Blog

Pola Tidur Bayi & Penyebab Bayi Susah Tidur, Bagaimana Mengatasinya?

Pola tidur bayi memang belum teratur karena biologisnya yang belum matang. Normalnya tidur waktu tidur bayi yaitu selama 16-20 jam setiap harinya.

Karenanya banyak orang tua yang terpaksa bangun dimalam hari atau dipertengahan malam pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran buah hati tercinta. Tetapi secara perlahan kebiasaan tidur bayi akan lebih teratur dan lebih banyak waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan siang hari.

Semakin berjalannya waktu, si kecil sudah lebih banyak tidur malam dibandingkan waktu tidur siangnya sehingga menjadi satu kali tidur siang dalam sehari itu berlangsung sekitar 1-3,5 jam . sebenarnya sekitar usia 1-3 tahun balita memerlukan waktu tidur selama 12-14 jam, namun biasanya hanya mendapatkan 10 jam per harinya.

Sebaiknya orang tua sudah mulai mengenalkan jadwal tidur yang baik untuk anak seperti tidur malam pada pukul 20.00 dan biasakan bangun pada pukul 06.00, juga berikan anak tidur siang sekitar pukul 13.00-15.00.

Dengan tidur siang anak akan lebih seimbang waktu tidurnya karena jika tidak tidur siang anak akan cepat lelah dan kemungkinan akan terbangun disaat malam karena sudah tidur lebih awal.

Jangan pernah membiarkan anak tidur telalu larut malam karena jika kelak anak harus bersekolah, ia akan terbiasa tidur dan bangun tidak tepat waktu inilah yang membuat anak sering tidur dikelas dan tidak siap menerima pelajaran sekolah.

Saat anak memasuki masa sekolah sebagian besar akan lebih mempertanhankan waktu tidurnya dan lebih banyak memilih menghabiskan waktu bermainnya dibandingkan tidur siang. Maka dari itu ciptakanlah pola tidur yang baik untuk anak agar saat semakin besar anak akan terbiasa dan melanjutkan kebiasaan ini tapi jika belum tercipta pola tidur yang baik, Bunda seharusnya tidak membuang waktu lagi.

Bagi bayi dan balita tidur memiliki manfaat yang sangat besar untuk tumbuh kembangnya.

Berikut adalah beberapa manfaat dari tidur malam bagi anak :

  • Memberikan kesempatan anak untuk mengistirahatkan tubuh
  • Untuk meningkatkan proses metabolisme yaitu proses pengolahan makanan menjadi energi yang
  • Akan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak yaitu berat badan, tinggi badan dan kesehatan anak.
  • Dapat mengoptimalkan perkembangan otak anak.

Hal ini disebabkan tidur merupakan salah satu stimulasi bagi proses perkembangan otak karena menurut penetian 75% hormon pertumbuhan dilepaskan oleh tubuh ketika anak dalam kondisi tidur. Hormon juga bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan selain itu hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki seluruh sek tubuh, sel kulit, sel darah, dan sel saraf otak. Semua proses pembaruan sel akan berlangsung lebih cepat jika anak sering terlelap.

AWAS..Sindrom Kematian Mendadak Pada Anak

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi adalah suatu kematian yang mendadak dan tidak terduga pada bayi yang tampak sehat.

Sudah banyak kasus kematian bayi salah satunya karena mengalami SAIDS saat sedang tidur, kebanyakan terjadi pada usia 2-4 bulan.

Sindrom kematian mendadak masih belum diketahui  penyebabnya secara pasti namun penelitian terbaru menunjukkan SIDS sering terjadi pada bayi yang posisi tidurnya tengkurap dibandingkan dengan bayi yang tidur terlentang atau miring.

Penyebab lain resiko ternjadinya SIDS yaitu :

  • Tidur tengkurap usia bayi kurang dari 4 bulan
  • Kasur yang empuk juga ternyata dapat menyebabkan SIDS jika usia bayi kurang dari 1 tahun
  • Terdapat riwayat SIDS pada saudara kandung
  • Bayi prematur
  • Ibu yang merokok
  • Ibu yang pencandu obat terlarang
  • Pada saat hamil bunda kurang memperhatikan kehamilan
  • Jarak hamil yang pendek diantara kehamilan sebelumnya.

