.

Ibu menyusui bisa terhindar dari risiko penyakit ini, karena menyusui bisa menekan jumlah hormon estrogen. Proses pembuatan ASI dalam tubuh ibu juga dapat membantu menghentikan pembentukan dan pertumbuhan sel kanker.

Penyakit kanker lain yang bisa dicegah dengan cara menyusui adalah, kanker ovarium.

Gejala penyakit kanker ovarium begitu sulit dideteksi. Inilah yang membuat tingkat kematian pada penderita penyakit ini cukup tinggi. Menurut beberapa penelitian, pembentukan sel kanker bisa disebabkan oleh tingkat ovulasi yang tinggi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur oleh ovarium pada rahim wanita. Proses ovulasi dapat ditunda dengan menyusui. Alhasil, pembentukan sel kanker pada ovarium juga bisa dicegah.

  • Menurunkan Diabetes

Pada masa kehamilan, tingkat gula darah ibu akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit diabetes gestasional. Bahkan dalam beberapa tahun berikutnya, diabetes juga berisiko semakin parah.

Melalui proses menyusui, risiko tersebut bisa dikurangi. Ibu yang menyusui bayinya, setidaknya selama 3 bulan sejak melahirkan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit diabetes.

Dalam waktu 3 bulan, metabolisme tubuh ibu mengalami perubahan. Tubuh ibu menyusui memproduksi lebih banyak fosfolipid (komponen utama pada membran sel) dan asam amino lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, dengan menyusui, lemak pada perut ibu akan berkurang. Kemungkinan, hal ini juga bisa meminimalkan risiko diabetes.

  • Menurunkan Berat Badan

Seperti telah disinggung di poin sebelumnya, menyusui dapat membantu mengurangi tumpukan lemak pada perut ibu. Sekali menyusui, tubuh ibu membakar hingga 300 kalori. Pembakaran yang cukup besar ini tentunya baik untuk penurunan berat badan.

Saking tingginya pembakaran, ibu menjadi lebih mudah lapar. Inilah sebabnya ibu menyusui merasa sulit untuk berdiet. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tepat akan membantu penurunan berat badan ibu sekaligus memproduksi air susu sesuai kebutuhan si bayi.

  • Memperkuat Tulang

Kesehatan tulang sangat dipengaruhi oleh asupan kalsium ke dalam tubuh. Ibu menyusui menyerap kalsium lebih banyak dari makanan karena kalsium juga dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

Pada masa menyusui, tulang mengalami proses remineralisasi. Kalsium-lah yang berperan penting dalam proses ini. Serapan kalsium dalam jumlah banyak membantu pembentukan kembali tulang-tulang ibu.

Menyusui juga dapat mengurangi risiko ibu terkena penyakit rheumatoid arthritis, penyakit yang menyerang sendi. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada sendi.

  • Mengurangi Depresi

Sebagian ibu mengalami depresi setelah melahirkan. Depresi setelah melahirkan ini biasa disebut dengan sindrom babyblues. Penyakit ini cukup wajar, karena proses persalinan menyebabkan hormon pada tubuh ibu menjadi tidak seimbang.

Ibu menyusui tidak akan mengalami depresi yang berlarut-larut. Saat menyusui, tubuh ibu akan menghasilkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin memiliki kemampuan untuk memicu otak untuk membantu menciptakan perasaan rileks dan meningkatkan rasa cinta.

Ibu menyusui akan merasa lebih menyayangi bayinya. Apalagi jika ibu dan buah hati sering berkomunikasi, baik verbal maupun melalui kontak fisik. Hormon oksitoksin akan meningkat, ibu menjadi lebih santai, stres pun berkurang.

Nah, ternyata ada banyak manfaat menyusui buat si ibu. Selamat menyusui ya, semoga ibu dan bayi selalu sehat.

Read more...

Inilah Daftar 10 Makanan Penambah ASI Yang Sangat Bagus

Inilah Daftar 10 Makanan Penambah ASI

Hingga berusia 6 bulan, makanan pokok bagi bayi adalah ASI. ASI sangat penting bagi kesehatan, kecerdasan, dan kekebalan tubuh bayi. Namun, bagaimana jika produksi ASI Anda kurang banyak?

Jika ASI kurang banyak, maka kebutuhan ASI bayi Anda pun kurang terpenuhi. Untuk meningkatkan produksi ASI, ada banyak cara yang bisa Anda tempuh.

Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan penambah ASI. Ya, beberapa makanan ternyata bisa memperbanyak produksi ASI Anda, lo.

Daftar 10 Makanan Penambah ASI yang Bisa Anda Konsumsi:

  1. Daun Katuk

Makanan Penambah ASI

Daun katuk memiliki bentuk yang mirip dengan daun bayam. Sayur yang berwarna hijau ini merupakan makanan penambah ASI yang sudah terkenal. Daun katuk memang memiliki beberapa kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk menambah jumlah ASI.

Daun katuk sangat nikmat jika dijadikan isian sup bening, lo. Jadi, jika Anda ingin menambah produksi ASI, makanan penambah ASI yang satu ini layak untuk Anda coba.

