Tag - imunisasi yang benar

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam – Imunisasi dan vaksin masih menjadi kontroversi sampai sekarang, banyak kalangan yang sudah yakin akan kehebatan imunisasi dan vaksin. Namun banyak juga kalangan yang masih meragukan kehalalan dari vaksin.

imunisasi yang benar

Pada awalnya vaksin memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah terjadinya penyakit menular dan mematikan. Bahkan penemu vaksin mendapatkan penghargaan karena berhasil mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan tubuh manusia. Akan tetapi pada penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh para ilmuan-ilmuan menyatakan bahwa kualitas tubuh manusia yang berhasil mempertahankan hidupnya adalah imunitas alami tanpa vaksin, karena imunitas yang ada di tubuh manusia lebih berkualitas dibandingkan dengan manusia yang berhasil memperjuangkan hidupnya dengan bantuan vaksin.

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, berkata “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasullah SAW. lalu beliau memberinya nama Ibrahim, kemudian menTahniknya (mengunyah makanan kemudian memasukannya ke dalam mulut bayi, lalu menggosok-gosokkannya ke daerah langit-langit mulut bayi) dengan kurma.” Kemudian dalam riwayat Imam Al-Bukharari “…maka beliau mendoakan kebaikan dan mendoakan kebaikan dan mendoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Sesungguhnya bayi lahir dalam keadaan kekurangan glukosa atau zat gula. Apabila ditemukan tubuh bayi menguning maka bayi tersebut membutuhkan gula dalam kadar yang cukup untuknya, serta berat badan ketika bayi lahir juga dipengaruhi oleh kandungan glukosa didalam tubuhnya.

Adapun dalam kasus bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg hal ini dikarenakan kandungan zat gula pada tubuh bayi sangat sedikit yaitu memiliki kadar gula dalam darahnya 20 mg/100 ml. Serta anak yang lahir dengan berat badan diatas 2,5 kg dan kadar gula dalam darahnya yaitu 30 mg/100 ml ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Misalnya otot-otot bayi melemas, bayi menolak untuk menyusu, pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan bahkan bisa terjadi kejang. Serta beberapa penyakit berbahaya seperti lemah otak, insomnia, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan saraf.

Dapat kita simpulkan bahwa masalah diatas semuanya berfokus pada ketika lahir yang dibutuhkan bayi yaitu zat gula dalam bentuk glukosa. Pemberian zat gula bisa dengan cara memberikan kurma yang sudah dilumatkan kepada bayi agar menjauhkan bayi dari kekurangan kadar gula dan sebagai bentuk imunisasi alami.

Telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. tahnik kepada bayi sebagai obat sekaligus mengurangi dan mencegah terjadinya penyakit pada bayi dimasa depan. Sekaligus menjadi mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. dan merupakan manusia pertama dalam sejarah yang mengetahui hal ini sebelumnya dan kini manusia tahu betapa bahaya jika bayi kekurangan kadar glukosa dalam darahnya.

Baca juga : Bahaya Antibiotik

 

Read more...