Namun sejak para orangtua dianjurkan untuk menidurkan bayi dengan posisi terlendang atau miring terutama miring ke kanan, hampir mendekati 50% angka kematian karena SIDS telah menurun.

Berikanlah kasur yang padat bila perlu tidak usah menggunakan bantal dan akan sangat berpengaruh pada kesehatan bayi.

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Makan dan Tidak Suka Makan Sayur

Bunda Sering Mengalami Anak Yang Sulit Makan??

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Makan – Segala gangguan makan pada anak pasti ada penyebabnya contohnya anak tidak mau makan sayur atau suka mengemut makanan saat makan. Mungkin terjadi karena ketidak siapan anak untuk menjalani pola makan yang benar atau bisa jadi karena kesalahan diawal pengenalan makanan pada anak.

Sulit makan juga dapat terjadi karena si kecil tidak mendapatkan contoh dari lingkungan sekitar cara makan dan kebiasaan makan yang baik dan benar. Bila bunda membiasakan anak makan sambil berjalan-jalan atau bermain akan membuat si kecil tidak tahan duduk di meja makan dan akan sulit berkonsentrasi pada makanannya.

Tahukah bunda ternyata dengan membiasakan makan sambil jalan-jalan dapat membuat makanan tercemar debu, virus, bakteri sehingga dapat menimbulkan penyakit.

Lalu Bagaimana Cara Agar Anak Mau Makan??

Cara Mengatasi Anak Yang Sulit MakanYang penting ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Jika anak sulit makan terutama dengan sayur sebaiknya biasakan makan bersama dan mengenalkan anak dengan berbagai makanan yang didalamnya terdapat sayuran walaupun perbandingannya lebih sedikit dari bahan yang lainnya.

Selain itu bunda juga dapat menciptakan kreasi makanan dengan bentuk yang lucu-lucu agar anak senang dan bersemangat untuk makan. Jangan lupa setiap hari hadirkanlah makanan dengan bentuk yang berbeda-beda agar anak tidak bosan.

 

 

 

 

Deteksi Alergi Anak Pada Makanan Sejak Dini

Alergi anak dapat diketahui dari reaksi yang ditimbulkannya, ada yang berupa gatal-gatal atau kemerahan pada kulit anak. Ada juga yang tidak timbul pada kulit tapi terjadi pada kondisi fesesnya menjadi terlihat lebih cair dan adapula yang sulit buang air besar.

Setiap anak memang memberikan respon yang berbeda pada gejala alergi, oleh karena itu bunda harus lebih mengenali apakah anak mengalami reaksi yang tidak wajar pada anak setelah mengkonsumsi makanan yang ia makan.

Kenali Juga Alergi Protein Susu Sapi Pada Anak

Gejala susu sapi hampir sama dengan gejala alergi makanan, bisa menyerang kulit, saluran cerna serta saluran pernapasan. Gejala yang biasa terjadi adalah gatal-gatal pada kulit, asma, dermatitis atau eksem kulit dan gangguan saluran pernapasan.

Reaksi alergi yang dialami mungkin terjadi sebelum 45 menit setelah anak minum susu sapi gejala yang timbul yaitu timbul bintik merah seperti campak atau gatal pada kulit dan gangguan pernapasan, ada pula reaksi yang timbul antara 45 menit hingga 20 jam setelah mengkonsumsi susu sapi gejala yang timbul adalah muntah atau diare. Sedangkan reaksi yang terlihat setelah lebih dari 20 jam setelah minum susu adalah diare, sulit buang air besar dan gangguan pada kulit.

Namun jika anak alergi terhadap susu sapi bukan berarti anak juga alergi pada daging sapi ya Bunda..

Intinya selalu berikan nutrisi yang terbaik untuk anak dan kenali kondisi juga alergi anak jika mengalami gejala yang tidak pada biasanya.