  1. Daun Bayam

daun bayam

Hampir sama dengan daun katuk, daun bayam memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi ibu menyusui. Sayur yang mudah didapatkan ini ternyata menjadi salah satu makanan penambah ASI yang digemari.

Namun, Anda perlu mengingat bahwa jika Anda memasak sayur bayam, maka Anda tidak boleh memanaskannya lagi, karena hal tersebut memicu terbentuknya zat yang berbahaya bagi tubuh.

  1. Pepaya

pepaya

Semua bagian dari pohon pepaya, kecuali pohonnya, bisa Anda gunakan sebagai makanan penambah ASI. Anda bisa mengonsumsi buah pepaya yang sudah matang atau memasak bunga dan daunnya.

  1. Wortel

wortel

Wortel dikenal memiliki kandungan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Namun, ternyata wortel bisa Anda gunakan untuk menambah kuantitas ASI, lo. Agar lebih efektif, wortel sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk jus rendah gula.

  1. Biji Jintan Hitam

biji jintan hitam

Biji jintan hitam banyak ditemukan di toko jamu atau obat tradisional. Biji jintan hitam ternyata termasuk dalam salah satu daftar makanan penambah ASI. Tenang saja, biji jintan hitam aman untuk ibu menyusui, kok.

  1. Daun Kemangi

daun kemangi

Daun kemangi biasanya disajikan sebagai lalapan mengiringi beberapa olahan makanan. Daun kemangi memiliki aroma khas yang segar. Rasanya pun tak kalah segar. Ternyata, daun kemangi bisa Anda gunakan untuk memperbanyak ASI juga.

  1. Sayur Pare atau Peria

pare

Mungkin, tidak banyak orang yang menyukai sayur pare karena rasanya yang pahit. Namun, di balik pahitnya rasa sayur pare, ternyata sayur ini bisa Anda gunakan untuk memperbanyak ASI.

Ada cara mudah untuk mengurangi rasa pahit pada sayur pare, lo. Caranya, belah pare menjadi dua bagian. Bersihkan bagian dalamnya dan cuci bersih. Kemudian, iris tipis-tipis. Lumuri irisan pare dengan garam dan remas-remas hingga keluar airnya.

Kemudian, Anda bisa mencucinya dengan air hingga bersih. Sekarang, pare siap untuk dimasak dan rasa pahitnya akan berkurang.

  1. Kacang Mete

kacang mete

Kacang mete dikenal sebagai camilan yang lezat. Di balik kelezatan mete, ternyata terkandung beberapa nutrisi penting untuk ibu menyusui, lo. Kacang mete termasuk dalam salah satu makanan penambah ASI yang lezat.

  1. Jagung Manis

jagung manis

Ternyata, kandungan protein dan karbohidrat dalam jagung manis bisa membantu Anda dalam memperbanyak ASI. Sebaiknya, konsumsilah jagung manis dengan cara direbus atau dibuat sup.

  1. Labu

labu

Segala macam labu, misalnya labu siam dan labu kuning, bisa Anda gunakan untuk memperbanyak ASI. Selain kuantitas ASI yang meningkat, labu juga bisa menghilangkan keluhan sembelit.

Nah, itu tadi daftar 10 makanan penambah ASI yang bisa Anda konsumsi. Selain mengonsumsi makanan-makanan tersebut, jaga pola makan, pola tidur, haya hidup, dan kesehatan, ya.

Keyword: ibu menyusui, makanan penambah ASI

Read more...
pompa asi

Hendak Membeli Alat Pompa ASI? Inilah Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui

Hendak Membeli Pompa ASI? Inilah Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui

Membeli Pompa Asi

ASI merupakan makanan pokok bagi bayi yang berusia 0 hingga 6 bulan. Namun, ibu menyusui dianjurkan untuk tetap memberikan ASI hingga bayinya berumur 2 tahun agar bayi memiliki tumbuh kembang yang sempurna.

Pentingnya ASI bagi bayi kini sudah dimengerti oleh para ibu menyusui. Namun, bagaimana dengan para ibu menyusui yang harus bekerja dari pagi hingga sore hari? Kapan mereka bisa menyusui anaknya?

Tenang saja, di pasaran sudah tersedia banyak alat pompa ASI, kok. Anda bisa memerah ASI dan menyimpannya. ASI yang sudah disimpan dengan baik ini bisa diberikan kepada bayi kapan saja.

Namun, banyaknya alat pompa ASI yang dijual di pasaran terkadang membuat para ibu menyusui menjadi bingung. Lalu, apa sih yang sebaiknya kita ketahui sebelum membeli alat pompa ASI?

Ini Dia! Hal yang Perlu Diperhatikan jika Akan Membeli Alat pompa ASI:

  1. Seberapa Sering Anda Akan Menggunakannya?

Jika Anda akan sering menggunakan alat pompa ASI, lebih baik beli alat pompa ASI elektrik dengan pompa ganda. Pompa ganda memungkinkan Anda untuk memerah ASI dari kedua payudara secara bersamaan.

Namun, jika Anda tidak akan terlalu sering memerah ASI, sebaiknya gunakanlah alat pompa ASI manual. Anda bisa memilih alat pompa ASI manual dengan pompa tunggal atau ganda sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Jangan Pernah Membeli Alat Pompa ASI Bekas.

