Search Results - antibiotik

bahaya antibiotik

Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Bahaya Antibiotik

Bahaya Antibiotik – Antibiotik dikalangan kita sudah sangat tidak asing lagi, banyak kalangan yang beranggapan bahwa antibiotik dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan melindungi tubuh kit terhadap serangan penyakit. Bahkan saat kita pergi ke dokter ataupun ke apotek pasti dianjurkan untuk meminum antibiotik.  Padahal pada kenyataannya tidak demikian, sebenarnya antibiotik hanya dapat menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh bakteri.

Seperti contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri yaitu tifus, infeksi telinga, tuberkolosis, dan infeksi sinus berat sehingga antibiotik dapat membantu penyembuhan beberapa penyakit tersebut. Namun yang perlu kita tahu bahwa cara kerja antibiotik tidak hanya membunuh bakteri negatif yaitu patogen/penyebab penyakit akan tetapi antibiotk juga dapat membunuh bakteri positif yaitu probiotik, flora normal usus yang dibutuhkan tubuh akan ikut musnah oleh antibiotik.

Kemudian bakteri positif dalam tubuh kita akan berkurang dan secara otomatis imunitas tubuh kita akan menurun. Bayangkan saat tubuh kita sakit dan selalu meminum antibiotik maka tubuh kita akan ketergantungan terhadap antibiotik sebab tubuh sudah tidak memiliki imunitas yang kuat untuk melindungi tubuh kta dari penyakit, maka tubuh akan rentan terhadap penyakit.

Bahaya Antibiotik Jika Dikomsusi Terlalu Sering

Perlu juga kita ketahui bahwa antibiotik tidak dapat mematikan virus yang menyebabkan flu. Gejala infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus yaitu batuk, pilek dan panas. Pada dasarnya flu akan sembuh dengan sendirinya, pemberian antibiotik tidak membuat flu cepat sembuh. Seorang pakar kesehatan menyatakan bahwa “pemberian antibiotik hanya menimbulkan efek plabaso. Untuk menangani virus cukup dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup,  dan pemberian obat penurun panas jika suhu tubuh diatas 38,50C.”

Pemberian antibiotik yang tidak tepat justru akan menimbulkan kuman yang resisten. Setiap makhluk dibekali dengan kemampuan bertahan, begitu pula dengan kuman. Jika bakteri atau kuman diserang terus-menerus maka akan tercipta suatu sistem pertahanan diri dengan cara bermutasi atau berubah bentuk sehingga kuman atau bakteri sulit untuk dibunuh oleh antibiotik. Oleh karena itu orang yang sering mengkonsumsi antibiotik maka semakin resisten pula bakteri, kuman, jamur dan parasit dalam tubuh orang tersebut.

Sehingga semula tubuh kita ditempati oleh berbagai bakteri positif yang melindungi tubuh kita akan tergantikan dengan bakteri yang negatif atau jahat. Yang semula jenis bakteri dapat diobati dengan antibiotik yang ringan namun karna penggunaan yang berlebihan maka bakteri tersebut bermutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlkukan jenis antibiotik yang lebih kuat. Bila kondisi ini terus-menerus terjadi dan bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar kita maka akan mengakibatkan kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi.

Seperti kembali pada zaman dimana belum ditemukannya antibiotik, berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri akan menular dan tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan meningkat drastis. Kemungkinan juga yang dapat terjadi adalah kebutuhan pemberian antibiotik dengan generasi yang lebih berat sehingga menjadikan biaya pengobatan semakin meningkat karena semakin mahal harganya.

Mulai sekarang harus kita sadari dan terapkan bahwa sistem imun sangatlah penting untuk perlindungan tubuh kita sendiri. Dr. Oz seorang ahli bedah amerika mengatakan bahwa “antibiotik akan dapat menimbulkan komplikasi dalam tubuh.” Sekarang sudah banyak pengobatan yang menjurus ke arah pengobatan untuk meningkatkan sistem imun. Mengkonsumsi vitamin, makanan bergizi, antioksidan, dan herbal seperti madu dan lain-lain  adalah langkah yang baik dan tepat dalam mengembalikan dan meningkatkan fungsi sistem imun.

Baca juga : Resep Ramuan Herbal yang Mudah Dibuat Di Rumah

Read more...