Pastikan makanan yang diberikan sehat dan bersih dari bakteri. Jangan lupa untuk selalu konsultasikan kepada dokter anak.

pemberian kolostrum

Pentingnya Pemberian Kolostrum Setelah Melahirkan Agar Kebutuhan Gizi Bayi Tercukupi

Pemberian Kolostrum Penting Setelah Melahirkan Agar Gizi Bayi Tercukupi

 

 

Mungkin masih banyak ibu yang belum tahu apa itu kolostrum, jika sudah tahu mungkin bunda tidak akan melewatkan pemberian kolostrum ini untuk bayi bunda.

Kolostrum adalah cairan berwarna kekuningan yang keluar pertama kali sebelum ASI. Di minggu-minggu terakhir kehamilan hingga waktunya melahirkan, kolostrum sudah diproduksi oleh tubuh ibu.

WHO sangat merekomendasikan pemberian kolostrum sebagai makanan pertama bagi bayi yang baru lahir karena komposisinya yang ideal. Kolostrum tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi yang baru lahir, tetapi juga melindungi bayi karena bersifat mengaktivasi sistem imun.

Jika bunda ingin tahu apa saja kandungan yang terdapat dalam kolostrum

Yuk simak baik-baik ya bunda…

Kolostrum mengandung kadar protein yang tinggi, vitamin larut lemak, mineral, antioksidan, dan immunoglobulin.

Imunoglobulin adalah antibodi yang didapat bayi dari ibu dan memberikan imunitas pasif pada bayi. Imunitas pasif ini dapat melindungi bayi dari bahaya penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Kolostrum juga secara natural bersifat laksatif sehingga membantu melancarkan pencernaan bayi.

Fungsi kolostrum bagi kesehatan bayi yaitu :
• Membantu menguatkan sistem imun bayi yang baru lahir.
• Memiliki kandungan protein yang tinggi dan berkualitas, rendah gula, kaya akan lemak baik dan vitamin.
• Jumlah kandungan zat gizi nya pas dan sesuai untuk bayi sehingga mudah dicerna oleh perut bayi yang baru lahir.
• Membentuk lapisan pada perut bayi yang dapat mencegah menempelnya patogen penyebab penyakit seperti bakteri dan virus.
• Bersifat laksatif, membantu pencernaan bayi untuk mengeluarkan meconium (feses pertama yang berwarna gelap)
• Membantu mencegah sakit kuning pada bayi dengan cara mengeluarkan zat-zat sisa berbahaya dari tubuh bayi.
• Memberikan zat gizi yang cukup dan dibutuhkan oleh bayi untuk perkembangan dan pertumbuhan otak, mata, dan jantung bayi.

Apa kerugiannya jika bunda melewatkan pemberian kolostrum??

Pemberian kolostrum idealnya diberikan langsung atau beberapa jam segera setelah lahir, tetapi terkadang ada beberapa keadaan yang mengharuskan ibu atau bayi menerima perawatan setelah proses kelahiran sehingga menyebabkan bayi tidak dapat langsung menerima kolostrum atau ASI. Mungkin ada juga kondisi medis tertentu yang menyebabkan ibu tidak bisa segera langsung menyusui bayinya.

Bunda jangan kecewa karna hal ini dapat disiasati dengan pemerahan sebelum melahirkan yaitu kira-kira pada minggu-minggu terakhir kehamilan atau di atas minggu ke-32.

Kondisi seperti apa yang memerlukan pemerahan kolostrum sebelum melahirkan?

Beberapa keadaan dimana Bunda mungkin perlu memerah kolostrum sebelum kelahiran untuk menunjang kebutuhan asupan bayi yaitu:

