Memilih Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi, Apa Saja Sih Pertimbangannya?

Memilih Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi, Apa Saja Sih Pertimbangannya?

Memilih Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi, Apa Saja Sih Pertimbangannya?

Momen kelahiran bayi adalah salah satu hal yang menyenangkan dan dinanti, terlebih jika ini adalah kelahiran pertama bagi Bunda dan keluarga.

Sepatu Bayi dan Kaos Kaki Bayi

Sebelum masa kelahiran tiba, Bunda akan disibukkan dengan berbagai persiapan, termasuk menyediakan pernak-pernik bayi.

Belanja kebutuhan bayi akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Sambil memilih pakaian dan pernak-pernik berukuran mungil, senyum pun mengembang, membayangkan sang bayi akan mengenakannya nanti, benar bukan?

Salah satu perlengkapan bayi yang tidak boleh dilupakan adalah kaos kaki bayi dan sepatu bayi.

Dua benda ini dapat dibeli bersamaan dengan kebutuhan lain seperti pakaian bayi, selimut bayi, bedong bayi, popok bayi, tas bayi, perlengkapan makan dan minum bayi dan lain-lain.

Kaos Kaki Bayi

Tidak hanya merupakan bagian dari perlengkapan fashion, kaos kaki bayi merupakan perlengkapan tambahan yang biasanya dibeli untuk melengkapi pakaian dasar bayi.

Kaos kaki ini biasanya dijual satu paket dengan sarung tangan, tentunya dengan motif yang lucu dan menarik.

Sepenting Apa sih Kaos Kaki Bayi?

Untuk bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan, memang sebaiknya dipakaikan kaos kaki saja.

Bayi pada usia ini belum membutuhkan alas kaki seperti sepatu. Selain karena kulitnya masih sangat sensitif, penggunaan sepatu pada bayi dapat mengganggu pertumbuhan tulang kakinya.

  • Membuatnya lebih hangat

Kaos kaki bayi dapat membuat kaki bayi lebih hangat.

Rasa dingin yang terasa di kaki dapat merambat ke seluruh tubuh dan dapat membuat tubuh menggigil.

Kaos kaki juga dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak.

Bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan masih beradaptasi dengan dunia di luar rahim. Saat berada di dalam rahim ibu, bayi selalu merasa hangat dan nyaman.

Suhu yang dingin tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman hingga mengganggu tidurnya. Bayi juga rawan terkena hipotermia, dan cara menghindarinya adalah membuat bayi tetap hangat dengan pakaian, kaos kaki, sarung tangan, topi, dan selimut/bedung.

  • Mengurangi keringat berlebih di kaki

Kaos kaki bayi juga dapat mengurangi keringat berlebih pada kaki.

Kaki bayi yang baru lahir cenderung lebih mudah basah karena keringat.

Membiarkannya terbuka dengan maksud mengeringkan, justru akan membuat bayi kedinginan.

  • Membuat kaki bayi lebih halus

Kaos kaki bayi ternyata dapat membuat kaki bayi menjadi halus.

Bayi yang memakai kaos kaki, lebih mudah terhindar dari kulit bersisik dan kering. Hal ini karena kaos kaki bayi dapat menjaga kelembapan kaki dengan baik.

  • Menjaga kaki bayi agar tetap bersih

Kaos kaki bayi melindungi kaki dan menjaganya agar tetap steril.

Saat bayi baru lahir, akan ada banyak saudara dan kerabat yang menjenguk.

Kaos kaki bayi akan melindungi kulit bayi saat terjadi kontak dengan orang dewasa.

  • Menghindari iritasi akibat gesekan langsung dengan sepatu

Saat beranjak besar, bayi akan mulai dipakaikan sepatu. Kaos kaki bayi yang lembut bisa membantu menghindari gesekan langsung antara kaki dengan sepatu. Sehingga kulit bayi terhindar dari lecet atau iritasi.

Lalu Bagaimana Cara Memilih Kaos Kaki yang Tepat untuk Bayi?

Ada banyak sekali model dan jenis kaos kaki bayi yang dijual di pasaran, namun demikian kenyamanan adalah faktor terpenting yang harus diutamakan.

Untuk itu saat memilihnya nanti, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal ini:

  • Sesuaikan dengan usia bayi

Saat memilih kaos kaki bayi, sebaiknya sesuaikan dengan usia anak Bunda. Bayi baru lahir hingga tiga bulan membutuhkan kaos kaki yang pas dengan ukuran kakinya, sehingga bisa menghangatkan kaki dengan baik.