Meskipun ada yang menawarkan alat pompa ASI bekas dengan harga yang sangat terjangkau, Anda tetap harus menolaknya. Alat pompa ASI didesain hanya untuk pemakai tunggal.

Artinya, Anda tidak boleh memberi, membeli, menerima, meminjam, dan meminjamkan alat pompa ASI dari atau kepada orang lain. ASI bisa saja mengandung beberapa bakteri dan virus, misalnya virus HIV yang sangat berbahaya.

Jika Anda membeli alat pompa ASI bekas dari orang lain, siapa yang bisa menjamin bahwa alat pompa ASI tersebut steril? Lebih baik, beli yang baru saja, ya.

  1. Perhatikan Ukuran Payudara dan Corong pada Alat Pompa ASI.

Jika Anda akan membeli alat pompa ASI, sebaiknya pastikan bahwa ukuran corong pada alat pompa ASI tersebut pas dengan ukuran payudara Anda. Hal ini bertujuan supaya ASI tidak merembes ke luar.

Selain itu, puting harus berada pas di tengah-tengah corong. Puting yang tidak berada di tengah corong akan rawan terkena gesekan, sehingga mengakibatkan luka lecet.

  1. Cari Tahu Ulasannya Melalui Internet atau Orang-Orang di Sekitar Anda.

Jika masih bingung dalam menentukan alat pompa ASI yang harus dibeli, sebaiknya mintalah pendapat orang-orang di sekitar Anda yang sudah pernah memakai alat pompa ASI.

Selain itu, Anda juga bisa mencari ulasannya lewat internet. Dengan cara ini, Anda akan mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing produk alat pompa ASI.

  1. Cari Tahu Cara Tepat Merawat dan Menggunakan Alat Pompa ASI.

Jika Anda hendak membeli alat pompa ASI, sebaiknya cari tahu juga cara merawat dan menggunakannya. Jangan sampai Anda malah merusak kualitas alat pompa ASI yang telah Anda beli.

Nah, itulah tadi 5 hal yang harus Anda perhatikan ketika hendak membeli alat pompa ASI. Meskipun alat ini merupakan solusi cerdas bagi ibu menyusui yang memiliki banyak kesibukan, menyusui secara langsung tetap harus diutamakan, ya.

Jika Anda terpaksa harus menggunakan alat pompa ASI, jangan sampai salah pilih, ya. Pilihlah dengan cermat sesuai kebutuhan Anda.

Karna ASI merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi yang belum dapat menerima makanan pendamping.

Read more...
ibu menyusui

8 Buah Yang Baik dan Bermanfaat Untuk Dikonsumsi Ibu Menyusui

Anda Adalah Ibu Menyusui? Sebaiknya Anda Berteman dengan Buah-Buahan Ini

ibu menyusui

Masa menyusui merupakan masa yang sangat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan. Apalagi, dalam masa ini sang ibu dituntut agar selalu memperhatikan kesehatan dan apa pun yang dikonsumsi.

Untuk menjaga kesehatan, beragam buah-buahan bisa Anda konsumsi setiap hari. Alasannya sederhana saja, karena buah dan sayur merupakan makanan menyehatkan bagi ibu menyusui. Lalu, apa saja buah yang baik untuk ibu menyusui?

Daftar 8 Buah yang Baik untuk Ibu Menyusui:

  1. Pepaya

pepaya

Buah pepaya yang memiliki rasa manis ini ternyata baik untuk ibu menyusui, lo. Buah ini kaya akan serat dan vitamin A. Selain baik untuk pencernaan Anda, pepaya bisa melancarkan produksi ASI.

Anda bisa mengonsumsi pepaya yang sudah matang maupun yang masih sedikit mengkal. Keduanya memiliki kandungan nutrisi yang sama, kok.

  1. Alpukat

buah alpukat

Buah yang satu ini dikenal sebagai buah yang kaya akan kandungan lemak baik. Selain itu, beberapa vitamin juga terkandung di dalam buah ini, lo. Namun, biasanya orang-orang tidak menyukai rasanya yang tawar.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa mencampurnya dengan madu, gula rendah kalori,  atau dengan buah-buahan lain yang manis.

  1. Jeruk

jeruk

Buah yang memiliki banyak kandungan air ini merupakan salah satu buah yang baik untuk ibu menyusui. Ada banyak nutrisi penting dalam buah ini, misalnya vitamin C, zat besi, zat antioksidan, asam folat, tembaga, dan kalsium.

Ibu menyusui memerlukan vitamin C yang lebih banyak, maka buah ini cocok untuk Anda jadikan camilan sehat.

  1. Mangga

mangga

Mangga juga merupakan salah satu buah yang baik bagi ibu menyusui, lo. Buah ini banyak mengandung serat dan bermacam-macam vitamin yang dibutuhkan oleh ibu menyusui.

Rasa buah mangga juga cukup manis. Namun, pastikan mengonsumsi buah mangga yang sudah benar-benar matang, ya. Buah mangga yang belum terlalu matang memiliki rasa yang asam dan tidak baik bagi kesehatan pencernaan Anda.