  • Jika bayi mengalami kelainan kongenital seperti misalnya Down syndromeatau komplikasi jantung.
  • Jika ada keturunan alergi terhadap protein susu sapi atau diabetes tipe 1, maka Anda mungkin ingin meminimalisir penggunaan susu formula. Sehingga, ada baiknya ibu menyiapkan kolostrum terlebih dahulu sehingga setelah proses kelahiran, bayi bisa segera menerima kolostrum.
  • Jika ibu menderita diabetes selama proses kehamilan, karena bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes cenderung memiliki risiko menderita kadar gula darah rendah (hipoglikemia) pada 24 jam setelah kelahiran. Bayi membutuhkan kolostrum dengan segera untuk menjaga kadar gula darah.
  • Jika bayi dilahirkan melalui operasi caesaratau lahir prematur. Meskipun dalam proses kelahiran caesar pelaksanaan inisiasi menyusui dini masih mungkin dilakukan, tetapi besar kemungkinannya ibu akan segera dipisahkan dari bayi. Untuk itu akan lebih baik ibu memerah kolostrum terlebih dahulu agar bisa segera diberikan pada bayi.
  • Jika ibu menderita hypoplasia payudara (suatu keadaan yang menyebabkan pertumbuhan payudara menjadi terbatas) atau jika ibu sebelumnya pernah menjalankan operasi di area payudara.
  • Jika bayi menderita kelainan pada mulut dan sudah terdeteksi semenjak kehamilan. Bayi mungkin akan sulit untuk langsung mengisap dari puting ibu sehingga lebih mudah untuk memberikan kolostrum hasil perahan.
  • Jika bayi yang lahir kembar, tentu agak sulit untuk langsung menyusui lebih dari satu bayi pada saat yang bersamaan.

Pemberian MPASI Yang Sesuai Dengan Tahap Usia Si Kecil

Pemberian MPASI yang pertama kali sebaiknya makanan yang berbentuk lumat atau cair yang tertunya berbahan dasar makanan pokok agar si kecil tetap terpenuhi nutrisinya seperti yang terbuat dari tepung beras yang bebas gluten (gluten merupakan zat yang dapat menyebabkan alergi).

Jika bunda ingin memberikan buah, untuk tahap pertama bunda bisa memberikan si kecil pisang karena pisang teksturnya sangat lembut dan dapat dicerna oleh pencernaan bayi, jika bunda ingin memberikan jeruk sebaiknya pilih jeruk yang manis jangan yang terlalu asam karena lambung bayi belum bekerja secara sempurna.

Dalam memberikan makanan tentunya bayi memerlukan waktu untuk dapat membiasakan diri terdapat makanan yang diberikan terutama dalam hal rasa dan tekstur makanan. Oleh karena itu berikanlah makanan secara bertahap sesuai dengan kemampuan bayi, jika bayi sudah berusia 12 bulan keatas dan sudah dapat memberika makanan seperti yang kita makan sebaiknya bunda tidak memberikan perasa lain baik itu garam apalagi bumbu penyedap rasa ke dalam makanannya.

Dalam pemberian MPASI juga masih memerlukan ASI hingga usia 2 tahun, sebelum si kecil benar-benar bisa lepas dari ASI sebelumnya bunda pasti menyiasatinya dengan susu formula.

Tahukah cara yang tepat memilih susu formula untuk anak??

Susu formula mengandung zat-zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang memang dibutuhkan oleh tubuh anak untuk  membantu tumbuh kembangnya.

Jika bunda memilih susu formula untuk mengganti ASI setelah anak berusia diatas 2 tahun dan produksi ASI bunda sudah mulai berkurang dan akan lepas ASI maka pilihlah sesuai dengan spesifikasi sufor menurut usia anak.

Tapi bagaimana jika anak lebih suka minum susu dari pada makanannya??

Jika anak lebih suka minum susu daripada makanannya ini pasti akan membuat para bunda cemas, anak pastinya akan lebih suka susu formula tentunya karena anak hanya tinggal meminumnya beberapa menit saja dibandingkan harus makan makanan padat yang memerlukan waktu dan harus duduk ditempat duduk jadi anak tidak bisa bermain, padahal usia balita masih sedang aktif bergerak.

Berpengaruh juga pada sejak pemberian MPASI, jika bunda tidak memberikan si kecil beragam makanan dalam setiap menu makannya maka tidak heran jika mungkin anak bosan dan lebih memilih minum susu dibandingkan menghabiskan makanannya dan sudah kenyang oleh susu.

Itulah mengapa pemberian susu harus sudah dibatasi, cukup 2-3 gelas perhari yaitu pada pagi hari saat sarapan atau selingan diantara sarapan dan makan siang, kemudian selingan antara makan siang dan makan malam dan pada saat sebelum tidur malam.
pemberian mpasi

Tahap Pemberian ASI Eksklusif Untuk Pertumbuhan Gizi Anak

Bagaimana Tahap Pemberian ASI Eksklusif ???