Sebaiknya jangan membeli kaos kaki bayi dengan ukuran yang lebih besar hanya karena ingin awet. Kaos kaki yang terlalu besar akan mengganggu dan sering terlepas saat bayi bergerak.

Namun, ayah dan ibu juga harus memilih kaos kaki yang tidak terlalu ketat. Sebaiknya sisakan ruang kurang lebih 0,5–1,5 cm, agar kaki bayi bisa bernapas dan bergerak dengan leluasa.

Kaos kaki untuk bayi baru lahir hingga 3 bulan biasanya berupa kaos kaki basic yang minim ornamen. Bagian alasnya pun tidak terlalu tebal.

Setelah bayi berusia 4-7 bulan, pilihan model kaos kaki bayi makin beragam. Pada usia ini, bayi bisa mengenakan kaos kaki yang modelnya seperti sepatu. Kaos kaki ini biasanya alasnya lebih tebal dan memiliki karet anti selip.

Pada usia di atas 4 bulan, bayi akan mulai belajar duduk atau merangkak.

Dan pada usia 7 bulan, bayi akan mulai belajar berdiri. Pada usia ini sebaiknya belikan kaus kaki dengan alas anti selip untuk menjaganya agar tidak terpeleset.

  • Pilih bahan yang tepat

Setelah memastikan ukuran kaos kaki yang tepat untuk usia bayi, yang harus diperhatikan selanjutnya adalah bahan dari kaos kaki itu sendiri.

Pilihlah kaos kaki bayi dengan bahan yang halus dan lembut.

Kaos kaki bayi berbahan katun halus, kaos, atau flanel lebih aman dan nyaman untuk kulit bayi. Sedangkan saat udara dingin, Anda bisa memilih kaos kaki berbahan wol agar kaki bayi tetap hangat.

  • Perhatikan karet kaos kakinya

Hal lain yang harus diperhatikan dalam memilih kaos kaki bayi adalah karet kaos kaki yang melingkar di kaki bayi.

Ayah dan ibu harus memastikan bahwa karet tersebut tidak melekat terlalu kuat, sebab jika terlalu kencang dapat menghambat peredaran darah pada kaki bayi.

  • Pilih warna dan motif yang sesuai

Setelah kriteria keamanan dan kenyamanan untuk bayi terpenuhi, Bunda bisa mulai memilih motif dan model kaos kaki bayi yang diinginkan.

Sebaiknya pilih warna dan model kaos kaki yang sesuai dengan jenis kelamin bayi.

Biasakan bayi laki-laki memakai kaos kaki dengan warna-warna maskulin seperti biru, hijau, coklat, atau hitam.

Kaos kaki untuk bayi laki-laki saat ini juga ada yang bermotif seperti sepatu sneakers, pantofel, kasual, dan lain-lain. Bahkan produsen sepatu prewalker juga membuat kaos kaki yang alasnya berupa karet tebal seperti sepatu.

Sebaliknya, bayi perempuan sebaiknya memakai kaos kaki bayi dengan warna dan model yang feminin. Ornamen dan hiasan kaos kaki bayi perempuan lebih beragam.

Pilihlah yang tidak membahayakan bayi. Kaos kaki untuk bayi perempuan umumnya berwarna merah muda, merah, kuning, atau warna-warna pastel.

Saat memilih warna dan model kaos kaki bayi, Bunda bisa menyesuaikannya dengan pakaian si bayi. Pakaian dan alas kaki dengan warna senada tentunya akan membuat penampilan bayi semakin lucu dan menggemaskan.

Nah Bunda, selain memilih kaus kaki yang tepat, ada hal-hal lain yang juga harus diperhatikan. Di antaranya, sebelum memakaikan kaos kaki baru untuk bayi, pastikan sudah dicuci dan dikeringkan dengan baik untuk menghindari infeksi kuman.

Jangan lupa juga untuk memeriksa bagian dalam kaos kaki bayi, dan pastikan tidak ada benang yang lepas di dalam kaos kaki tersebut. Benang yang lepas dapat membuat jari bayi terlilit.

Kebersihan kaki bayi juga harus diperhatikan sebelum memakai kaos kaki. Hal ini menghindari kulit bayi terkena kontak dengan kotoran dalam waktu lama. Bayi juga sebaiknya tidak dipakaikan kaos kaki dalam jangka waktu lama karena rentan menyebabkan tumbuhnya jamur.