  1. Apel

apel

Buah apel merupakan buah yang baik untuk ibu menyusui karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak. Selain vitamin C, buah ini mengandung vitamin B, vitamin K, fosfor, zat antioksidan, dan asam omega 3.

  1. Jambu Biji

jambu biji

Jambu biji dikenal memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, lo. Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin B1, vitamin A, dan zat besi.

Namun, tahukah Anda? Jambu biji yang memiliki daging buah berwarna merah memiliki nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan jambu biji yang daging buahnya berwarna putih, lo.

  1. Stroberi

strawberry

Buah yang rasanya agak asam ini ternyata baik untuk ibu menyusui, lo. Buah yang mungil ini mengandung vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalsium. Selain itu, buah stroberi memiliki kandungan serat yang baik untuk saluran pencernaan Anda.

Jika Anda kurang suka akan rasanya yang sedikit asam, Anda bisa menambahkan madu atau gula rendah kalori ketika mengonsumsinya.

  1. Kelapa

kelapa

Siapa sangka, ternyata buah kelapa adalah buah yang baik untuk ibu menyusui, lo. Buah kelapa maupun air kelapa yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk memperbanyak produksi ASI Anda.

Selain itu, air kelapa mengandung elektrolit dan mineral yang sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. Untuk rasa yang lebih nikmat, pilihlah buah kelapa hijau yang masih muda, ya.

Nah, itulah tadi 8 buah yang baik untuk ibu menyusui. Selain memiliki rasa yang enak dan segar, ternyata buah-buahan tersebut baik untuk menjaga kesehatan Anda selama masa menyusui, lo.

Mitos atau fakta meminum air kelapa muda bisa digunakan untuk memutihkan kulit bayi?? Baca juga Manfaat Air Kelapa Muda Untuk Ibu Hamil

Jadi, jangan lupa sertakan buah-buahan ke dalam menu makan sehari-hari Anda, ya.

Read more...
meningkatkan produksi asi

Meningkatkan Produksi ASI Dengan Beragam Tips untuk Berikut

Simak Beragam Tips untuk Meningkatkan Produksi ASI Berikut – Ada kalanya ibu menyusui mengalami penurunan produksi ASI.

Hal itu bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti masalah hormonal, kekurangan nutrisi, anemia, dan stres.

Tentunya hal ini akan berakibat juga pada si bayi.

Untungnya, produksi ASI masih bisa ditingkatkan dengan berbagai cara, jadi ibu tidak perlu cemas.

Ibu masih tetap bisa memberikan nutrisi penting untuk bayi. Untuk itu, simak beragam tips untuk meningkatkan produksi ASI berikut ini.

  • Tingkatkan Intensitas Menyusui

Produksi ASI akan semakin lancar jika payudara sering mendapat rangsangan melalui isapan bayi ketika menetek. Semakin sering ibu menyusui, produksi ASI juga ikut meningkat.

Sebagai referensi, memberikan ASI selama 72 jam pertama kelahiran bayi bisa membantu merangsang produksi ASI.  Atau jika bayi sedang tidak mau menyusu, ASI bisa diperah dengan cara dipompa.

Jangan lupa untuk memberikan ASI dari kedua payudara secara bergantian, agar produksi ASI keduanya juga lancar.

Pada umumnya bayi butuh disusui setiap 3-4 jam sekali.

Saat menyusu, bayi akan menguras sekitar 70% ASI dalam payudara ibu. Setelah itu, payudara akan kembali memproduksi ASI secara alami.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk menjadwalkan rutinitas menyusui.

Bayi bisa tiba-tiba merasa lapar, dan ibu harus siap menyusui setiap saat bayi membutuhkan. Bahkan meski sedang tidur pada malam hari, bayi masih harus diberi asupan nutrisi dari air susu ibu.

Kadang kala bayi juga mengalami kesulitan atau tidak mau mengisap ASI dari puting.

Jika hal ini terjadi, ibu bisa melakukan pemijatan pada payudara dimulai dari pangkalnya.

Sebelum itu, kompres kedua payudara dengan handuk hangat selama beberapa menit. Gunanya, agar air susu tetap bisa keluar dengan lancar.

cara meningkatkan produksi asi untuk ibu menyusui

✿ Toko Dunia Bayi ✿ FREE ONGKIR ✿ Garansi Uang Kembali ☎ 0812 8931 8696

  • Makan dan Minum Secara Tepat

Zat yang paling dibutuhkan dalam produksi ASI adalah air. Air merupakan komponen utama pembuat ASI. Karenanya, ibu menyusui wajib minum banyak air putih.

Nutrisi alami yang terdapat dalam berbagai jenis buah dan sayur sangat baik untuk ibu menyusui.

Dengan mengonsumsi buah-buahan seperti, blueberry, alpukat, jeruk, dan pepaya, ASI yang diproduksi akan mengandung banyak vitamin. Vitamin-vitamin tersebut tentunya bermanfaat untuk kesehatan bayi.

Berbagai jenis makanan lain yang baik dikonsumsi ibu menyusui antara lain, susu rendah lemak, keju, sereal, ikan salmon, beras merah, kacang hijau dan merah, roti gandum, sayur bayam dan brokoli, kacang panjang, jagung, dan kentang.