Saat bayi pertama kali lahir akan sangat membutuhkan sang ibu lebih tepatnya tubuh sang ibu,bayi akan membutuhkan kehangatan tubuh ibu dan akan mencium bau tubuh ibunya itulah cara pertama kali bayi mengenali ibunya.

Pada menit-menit kelahirannya juga dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD) termasuk dalam pedoman Golden Standard of Infant Feeding oleh WHO dan Unicef sejak 2002 dengan cara menelungkupkan bayi ditubuh sang ibu dan membiarkan bayi mencari payudara ibunya untuk menyusu.

Selanjutnya ASI dapat diberikan kapanpun saat bayi ingin menyusu tanpa harus dibatasi, berikanlah ASI secara eksklusif maksudnya hanya ASI saja yang diberikan tanpa disertai makanan atau cairan meskipun hanya air putih, hingga bayi menginjak usia 6 bulan.

Bunda baru boleh memberikan bayi Bunda MPASI setelah usia 6 bulan karena ASI saja tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan sistem metabolisme tubuh bayi sudah sempurna untuk memproses makanan yang dimakannya tapi berikan makanan tahap demi tahap ya bun.

Contohnya pada awal MPASI berikanlah makanan dalam bentuk makanan lumat pada usia 6-9 bulan,kemudian makanan lembek pada usia 9-12 bulan, setelah diatas usia 12 bulan bayi bunda boleh memakan makanan dalam bentuk padat seperti nasi putih seperti yang kita makan.

Tentunya kita tau kandungan didalam ASI sungguh sangat luar biasa selain merupakan makanan terbaik untuk bayi 0-6 bulan. Berikut beberapa kandungan dalam ASI yang sangat bermanfaat :

  1. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya sejak sejak lahir hingga usia 6 bulan.
  2. Ketika tubuh ibu merangsang adanya patogen (virus/bakteri) ASI memproduksi zat antibodi yang spesifik terhadap kuman tersebut sehingga menciptakan perlindungan terhadap bayi berdasarkan apa yang terjadi pada tubuh ibunya.
  3. Tidak ada ASI yang menimbulkan alergi
  4. ASI bisa mencegah obesitas
  5. Struktur ASI paling mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

Baca juga Pentingnya ASI untuk Bayi, Selain ASI mempunyai manfaat seperti yang dijelaskan diatas. Bunda juga jadi tahu dan tidak akan menyia-nyiakan masa-masa saat menyusui.

Tahukah Bunda..kalau posisi menyusui yang tepat juga mempengaruhi keluarnya ASI??

Agar bayi mendapatkan ASI yang cukup maka bayi harus menghisap areola yaitu daerah sekitar puting yang berwarna kehitaman atau kecoklatan. Jika yang dihisap adalah puting bukannya ASI yang akan keluar tetapi akan menyebabkan lecet, perih dan sakit pada puting ibu.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah :

  • Buat tubuh bunda senyaman mungkin, badan tidak tegak atau tegang
  • Pilih tempat yang memiliki sandaran seperti sofa atau tempat tidur. Bunda juga dapat menggunakan bantal untuk menyusui agar agar lebih nyaman dan tangan bunda tidak pegal saat menyangga tubuh bayi.
  • Gendong bayi dengan posisi menyamping dan tempatkan tubuh bayi menghadap payudara bunda dengan menggunakan tangan bagian siku bunda dan telapak tangan menyangga pantat bayi.
  • Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kepala bayi jangan sampai kepala bayi mendongak atau terlalu miring saat menghisap areola.
  • Bunda sebaiknya menangkupkan seluruh bagian dari area puting dan areola (bagian hitam disekitar puting) masuk kedalam mulut bayi.