Setelah memilih kaos kaki yang sesuai, perihal perawatannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Perawatan yang benar akan membuat kaos kaki bayi tetap awet dan terjaga. Salah satu yang harus diperhatikan adalah cara mencuci.

Kaos kaki bayi sebaiknya dicuci secara manual dengan tangan. Jika harus disikat, gunakan sikat yang lembut dan tidak merusak bahan kaos kaki tersebut.

Saat menyetrika kaos kaki, hindari memanaskan bagian karet karena akan membuat kaos kaki mudah kendor. Selanjutnya, simpan kaos kaki di lemari baju bayi secara berpasangan agar tidak mudah tercecer.

Lalu, Kapan Sebaiknya Bayi Memakai Sepatu Bayi?

Sepatu bayi ternyata tidak hanya sekadar pelengkap penampilan saja, namun juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah:

  • Melindungi kaki bayi dari benda-benda tajam.
  • Menyangga berat tubuh. Sepatu akan menjaga posisi kaki sebagai tumpuan berat badan saat bayi berdiri. Hal ini juga akan membantu bayi memiliki gaya berjalan yang benar.
  • Sepatu yang ergonomis akan membantu membentuk struktur kaki bayi yang benar dan normal.
  • Membantu dan menunjang proses berjalan pada bayi sesuai tahapan tumbuh kembangnya.

Pada prinsipnya, memilih sepatu bayi harus disesuaikan dengan usia bayi. Pemakaian sepatu yang tepat sesuai usianya, tidak akan mengganggu pertumbuhan kakinya.

Sebaiknya bayi mulai memakai sepatu pada usia 5 bulan.

Pada usia ini, bayi mulai merangkak dan membutuhkan sepatu yang terbuat dari bahan yang lembut. Pada fase merangkak, sepatu yang digunakan sebaiknya memiliki ujung dan tumit yang lentur dan kuat.

Bagian punggung kaki juga sebaiknya lebih tebal, agar dapat melindungi punggung kaki bayi saat menyentuh lantai. Pilihlah sepatu bayi yang tidak bertali agar lebih aman dan nyaman saat digunakan.

Memilih sepatu untuk bayi pun susah-susah gampang. Karena jika kita salah memilih sepatu bayi, ternyata bisa memengaruhi perkembangan kaki bayi.

Ukuran sepatu untuk bayi harus pas. Jika kekecilan, sepatu bayi bisa menghambat perkembangan tulang kaki, otot, dan jaringan ikat di bagian kaki.

Di sisi lain, membeli sepatu yang terlalu besar juga tidak disarankan.

Sepatu yang terlalu besar akan membuat bayi tidak nyaman bahkan kurang leluasa untuk bergerak. Kondisi yang tidak nyaman ini akan mempengaruhi motivasi bayi untuk belajar berjalan.

Sepatu Bayi Perempuan

Faktor kesehatan dan kenyamanan sebaiknya menjadi pertimbangan pertama bagi ibu dan ayah saat hendak memilihkan sepatu untuk si kecil.

Hal ini penting diperhatikan, mengingat terdapat banyak sekali model dan jenis sepatu bayi yang dijual di pasaran, terutama sepatu bayi perempuan.

Pilihan sepatu bayi perempuan lebih beragam. Mulai dari desain, warna, ornamen, hingga bahan pembuatannya.

Modelnya pun tidak hanya satu macam, ada yang berupa sepatu flat, bot, sneakers, dan sebagainya.

Bahan pembuatannya pun beragam, ada yang terbuat dari kanvas halus, flanel, beludru, hingga bahan anti air.

Ornamen atau hiasannya apalagi, mulai dari yang bertali atau perekat, pita, kancing, manik-manik, renda, dan sebagainya.

Dari sekian banyak pilihan, tentunya ayah dan ibu harus pintar-pintar memilih. Alas kaki sangat berpengaruh pada kenyamanan bayi. Belum lagi, terdapat banyak syaraf motorik di kaki bayi, yang bisa terganggu jika kita memilih sepatu yang salah.

Jadi, jangan hanya memilih berdasarkan bentuknya yang cantik dan lucu saja ya Bunda. Nah, supaya tidak keliru, coba disimak yang satu ini:

Tips bagaimana memilih sepatu yang tepat untuk bayi perempuan

  • Ukurlah kaki bayi secara akurat

Secara umum, sepatu yang tepat untuk bayi dan balita adalah yang ukurannya pas di kaki. Ukurlah kaki bayi ayah dan ibu saat sore hari.

