4 Masalah Puting Sakit yang Sering Dialami Ibu Menyusui

puting sakit

4 Masalah Puting Sakit yang Sering Dialami Ibu Menyusui

4 Masalah Puting Sakit yang Sering Dialami Ibu Menyusui dan Cara Menanganinya – Periode menyusui merupakan momen penting bagi ibu dan bayi.

Karena pada masa inilah kedekatan dan ikatan di antara keduanya mulai dibangun.

Namun sayangnya, di masa awal menyusui, sering muncul beberapa gangguan, yang menyebabkan seorang ibu was-was dan khawatir dalam menyusui si kecil.

Berikut beberapa masalah seputar puting sakit yang sering dialami oleh ibu menyusui, dan cara untuk menanganinya.

Puting Sakit karena Payudara Bengkak

Masalah yang sering dihadapi oleh ibu menyusui di hari ketiga atau keempat setelah melahirkan, adalah payudara bengkak (engorgement).

Pada kondisi ini, kedua payudara ibu terasa lebih penuh, lebih tegang, terasa sakit dan nyeri.

Di saat ini pula akan mulai timbul kemerahan pada kulit payudara, serta ASI tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga bayi akan rewel saat menyusu.

Kondisi engorgement (payudara bengkak) ini disebabkan oleh adanya statis di vena dan pembuluh darah bening yang merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi.

Menghadapi kondisi yang demikian, para ibu biasanya lebih memilih untuk menghindari menyusui dengan alasan sakit dan nyeri.

Kemudian, lebih memilih memberi makanan tambahan (prelacteal feeding) untuk bayi maupun susu formua.

Padahal, tindakan tersebut justru akan semakin memperburuk keadaan.

Payudara ibu akan semakin penuh dan membengkak karena sekresi ASI terus berlangsung. Selain itu, refleksi oksitosin pun tidak akan terjadi dan ASI tidak dapat dikeluarkan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting susu) lebih menonjol, sedangkan puting susu menjadi lebih datar sehingga bayi akan semakin kesulitan untuk mengisap ASI.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi seperti ini, yaitu:

  • Jika produksi ASI melebihi kebutuhan bayi, Anda bisa mengeluarkannya dengan menggunakan pompa. Menyusui bayi juga tidak harus terjadwal. Anda bisa menyusui bayi kapan pun saat bayi menginginkannya.
  • Lakukan perawatan payudara secara teratur. Anda bisa mengompres payudara dengan air dingin untuk mengurangi rasa sakit. Pengompresan menggunakan air hangat sebelum menyusui berguna untuk memudahkan bayi mengisap puting susu.

Anda juga bisa melakukan pemijatan (massage) dari puting susu ke arah payudara. Hal ini penting untuk melancarkan peredaran darah dan menghindari terjadinya statis di pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

puting sakit

Shiren Sungkar meminumnya LHO… Meningkatkan produksi ASI sd 900%… ☎ 0812 8931 8696

Puting Sakit karena Lecet

Masalah puting susu terasa nyeri dan lecet bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah posisi yang salah pada saat menyusui. Yakni, bayi hanya mengisap puting dan tidak sampai pada areola.

Keadaan seperti ini bisa juga disebabkan oleh tali lidah bayi (frenulum linguae) yang pendek, sehingga bayi tidak dapat mengisap hingga areola.

Adanya tekanan secara terus menerus pada bagian puting inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan lecet pada puting susu.

Hal lain yang bisa menyebabkan puting susu lecet adalah pemakaian sabun, krim, alkohol, dan benda-benda lain yang dapat menyebabkan iritasi.

Untuk menghindari kondisi ini, usahakan untuk menyusui dengan cara yang benar dan hindari pemakaian bahan-bahan kimia untuk membersihkan putting susu, setelah menyusui.

Saluran Susu Tersumbat

Masalah lain yang juga kerap dialami oleh ibu menyusui adalah terjadinya penyumbatan saluran susu  atau obstructive duct.

Terjadinya sumbatan pada satu atau lebih saluran susu ini, bisa disebabkan oleh tekanan jari waktu menyusui, pemakaian BH yang terlalu ketat, serta komplikasi berlanjut dari payudara yang membengkak.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menggunakan BH yang didesain untuk menopang atau menyangga payudara, bukan untuk menekan payudara
  • Bila payudara masih terasa penuh setiap kali selesai menyusui, Anda bisa mengeluarkan ASI untuk menghindari penyumbatan pada saluran susu
  • Melakukan perawatan payudara pasca melahirkan secara teratur.
puting lecet

Baju kotor karena rembesan ASI? Atasi dengan Breastpad Baby Oz. 0812 8931 8696

Radang Payudara (Mastitis)

Radang payudara (mastitis) bisa dikatakan sebagai komplikasi dari saluran susu yang tersumbat. Pada kondisi ini, telah terjadi infeksi yang menimbulkan reaksi sistemik pada ibu.

Gejala-gejala yang bisa diamati antara lain kulit nampak lebih merah, payudara menjadi  lebih keras dan nyeri, serta munculnya benjolan-benjolan.

Dalam kondisi seperti ini, ibu perlu mendapatkan pengobatan, baik itu antibiotika, antipiretik/penurun panas, dan analgesik/pengurang nyeri.

Dianjurkan pula untuk memperbanyak minum air putih serta istirahat yang cukup untuk mengurangi reaksi sistemik (demam).

Jika memungkinkan, ibu menyusui juga bisa melakukan senam laktasi untuk membantu memperlancar peredaran darah dan limfa di daerah payudara.

Hal ini penting untuk mengurangi potensi terjadinya abses payudara pada ibu yang telah mengalami mastitis.

Demikian beberapa masalah puting sakit seputar payudara yang kerap dialami oleh ibu menyusui.

Semoga dengan mengetahui penyebab serta cara menanganinya, Anda bisa terbebas dari masalah payudara sakit atau puting sakit dan bisa menyusui dengan baik.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.