Ibu menyusui diperbolehkan untuk minum kopi atau es, tetapi dalam jumlah yang wajar. Karena jika berlebihan, tentu akan berpengaruh juga pada si buah hati.

  • Meningkatkan Produksi ASI dengan Meningkatkan Hormon

Hormon oksitosin memegang peranan penting dalam proses produksi ASI. Memicu hormon oksitosin bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan bayi, juga dengan suami.

Membelai bayi, mengajaknya bercakap, atau menciumnya, bisa menambah jumlah hormon oksitoksin.

Hormon oksitosin juga bisa meningkat pada saat suami istri berhubungan intim.

Hormon oksitosin merupakan hormon cinta. Membangun kedekatan suami dan istri akan meningkatkan rasa cinta di antara keduanya.

Jika sedang berada dalam masa memberikan ASI eksklusif, sebaiknya ibu tidak mengonsumsi pil KB. Pil KB bisa menurunkan jumlah hormon yang berguna dalam pembuatan ASI.

Pada dasarnya, menyusui juga merupakan pencegah kehamilan, jadi bantuan pil KB tidak terlalu diperlukan.

Kasih sayang ibu kepada anak bisa tercermin melalui berbagai macam hal, salah satunya dengan memberikan ASI eksklusif.

Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk kebutuhan nutrisi bayi. Bayi akan tumbuh dan berkembang menjadi lebih sehat.

Jumlah ASI yang sedikit akan berdampak negatif buat bayi. Karenanya, semoga beberapa tips di atas bermanfaat.

Read more...
tentang air susu ibu

3 Fakta Penting Tentang ASI

3 Fakta Penting Tentang ASI – Tidak dapat dimungkiri bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alamiah bagi bayi.

Tidak saja karena ASI memberikan nutrisi yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi juga memberikan proteksi terhadap berbagai penyakit, infeksi, dan berbagai penyakit kronis dikemudian hari.

Selain menjadi sumber perlindungan utama, memberi ASI eksklusif pada bayi juga akan menimbulkan hubungan batin yang lebih erat antara ibu dan anak.

Ya, proses menyusui adalah awal terbaik untuk membesarkan buah hati yang berkualitas.

Karenanya, Anda perlu mengetahui fakta-fakta penting tentang ASI, berikut ini:

Produksi ASI Berbeda pada Setiap Ibu Menyusui

Dalam beberapa kasus, sering kita lihat ada beberapa ibu yang dapat mengeluarkan ASI dengan mudah dan lancar.

Sementara, ada juga ibu lainnya, yang kesulitan mengeluarkannya, atau produksi hanya sedikit.

Keadaan seperti inilah yang seringkali menyebabkan beberapa ibu menghentikan proses menyusui bayi dan menggantinya dengan susu formula.

Padahal, produksi ASI pada setiap ibu memang berbeda-beda.

Produksi ASI ini disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan bayi (demand and supply).

Perlu diketahui, bahwa di bawah areola ibu terdapat dua jaringan yang berfungsi sebagai tempat produksi susu (pabrik/alveoli) dan tempat menyimpan atau “gudang susu”.

Susu akan kembali diproduksi jika stok susu di “gudang/ Sinus Lacteferous” sudah habis.

Misalnya, bayi bisa menghabiskan 100 cc susu yang ada di “gudang” susu, maka secara otomatis pabrik susu akan memproduksi lagi sebanyak 100 cc. Dan, begitu seterusnya.

Lalu, kenapa bayi bisa kekurangan ASI?

Penyebabnya tak lain adalah cara menyusu yang salah.

Bayi yang harusnya bisa memperoleh 100 cc ASI, ternyata hanya memperoleh setengah atau bahkan hanya seperempat bagian dari yang seharusnya ia dapatkan, dikarenakan cara menyusui yang kurang tepat.

Hal ini akan berimbas pada produksi ASI selanjutnya, karena “pabrik” akan memasok sesuai dengan banyaknya ASI yang keluar dari “gudang”.

Beberapa ibu tidak menyadari hal ini, dan fatalnya ketika produksi ASI sedikit, mereka langsung mengintervensinya dengan susu formula.

tentang asi

Toko Perlengkapan Bayi ✔ FREE Ongkir ✔ GARANSI Uang Kembali ☎ 0812 8931 8696

ASI Bisa Terhambat Karena Stres

Pada dasarnya, semua ibu bisa menyusui.

Kalau pun dalam beberapa kasus, ASI tidak bisa keluar, hal ini erat kaitannya dengan faktor emosional sang ibu.

Untuk bisa mengalirkan ASI, seorang ibu membutuhkan refleks yang disebut let down reflex.

Dan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional ibu.

Jadi, meskipun alveoli (pabrik) susu mampu berproduksi dengan baik dan cukup, namun jika refleks tersebut bermasalah, air susu pun tidak dapat dialirkan.

Karena itulah, sangat penting bagi ibu untuk selalu menjaga kondisi emosionalnya. Dianjurkan agar ibu selalu bersikap tenang dan berpikir positif selama ia menyusui.