Karena ternyata kaki si kecil lebih mengembang di sore hari dibandingkan saat siang. Jadi, carilah sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki bayi saat waktu tersebut.

Saat mencoba sepatu, kenakan sepatu baik di kaki kanan dan kiri.

Anatomi tubuh manusia memang berbeda ukurannya antara bagian kanan dan kiri. Pastikan sepatu bayi perempuan ayah dan ibu pas di kaki kanan dan kirinya.

  • Pilih sepatu berbahan ringan

Pilihlah sepatu yang berbahan ringan. Sepatu yang berat, selain akan menyulitkan bayi bergerak, juga dapat mengganggu tumbuh kembang postur bayi nantinya.

Bahan berpori seperti katun atau kanvas sangat sesuai untuk bayi, karena bahannya memungkinkan kaki untuk bernapas, sehingga tidak mudah bau atau melepuh.

Jika Bunda memilih sepatu berbahan beludru, pastikan bagian dalamnya berbahan kaos yang lembut, serta memiliki karet sol yang lentur. Sepatu dengan bahan beludru akan membutuhkan ekstra perawatan.

  • Perhatikan sol dan aksesorinya

Pilihlah sepatu dengan sol yang tidak licin. Beberapa sepatu bayi sudah dilengkapi dengan karet anti selip. Tujuannya, agar bayi yang baru mulai berjalan atau berdiri tidak mudah terpeleset.

Walaupun terlihat lucu dan menarik, hindari memberikan sepatu bayi perempuan bertumit pada bayi.

Selain berisiko terhadap keselamatannya saat berjalan, sepatu bertumit tinggi akan mengganggu fisiologis tumit dan pergelangan kaki bayi.

Selain itu, sebaiknya Bunda tidak memilih sepatu bayi perempuan yang bertali. Bayi belum bisa membetulkan tali sepatu yang terlepas. Tali sepatu yang terlepas bisa menjerat kaki bayi Anda saat bergerak.

Untuk si kecil yang aktif bergerak, sepatu bayi perempuan model perekat lebih mudah dan aman digunakan. Sepatu perekat dapat diubah dan disesuaikan ketat atau longgarnya.

Jangan lupa untuk memperhatikan aksesori yang menempel pada sepatu bayi. Pilih sepatu dengan aksesori yang aman dan tidak tajam, dan hindari sepatu dengan hiasan manik-manik, karena jika lepas ada kemungkinan tertelan oleh bayi.

Sepatu dengan ornamen glitter memang menarik. Namun, glitter pada sepatu akan mudah pecah dan rontok.

  • Kenali modelnya

Merupakan hal yang wajar jika ayah ibu ingin mendandani anak perempuannya secantik mungkin. Bayi perempuan memang memiliki daya tarik tersendiri. Tidak heran, pernak-pernik bayi perempuan banyak sekali jenisnya.

Sepatu bayi perempuan pun terdiri dari berbagai model. Tiap model sepatu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Mengenali fungsi sepatu bayi perempuan berdasarkan modelnya dapat memudahkan Anda dalam memilih sepatu untuk si kecil.

  1. Sepatu flat

Model sepatu bayi perempuan yang satu ini sering kita jumpai. Banyak produsen sepatu anak yang memproduksi model sepatu flat. Model sepatu ini sederhana namun pantas digunakan untuk acara apa pun.

Sepatu flat biasanya hanya menutup seluruh bagian telapak kaki dan sedikit bagian punggung kaki. Ada yang menggunakan pengait berupa perekat, ada pula yang menggunakan kancing.

Sepatu flat untuk bayi perempuan memberikan sentuhan feminin pada bayi Anda saat dipakai.

Sepatu flat dinilai paling nyaman di kaki bayi. Bahan untuk sepatu model ini bervariasi, mulai dari kulit, sintetis, beludru, dan lain-lain. Bagi Anda yang mudah bosan dengan desain dasar, Anda bisa memilih sepatu flat dengan ornamen yang beragam jenisnya.

  1. Sneakers

Sepatu model ini sangat cocok digunakan saat bepergian jauh. Sepatu ini didesain menutupi seluruh bagian telapak dan punggung kaki. Sepatu model ini dapat melindungi sekaligus memberi kehangatan pada kaki.