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam – Imunisasi dan vaksin masih menjadi kontroversi sampai sekarang, banyak kalangan yang sudah yakin akan kehebatan imunisasi dan vaksin. Namun banyak juga kalangan yang masih meragukan kehalalan dari vaksin.

imunisasi yang benar

Pada awalnya vaksin memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah terjadinya penyakit menular dan mematikan. Bahkan penemu vaksin mendapatkan penghargaan karena berhasil mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan tubuh manusia. Akan tetapi pada penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh para ilmuan-ilmuan menyatakan bahwa kualitas tubuh manusia yang berhasil mempertahankan hidupnya adalah imunitas alami tanpa vaksin, karena imunitas yang ada di tubuh manusia lebih berkualitas dibandingkan dengan manusia yang berhasil memperjuangkan hidupnya dengan bantuan vaksin.

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, berkata “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasullah SAW. lalu beliau memberinya nama Ibrahim, kemudian menTahniknya (mengunyah makanan kemudian memasukannya ke dalam mulut bayi, lalu menggosok-gosokkannya ke daerah langit-langit mulut bayi) dengan kurma.” Kemudian dalam riwayat Imam Al-Bukharari “…maka beliau mendoakan kebaikan dan mendoakan kebaikan dan mendoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Sesungguhnya bayi lahir dalam keadaan kekurangan glukosa atau zat gula. Apabila ditemukan tubuh bayi menguning maka bayi tersebut membutuhkan gula dalam kadar yang cukup untuknya, serta berat badan ketika bayi lahir juga dipengaruhi oleh kandungan glukosa didalam tubuhnya.

Adapun dalam kasus bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg hal ini dikarenakan kandungan zat gula pada tubuh bayi sangat sedikit yaitu memiliki kadar gula dalam darahnya 20 mg/100 ml. Serta anak yang lahir dengan berat badan diatas 2,5 kg dan kadar gula dalam darahnya yaitu 30 mg/100 ml ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Misalnya otot-otot bayi melemas, bayi menolak untuk menyusu, pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan bahkan bisa terjadi kejang. Serta beberapa penyakit berbahaya seperti lemah otak, insomnia, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan saraf.

Dapat kita simpulkan bahwa masalah diatas semuanya berfokus pada ketika lahir yang dibutuhkan bayi yaitu zat gula dalam bentuk glukosa. Pemberian zat gula bisa dengan cara memberikan kurma yang sudah dilumatkan kepada bayi agar menjauhkan bayi dari kekurangan kadar gula dan sebagai bentuk imunisasi alami.

Telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. tahnik kepada bayi sebagai obat sekaligus mengurangi dan mencegah terjadinya penyakit pada bayi dimasa depan. Sekaligus menjadi mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. dan merupakan manusia pertama dalam sejarah yang mengetahui hal ini sebelumnya dan kini manusia tahu betapa bahaya jika bayi kekurangan kadar glukosa dalam darahnya.

Baca juga : Bahaya Antibiotik

 

Read more...
puting sakit

4 Masalah Puting Sakit yang Sering Dialami Ibu Menyusui

4 Masalah Puting Sakit yang Sering Dialami Ibu Menyusui dan Cara Menanganinya – Periode menyusui merupakan momen penting bagi ibu dan bayi.

Karena pada masa inilah kedekatan dan ikatan di antara keduanya mulai dibangun.

Namun sayangnya, di masa awal menyusui, sering muncul beberapa gangguan, yang menyebabkan seorang ibu was-was dan khawatir dalam menyusui si kecil.

Berikut beberapa masalah seputar puting sakit yang sering dialami oleh ibu menyusui, dan cara untuk menanganinya.

Puting Sakit karena Payudara Bengkak

Masalah yang sering dihadapi oleh ibu menyusui di hari ketiga atau keempat setelah melahirkan, adalah payudara bengkak (engorgement).

Pada kondisi ini, kedua payudara ibu terasa lebih penuh, lebih tegang, terasa sakit dan nyeri.

Di saat ini pula akan mulai timbul kemerahan pada kulit payudara, serta ASI tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga bayi akan rewel saat menyusu.

Kondisi engorgement (payudara bengkak) ini disebabkan oleh adanya statis di vena dan pembuluh darah bening yang merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi.

Menghadapi kondisi yang demikian, para ibu biasanya lebih memilih untuk menghindari menyusui dengan alasan sakit dan nyeri.

Kemudian, lebih memilih memberi makanan tambahan (prelacteal feeding) untuk bayi maupun susu formua.