Payudara merupakan sumber makanan tiada henti

Ketika ibu menyusui, seringkali ibu menawarkan sisi payudara yang lain untuk diisap oleh bayi. Alasannya sederhana, khawatir bayi yang hanya menyusu sebentar tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya.

Benarkah demikian?

Nah, sebelumnya, bunda harus mengetahui, bahwa selain kolostrum (ASI pertama) yang banyak mengandung protein dan zat kekebalan tubuh, dalam menyusui ada dua jenis isapan dengan dua kandungan susu yang berbeda.

Pada isapan pertama, bayi akan mendapat foremilk yang lebih banyak mengandung air dan protein.

Sementara pada isapan yang kedua, bayi akan mendapatkan hindmilk. Yaitu susu yang banyak mengandung lemak dan karbohidrat.

Jadi, Bunda tak perlu khawatir ketika bayi hanya menyusu sebentar, bisa jadi ia hanya haus dan hanya membutuhkan foremilk.

Biarkan bayi yang memutuskan seberapa lama ia akan menyusu. Karena dialah yang tahu, apakah dia sedang lapar atau hanya haus.

Itulah beberapa fakta penting tentang ASI dan ibu menyusui yang perlu Bunda ketahui.

Semoga bermanfaat.

Read more...
tips menyusui

Tips Menyusui yang Sehat Untuk Ibu Menyusui

Tips Menyusui yang Sehat Untuk Ibu Menyusui – Tidak bisa dimungkiri bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir.

Bahkan, World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sekurang-kurangnya selama 6 bulan pertama usia bayi.

Baru kemudian, ibu menyusui bisa melakukan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) hingga usia bayi menginjak 2 tahun.

Agar pemberian ASI eksklusif dapat berjalan dengan lancar, tentu sang ibu juga harus memperhatikan kesehatannya. Dalam banyak kasus, kesehatan ibu menyusui justru seringkali terbengkalai.

Sering merasa lapar dan kurang istirahat adalah hal lumrah yang dialami oleh ibu menyusui. Sayangnya, hal itu kian diperparah dengan pola makan dan pola hidup yang kurang sehat.

Untuk mengatasi rasa lapar yang seringkali mendera, sang ibu biasanya lebih memprioritaskan makan sebanyak mungkin agar tidak lagi lapar dan memiliki tenaga untuk mengurusi si kecil.

Cara makan yang “asal banyak” inilah yang terkadang menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan pada ibu menyusui.

Berikut beberapa tips untuk ibu menyusui agar kesehatannya tetap terjaga.

  1. Pola Makan Sehat

Dalam masa menyusui, tubuh ibu juga akan bekerja untuk memproduksi ASI. Karenanya, suatu hal yang sangat wajar jika di masa ini, seorang ibu akan cepat merasa lapar.

ASI yang diserap oleh bayi telah mengambil pasokan nutrisi dan energi dari dalam tubuh ibu.

Selama proses menyusui, seorang ibu membutuhkan tambahan kalori ekstra sebesar 500 kilo kalori per hari. Untuk memenuhinya, dibutuhkan menu makanan yang sehat dan seimbang.

Kebutuhan gizi tersebut bisa ibu dapatkan dengan cara mengonsumsi buah, sayuran, dan makanan yang mengandung banyak protein, karbohidrat kompleks dan kalsium.

Ibu juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung santan, pedas, dan kecut. Selain karena makanan-makanan ini tidak baik bagi kesehatan ibu, makanan ini juga akan berdampak buruk bagi pencernaan bayi.

Selain itu, ibu menyusui juga harus menghindari makanan cepat saji dan minuman bersoda.

Makanan dan minuman tersebut dapat mengganggu perkembangan tubuh bayi, serta dapat mengganggu pencernaan, dan mengurangi kualitas ASI.

  1. Istirahat yang Cukup

Selain urusan makan dan minum yang sehat, hal penting lain yang perlu ibu perhatikan adalah masa tidur (istirahat).

Seperti yang kita ketahui, ketika ibu telah melahirkan, maka semua waktu akan terkuras untuk mengurusi bayi. Terlebih, di awal kehidupannya, pola tidur bayi belum teratur.

Waktu tidur yang terganggu dapat membuat daya tahan tubuh ibu melemah dan bisa jadi akan gampang terkena serangan penyakit.

Karenanya, penting bagi ibu untuk juga mendapatkan waktu istirahatnya.

Tidurlah kapan pun ibu bisa tidur.

Dan, waktu yang tepat untuk ibu bisa tidur adalah ketika bayi tidur. Jangan lagi gunakan waktu berharga ini untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau pekerjaan lainnya.

Pada masa ini, tentu dibutuhkan pengertian dan peran suami, serta anggota keluarga yang lain, agar tidak membiarkan ibu menyusui sendirian dalam mengasuh anak dan mengurus keluarga.

tips menyusui

COVER MENYUSUI, menyusui dimana saja dan kapan saja OK ☎ 0812 8931 8696

  1. Gunakan Pakaian yang Nyaman Ketika Menyusui

Masalah pakaian memang seringkali terkesan sepele dan sederhana.

Meski pada kenyataannya, masalah memilih pakaian juga suatu hal yang penting karena terkait dengan kenyamanan dan kesehatan.