Bahan yang sering digunakan untuk model sepatu ini adalah kanvas atau kaos tebal. Sepatu sneakers memberikan kesan kasual ketika dipakai, sehingga cocok digunakan saat bepergian atau bermain.

  1. Model bot.

Sepatu bot digunakan untuk melindungi seluruh kaki. Panjang sepatu ini biasanya dari telapak kaki hingga betis, bahkan ada yang sampai dengkul atau paha.

Bahan sepatu bot bayi biasanya beludru atau bahan anti air yang memberi kesan mengilap dan mewah. Saat cuaca sedang dingin, sepatu bot dapat memberikan kehangatan secara menyeluruh pada kaki bayi.

Selain dari model dan kegunaannya, memilih sepatu bayi perempuan juga bisa dilakukan sebagai pelengkap penampilan.

Sepatu dengan warna yang netral tentunya akan cocok dikenakan bersama model dan warna baju apa saja. Tapi tidak ada salahnya bayi perempuan memiliki banyak sepatu dengan warna yang berbeda sesuai baju bayi Anda.

Sepatu Bayi Laki-laki

Berbeda dengan sepatu bayi perempuan, memilih sepatu untuk bayi laki-laki cenderung lebih mudah. Rata-rata orang tua yang memiliki bayi laki-laki akan memilih sepatu bayi laki-laki berdasarkan fungsinya.

Selain berfungsi untuk melindungi kaki bayi dari cuaca dingin atau benda-benda tajam. Sepatu bayijuga berfungsi untuk menjaga tumpuan saat bayi berdiri dan mencegahnya dari kemungkinan terpeleset.

Karena kebutuhannya lebih simple, pemilihan sepatu bayi laki-laki biasanya hanya difokuskan pada bahan dan modelnya saja.

Secara alamiah, perkembangan motorik bayi laki-laki cenderung lebih cepat dibandingkan bayi perempuan. Merupakan hal yang wajar jika bayi laki-laki lebih mengeksplorasi fisik dalam proses tumbuh dan kembangnya.

Bayi dan balita laki-laki akan sibuk mengeksplorasi sekeliling. Alas kaki yang mudah dan nyaman dipakai akan mendukung aktivitasnya.

Sampai usia tertentu, pertumbuhan fisik bayi laki-laki lebih cepat dibandingkan bayi perempuan. Tidak heran jika perlengkapan, seperti pakaian, kaos kaki, dan sepatu si kecil akan cepat kekecilan. Untuk itu, sebaiknya ukur ulang kaki bayi ayah dan ibu setiap 2-3 bulan sekali.

Hal ini untuk memastikan bahwa sepatu bayi laki-laki yang ayah dan ibu kenakan pada bayi tidak kesempitan. Sepatu yang sempit atau terlalu longgar dapat menimbulkan masalah pada tumbuh kembang kaki bayi Anda.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih sepatu bayi laki-laki:

  • Mudah dan nyaman dikenakan

Sepatu bayi laki-laki harus dapat mendukung kegiatannya yang cenderung aktif. Memilih sepatu yang mudah digunakan dapat membantu Bunda menghemat waktu dan tenaga saat mendandani si kecil.

Untuk bayi laki-laki pilihkanlah sepatu dengan model perekat, bukan yang bertali. Sepatu dengan perekat akan sangat mudah dilepas dan digunakan kembali.

Untuk memberikan kenyamanan pada kaki si kecil, pilihlah sepatu bayi laki-laki berbahan katun, kanvas, atau flanel.

Bahan-bahan ini dapat menjaga kelembaban kulit kaki bayi karena memiliki serat yang berpori. Pori-pori ini memungkinkan kulit bayi untuk bernapas sehingga produksi keringat tidak berlebih.

Telapak kaki bayi berkeringat dua kali lebih banyak daripada orang dewasa. Jangan lupa untuk memilih sepatu yang memiliki lapisan antibakteri di bagian dalamnya.

  • Ringan dan Aman

Sepatu bayi laki-laki dengan bahan yang ringan tidak akan membuat kaki bayi cepat  lelah. Bayi yang sedang belajar berjalan pasti membutuhkan energi lebih untuk bergerak. Sepatu berbahan ringan akan memaksimalkan motorik kasar bayi.

Dari sisi keamanan, sepatu bayi dengan bahan yang kokoh akan menjaga bayi dari kemungkinan terkilir. Sepatu yang kokoh akan membantu bayi menopang berat tubuhnya ketika berdiri.

