Tag - menuruti kemauan anak

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Bagaimana Menyikapinya

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Anak sifat dasarnya ingin selalu diistimewakan, namun anak yang selalu ingin menang sendiri dan ingin untuk keinginannya selalu diturui. Bahkan ketika ia sudah dibelikan mainan sama rata dengan adiknya, ia malah menginginkan mainan adiknya juga. Bahkan ia mengancam ingin dibelikan yang baru lagi, jika tidak ia akan mengangis terus. Karna takut sikapnya terus-terusan seperti ini akan menjadi manja dan menjadi anak yang tidak baik. Terpaksa saya harus memarahi dan memukulnya.

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti?

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti

Bagaimana cara mendidik anak yang benar saat ia tidak menuruti perintah orang tua?

Ada banyak hal yang menyebabkan anak bertengkar dengan adiknya terutama pasal mainan ataupun barang yang dimiliki saudaranya. Hal yang harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu yaitu, apakah usia kakak dan adik berjarak tidak jauh dan biasanya yang sering bertengkar adalah kakak beradik yang berjenis kelamin sama.

Anak yang jarak usianya tidak jauh, misalnya hanya berjarak 1 tahun memang dengan jarak usia yang sangat dekat ini yang sering kali menyebabkan pertengkaran terhadap kakak beradik yang berjenis kelamin sama karena besarnya hampir sama membuat sang adik merasa tidak takut terhadap kakaknya dan sang kakak memandang adiknya sebagai lawan atau saingan bukan sebagai adik yang harus disayangi dan dilindunginya. Maka dari itu saat merencanakan kehamilan kedua seharusnya ayah dan bunda harus mempersiapkan dan memikirkannya matang-matang.

Lalu bagaiman dengan sikap ibu yang memberikan pelajaran dengan memarahi dan memukulnya. Memukul diibaratkan sebagai hukuman bagi anak, hukuman dalam ilmu pendidikan merupakan cara mendidik terakhir, jika cara-cara baik sudah dilakukan dan tidak berhasil maka cara ini boleh diterapkan.

Sebelum bunda menghukum anak atas kesalahannya, sebaiknya ayah dan bunda mengetahui syarat-syarat hukuman yang baik sebagai berikut :

  1. Adil yaitu menghukum sesuai dengan bobot kesalahannya.
  2. Cepat dilaksanakan jangan ditunda.
  3. Sesuai dengan keadaan anak, jika anak yang berhati lembut contohnya anak perempuan cukup dengan menggunakan kata-kata atau hukuman yang sederhana.
  4. Disadarkan kesalahannya dan dibarengi nasihat.
  5. Hukuman harus dapat dirasakan atau diderita, misalnya hukuman yang tidak mempan yaitu menghukum anak untuk tidak berpergian, padahal sang anak memang suka di dalam rumah.
  6. Jangan mengembangkan hukuman fisik.
  7. Setelah anak dihukum, orang tua memaafkan dengan bentuk perbuatan.

Sebaiknya juga bunda mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan pendidikan dan ilmu jiwa anak. Dengan bunda mempelajari dan memahami pengetahuan pendidikan maka bunda akan menguasai prinsip dan teknik mendidik, sedangkan memahami ilmu jiwa anak maka bunda akan memahami fase-fase perkembangan anak. Diharapkan dengan bunda mempelajari dan memahami ilmu tersebut bunda dapat dengan tepat memiliki cara untuk menilai tindakan anak dan memberikan hukuman yang tepat.

Baca juga : anak suka berebut mainan

Read more...