Padahal, tindakan tersebut justru akan semakin memperburuk keadaan.

Payudara ibu akan semakin penuh dan membengkak karena sekresi ASI terus berlangsung. Selain itu, refleksi oksitosin pun tidak akan terjadi dan ASI tidak dapat dikeluarkan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting susu) lebih menonjol, sedangkan puting susu menjadi lebih datar sehingga bayi akan semakin kesulitan untuk mengisap ASI.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi seperti ini, yaitu:

  • Jika produksi ASI melebihi kebutuhan bayi, Anda bisa mengeluarkannya dengan menggunakan pompa. Menyusui bayi juga tidak harus terjadwal. Anda bisa menyusui bayi kapan pun saat bayi menginginkannya.
  • Lakukan perawatan payudara secara teratur. Anda bisa mengompres payudara dengan air dingin untuk mengurangi rasa sakit. Pengompresan menggunakan air hangat sebelum menyusui berguna untuk memudahkan bayi mengisap puting susu.

Anda juga bisa melakukan pemijatan (massage) dari puting susu ke arah payudara. Hal ini penting untuk melancarkan peredaran darah dan menghindari terjadinya statis di pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

puting sakit

Shiren Sungkar meminumnya LHO… Meningkatkan produksi ASI sd 900%… ☎ 0812 8931 8696

Puting Sakit karena Lecet

Masalah puting susu terasa nyeri dan lecet bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah posisi yang salah pada saat menyusui. Yakni, bayi hanya mengisap puting dan tidak sampai pada areola.

Keadaan seperti ini bisa juga disebabkan oleh tali lidah bayi (frenulum linguae) yang pendek, sehingga bayi tidak dapat mengisap hingga areola.

Adanya tekanan secara terus menerus pada bagian puting inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan lecet pada puting susu.

Hal lain yang bisa menyebabkan puting susu lecet adalah pemakaian sabun, krim, alkohol, dan benda-benda lain yang dapat menyebabkan iritasi.

Untuk menghindari kondisi ini, usahakan untuk menyusui dengan cara yang benar dan hindari pemakaian bahan-bahan kimia untuk membersihkan putting susu, setelah menyusui.

Saluran Susu Tersumbat

Masalah lain yang juga kerap dialami oleh ibu menyusui adalah terjadinya penyumbatan saluran susu  atau obstructive duct.

Terjadinya sumbatan pada satu atau lebih saluran susu ini, bisa disebabkan oleh tekanan jari waktu menyusui, pemakaian BH yang terlalu ketat, serta komplikasi berlanjut dari payudara yang membengkak.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menggunakan BH yang didesain untuk menopang atau menyangga payudara, bukan untuk menekan payudara
  • Bila payudara masih terasa penuh setiap kali selesai menyusui, Anda bisa mengeluarkan ASI untuk menghindari penyumbatan pada saluran susu
  • Melakukan perawatan payudara pasca melahirkan secara teratur.
puting lecet

Baju kotor karena rembesan ASI? Atasi dengan Breastpad Baby Oz. 0812 8931 8696

Radang Payudara (Mastitis)

Radang payudara (mastitis) bisa dikatakan sebagai komplikasi dari saluran susu yang tersumbat. Pada kondisi ini, telah terjadi infeksi yang menimbulkan reaksi sistemik pada ibu.

Gejala-gejala yang bisa diamati antara lain kulit nampak lebih merah, payudara menjadi  lebih keras dan nyeri, serta munculnya benjolan-benjolan.

Dalam kondisi seperti ini, ibu perlu mendapatkan pengobatan, baik itu antibiotika, antipiretik/penurun panas, dan analgesik/pengurang nyeri.

Dianjurkan pula untuk memperbanyak minum air putih serta istirahat yang cukup untuk mengurangi reaksi sistemik (demam).

Jika memungkinkan, ibu menyusui juga bisa melakukan senam laktasi untuk membantu memperlancar peredaran darah dan limfa di daerah payudara.

Hal ini penting untuk mengurangi potensi terjadinya abses payudara pada ibu yang telah mengalami mastitis.

Demikian beberapa masalah puting sakit seputar payudara yang kerap dialami oleh ibu menyusui.

Semoga dengan mengetahui penyebab serta cara menanganinya, Anda bisa terbebas dari masalah payudara sakit atau puting sakit dan bisa menyusui dengan baik.

Read more...