Tidak hanya kokoh, sepatu bayi laki-laki juga harus memiliki sol yang lentur agar dapat mengikuti pergerakan bayi.

Penting diperhatikan oleh Bunda, pilihlah sepatu yang memiliki anti selip di bagian alasnya. Sama seperti sepatu bayi perempuan, anti slip akan menjaga bayi Anda yang mulai merangkak atau berdiri agar tidak mudah terpeleset.

  • Model dan Warna

Model sepatu bayi laki-laki juga beragam seperti sepatu olahraga, pesta, dan kasual. Anda bisa memilih untuk memiliki ketiga model tersebut agar dapat dipakai dalam acara yang berbeda pula.

  1. Sepatu olahraga

Sepatu bayi laki-laki dengan model sporty ini, memiliki desain sederhana layaknya sepatu olahraga pada umumnya. Warna dan hiasan yang digunakan pun cenderung monoton. Ornamen sepatu olahraga kerap kali hanya berupa garis atau logo.

Bahan sepatu model ini biasanya adalah kulit sintetis dan kanvas. Sol sepatu sporty sedikit lebih tebal dari model kasual dan memiliki alas sol yang tidak flat. Kelebihan sepatu ini selain nyaman dan praktis adalah sudah dilengkapi dengan anti slip.

  1. Sepatu pesta

Bayi laki-laki juga membutuhkan sepatu untuk menghadiri acara resmi. Sepatu pesta untuk bayi laki-laki modelnya tidak semenarik sepatu bayi perempuan. Model sepatu pesta untuk bayi laki-laki umumnya berbentuk pantofel atau bot yang sangat minim ornamen.

Warna sepatu pesta pun cenderung gelap seperti hitam atau coklat tua dan terbuat dari lapisan kulit sintetis yang sedikit mengilap. Sepatu pesta dapat memberikan kesan rapi saat dipakai oleh bayi.

  1. Sepatu kasual

Sepatu kasual untuk bayi laki-laki umumnya memiliki alas yang flat dan sol yang tipis. Sepatu bayi laki-laki model kasual terbuat dari bahan kanvas atau katun.

Sepatu kasual untuk bayi laki-laki memiliki desain dan model yang lebih variatif. Beberapa model yang digemari selain sepatu flat adalah sneakers dan bot. Hiasan dan ornamen sepatu bayi laki-laki cenderung lebih aman karena hanya berupa bordir motif.

Saat Anda memilih sepatu bayi laki-laki sebaiknya pilih yang berwarna kalem dan simpel. Adapun warna-warna maskulin yang cocok untuk bayi laki-laki adalah putih, hitam, coklat, atau biru. Sepatu dengan warna-warna ini akan mudah dipakai dan dipadankan dengan warna baju apa saja.

Tren fashion saat ini adalah menyamakan pakaian anak dan orang tua termasuk sepatu. Jika tidak bisa memilih model sepatu bayi laki-laki yang sama dengan ayahnya, pilih sepatu dengan warna yang sama.

Fungsi sepatu untuk bayi laki-laki dan perempuan secara umum sama. Faktor utama yang harus diperhatikan saat memilih sepatu adalah kenyamanan. Agar bayi nyaman memakai sepatu, ayah dan ibu bisa memakaikan kaos kaki sebelumnya. Selain hangat, kaos kaki bisa melindungi kaki bayi dari bagian dalam sepatu agar tidak lecet.

Perawatan Sepatu Bayi

Untuk menjaga sepatu tetap nyaman digunakan, kita harus merawatnya dengan baik. Sepatu untuk bayi harus lebih terjaga kebersihannya. Merawat sepatu bayi membutuhkan perlakuan khusus untuk tetap menjaga kualitasnya.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk merawat sepatu bayi adalah tidak terlalu sering mencucinya, tidak menjemurnya di bawah sinar matahari, disimpan dalam tempat yang bersih dan kering, dan sesekali diangin-anginkan.

Penting juga untuk diperhatikan oleh Bunda, bahwa sebaiknya sepatu bayi tidak diwariskan dari kakak ke adik. Postur kaki anak berbeda-beda. Ukuran dan model sepatu yang pas untuk kakak belum tentu cocok pada kaki si adik.

Jangan memaksa bayi memakai sepatu yang tidak nyaman hanya karena alasan gaya (stylish)! Bijak dalam memilih sepatu bayi perempuan atau sepatu bayi laki-laki turut menentukan kesehatan dan perkembangan fisik mereka. Semoga bermanfaat.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.