Bagi ibu menyusui, dianjurkan agar tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat.

Pakaian yang terlalu ketat dapat menghambat aktivitas menyusui dan akan membuat tubuh ibu lebih mudah lelah.

Pilihlah baju yang menurut Anda nyaman dipakai, serta usahakan agar baju tersebut terbuat dari bahan yang memiliki daya serap tinggi agar dapat menyerap keringat dengan baik.

  1. Sempatkan untuk Olahraga

Barangkali sebagian dari kita akan berpikir, “apa iya ibu menyusui bisa dan sempat untuk berolahraga?”

Ibu menyusui memang tidak memungkinkan untuk melakukan olahraga berat karena kondisi tubuh yang masih lemah setelah melahirkan.

Tapi, ibu menyusui bisa melakukan olahraga yang cocok untuknya, yaitu yoga dan jogging. Kedua olahraga ini bisa dilakukan di rumah dan di sela-sela waktu menjaga anak.

Nah, itu tadi beberapa tips menyusui bayi baru lahir untuk menjaga kesehatan bagi ibu menyusui. Semoga bermanfaat.

Read more...
asi vs susu formula

ASI vs Susu Formula, Siapa Pemenangnya?

ASI VS Susu Formula? Siapa Pemenangnya? Ibu Menyusui Wajib Tahu Hal Ini

Pascamelahirkan, orang tua memang memiliki hak untuk memutuskan apakah bayi mereka akan menggunakan susu formula atau ASI ibunya sendiri sebagai nutrisi dalam tumbuh kembang bayi.

Seringkali, pilihan tersebut didasarkan pada pertimbangan tingkat kenyamanan, kesibukan, gaya hidup, dan beberapa pertimbangan medis.

ASI vs Susu Formula?

Berikut perbandingan antara keduanya yang perlu diketahui, agar Anda dapat mengambil keputusan terbaik bagi bayi.

Komposisi dan Kandungan Gizi

  • Air Susu Ibu (ASI)

Komposisi ASI dibedakan dalam 3 stadium, yaitu: kolostrum, Air susu transisi, dan air susu matur.

Kolostrum adalah cairan yang disekresi oleh kelenjar payudara pada hari pertama pasca persalinan.

Kolostrum ini mengandung protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih, dan antibodi yang tinggi jika dibandingkan dengan air susu matur.

Pada hari keempat hingga kesepuluh, air susu yang keluar dari payudara ibu adalah air susu transisi.

Pada tahap ini, immunoglobulin dan protein mengalami penurunan, sedangkan lemak dan laktosa mengalami peningkatan.

Setelah air susu transisi menjadi air susu matur, kandungan air susu terdiri dari foremilk dan hindmilk.

Foremilk adalah air susu dengan kandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral, dan air. Sedangkan hindmilk kaya akan lemak dan nutrisi.

Selain baik bagi kesehatan dan antibodi, kandungan-kandungan gizi dalam ASI terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Anak yang menerima ASI terbukti memiliki tingkat fungsi kognitif yang lebih tinggi.

  • Susu Formula (sufor)

Susu formula merupakan susu sapi yang diformulasikan sedemikian rupa sehingga menyerupai ASI.

Zat-zat gizi yang terkandung dalam susu formula memang hampir menyerupai ASI. Hanya saja, meski memiliki kandungan laktosa yang sama, tidak seperti laktosa ASI yang mudah diserap, laktosa dalam susu formula belum tentu bisa diserap oleh bayi.

Selain itu, antibodi, probiotik, dan immunologlobulin yang terkandung dalam ASI tidak akan pernah bisa digantikan oleh susu formula. Karena kandungan tersebut diturunkan langsung oleh sang ibu.

Pengaruhnya Terhadap Psikologis Ibu dan Bayi

Perlu diketahui bahwa proses menyusui bukanlah sekadar proses memberi makan bayi, tetapi, juga merupakan proses untuk membangun ikatan psikologis dan emosional antara ibu dan bayi.

Ibu yang memilih menyusui bayinya secara langsung (ASI Eksklusif) akan memiliki ikatan emosional yang lebih kuat jika dibandingkan dengan ibu yang memberi susu formula pada bayinya.

asi vs susu formula

Toko Perlengkapan Bayi, GARANSI UANG KEMBALI ☎ 0812 8931 8696

Pengaruhnya Terhadap Pencernaan

Selain mengandung zat gizi yang sesuai untuk bayi, ASI juga mengandung enzim-enzim yang memudahkan proses pencernaan zat gizi tersebut. Hal ini penting, mengingat sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya matang.

Kemudahan Penyajian

Untuk menyajikan ASI eksklusif, seorang ibu memang tidak perlu repot mempersiapkan pembuatan susu. Tidak perlu repot mensterilkan botol serta mengatur suhu seperti yang harus dilakukan oleh ibu saat menyajikan susu formula.

Jika Anda adalah wanita bekerja, Anda juga harus pandai mengatur waktu agar tetap bisa memompa ASI sesuai dengan jadwal kerja Anda.

Sementara untuk susu formula, penyajian susu dapat dilakukan oleh siapa pun dan kapan pun. Pasangan Anda dapat membantu, atau Anda bisa meninggalkan susu formula pada pengasuh.

Pengaruhnya Bagi Ibu Menyusui

Bagi ibu menyusui, pemberian ASI eksklusif akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kehidupannya. Ibu yang memilih susu formula sebagai asupan nutrisi bayinya, lebih leluasa untuk memilih asupan makanan bagi dirinya.

Adapun ibu menyusui harus pandai mengatur pola makan, karena itu juga akan berpengaruh terhadap bayi. Bahkan terkadang, ibu menyusui harus menghindari jenis makanan tertentu demi kesehatan sang buah hati.

Selain itu, proses menyusui atau pemberian ASI eksklusif juga telah terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, diabetes, penyakit jantung, dan kanker ovarium pada ibu.

Itulah ASI vs Susu Formula

Jadi, pilih mana? ASI atau susu formula, Bunda?

Read more...
macam macam vaksinasi

Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi

Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi – Bayi yang baru lahir memang telah memiliki antibodi yang berasal dari sang ibu sejak dia masih dalam kandungan.

Hanya saja, antibodi atau kekebalan ini hanya dapat bertahan dalam hitungan minggu atau bulan. Setelah itu, bayi akan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.

Bayi perlu membangun dan memproduksi antibodinya sendiri, dan Anda bisa mewujudkannya dengan pemberian ASI eksklusif.

Selain melalui pemberian ASI, tindakan lain yang dapat membantu menambah daya tahan tubuh bayi adalah dengan imunisasi.

Imunisasi merupakan program pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin.

Vaksin ini berisi jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan untuk merangsang pembentukan sistem imun dan antibodi di dalam tubuh.

Antibodi inilah yang nantinya akan melindungi tubuh dari serangan bakteri atau virus tersebut di kemudian hari.

Macam macam imunisasi

Setidaknya, ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Yaitu:

  • Vaksin BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis, infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.
  • Vaksin Hepatitis B, guna melindungi tubuh dari virus hepatitis B yang bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati.
  • Vaksin Polio, untuk melindungi tubuh dari serangan virus polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
  • Vaksin DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis), vaksin ini untuk mencegah tiga penyakit, yaitu difteri (Infeksi saluran pernapasan), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan/batuk dalam waktu yang lama).
  • Vaksin Campak, untuk melindungi bayi dari penyakit campak.

Vaksin-vaksin tersebut diberikan pada bayi dengan cara yang beragam, bisa dimasukkan (diteteskan) ke dalam mulut, disuntikkan, atau dengan cara disemprotkan. Untuk selanjutnya, diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh bayi dapat terbentuk dengan baik.

macam macam vaksinasiPemberian vaksin dan pemberian ASI yang sama-sama bisa menghasilkan antibodi bagi tubuh bayi, seringkali menimbulkan pertanyaan, “Bolehkah memberikan ASI pada bayi yang divaksinasi?” Atau “Berapa lama jarak antara pemberian ASI dengan pemberian vaksin?”

Selama ini, para dokter tidak mengizinkan ibu untuk menyusui anaknya ketika vaksinasi karena ditakutkan bayi akan tersedak.

Namun, pada tahun 2015, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan agar para ibu menyusui bersedia memberikan ASI-nya selama atau sesaat sebelum sesi vaksinasi.

Pemberian ASI Mampu Menghilangkan Rasa Sakit dan Trauma

Seperti yang kita ketahui, pemberian ASI eksklusif pada bayi tidak hanya sekadar proses pemberian makanan, melainkan juga untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan pada bayi.

Saat bayi diimunisasi, utamanya imunisasi suntik, tentu bayi akan mengalami kesakitan. Dan, dengan pemberian ASI ketika imunisasi, endorfin yang terkandung dalam ASI bisa bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit.

Cara ini telah terbukti mampu mengurangi rasa sakit dan tangis bayi. Cara ini dianggap lebih efektif dibandingkan cara-cara sebelumnya, seperti memberikan air, larutan manis, atau ASI perah pada bayi.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang diberi ASI hanya menangis antara 14 detik hingga 2 menit. Berbeda dengan bayi yang tidak diberi ASI, mereka cenderung menangis antara 35 detik hingga hampir 3 menit setelah vaksin disuntikkan.

Dekapan ibu yang menyusui, serta kontak langsung (kulit-ke-kulit) antara bayi dan ibu, telah terbukti mampu mengalihkan perhatian bayi dari jarum suntik, serta menenangkannya dari tangisan dan trauma.

Sedangkan untuk pemberian vaksin polio, ibu menyusui dapat memberikan ASI segera setelah bayi diimunisasi polio oral. Dengan syarat, umur bayi telah lebih dari 1 minggu.

Sedangkan bagi bayi yang belum genap berumur satu minggu, dikhawatirkan kolostrum (ASI pertama) yang kaya akan antibodi dengan titer tinggi akan mengikat vaksin polio oral.

Demikian tadi sedikit ulasan mengenai pemberian ASI saat Imunisasi. Semoga bisa menambah wawasan dan membuat Ibu lebih tenang menghadapi masa imunisi Bayinya.

Demikian Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi.

Read more...