Pemberian ASI Eksklusif

Tanda-tanda kalau bayi telah cukup ASI

  • Pada saat menyusu bayi mengisapnya secara berkelanjutan atau terus menerus
  • Bunda mendengar suara bayi meneguk pada saat menyusu
  • Bunda merasakan sensasi yang berbeda saat ASI mengalir keluar
  • Dan setelah bayi kenyang, maka bayi bunda akan terlihat tenang, nyaman dan puas.
  • Setelah diamati selama satu minggu berat badan bayi akan semakin bertambah sekitar 20-30 g per harinya.
  • Dalam jangka waktu usia bayi 3 bulan berat badan bayi akan bertambah perbulannya sekitar 600 g- 1,3 kg
  • Feses bayi akan berwarna kuning diakhir minggu pertama
  • Dan biasanya bayi buang air kecil bisa lebih dari 6 kali perhari pada akhir minggu pertama.

Usia Berapakah Seharusnya Bayi Boleh Berenang??

Apakah Bayi Sudah Boleh Berenang???

Berenang umumnya dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa, karena berenang merupakan salah satu olahraga yang menyehatkan bukan hanya dapat melatih pernapasan tetapi juga dapat melatih motorik anak.

Namun apabila berenang dilakukan oleh Bayi ataupun Balita, apakah boleh??

Jangan khawatir..Bayi yang usianya diatas tiga bulan sudah boleh diperkenalkan olahraga berenang, tentu saja bukan berenang yang harus menguras tenaga seperti orang dewasa ya Bunda..untuk tahap pertama hanya memperkenalkannya terhadap air saja. Apabila Bayi Bunda masih berusia kurang dari dua bulan, disarankan jangan dulu memaksakan Bayi Bunda untuk berenang karena sistem imuns bayi belum sempurna dan masih rawan terkena penyakit dari lingkungan sekitar seperti diare, infeksi telinga, dan saluran pernafasan.

Hal yang perlu Bunda ingat juga, sebelum usia enam bulan bayi belum dapat meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Jadi, sebaiknya Bunda hindari penggunaan air dingin dalam kolam renangnya. Gunakanlah air hangat bersuhu kira-kira antara 27-30 derajat Celcius.

Bunda dapat memberikan spa nyaman dengan kolam renang bayi di rumah ataupun Bunda bisa pergi ke tempat khusus yang menyediakan fasilitas spa untuk bayi. Alternatif lain bisa juga Bunda ajak ke kolam renang umum. Tetapi sekarang sudah mudah menemukan kolam bayi atau spa bayi dijual dipasaran seperti Kolam Renang Sugar Baby Swimming Pool yang sudah lengkap dengan ban leher, pompa dan mainan didalamnya.

berenang

Bila ingin memanfaatkan kolam renang umum atau spa hendaknya perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pilih suhu air kolam renang yang hangat.
Bayi belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Untuk itu, hindari suhu kolam renang/spa yang terlalu dingin. Idealnya, pilih kolam renang dengan suhu hangat dan terkontrol.

2. Gunakan baju renang.
Bila suhu kolam renang sudah diatur agar tetap hangat, tidak terlalu penting menggunakan baju renang atau tidak, gunakan saja swim diapers.

3. Lingkungan kolam yang termonitor.
Pilih kolam renang yang disertai penjaga, yakni seseorang yang mengerti bagaimana memberikan pertolongan pertama pada bayi dalam kondisi darurat.

4. Gunakan tabir surya khusus bayi.
Bila kolam renang berada di luar ruangan (outdoor), alangkah baiknya bayi menggunakan tabir surya yang khusus untuk bayi.

5. Frekuensi berenang.
Idealnya aktivitas bermain air pada bayi sekitar 20-25 menit per hari dengan frekuensi lima kali dalam seminggu. Atau 15-20 menit per hari dengan frekuensi setiap hari dalam seminggu. Hindari aktivitas di air lebih dari 30 menit karena dapat meningkatkan risiko hipotermia (kedinginan) pada bayi.

Namun bermain air juga sebaiknya tidak kurang dari 15 menit. Sebab, waktu yang terlalu pendek tidak memberikan cukup waktu bagi bayi untuk beradaptasi dan memelajari lingkungannya.

6. Perhatikan kadar klorin.
Cermati kadar klorin kolam renang. Di beberapa kolam renang ada papan khusus untuk informasi ini. Namun bila tidak ada tanyakan kepada pengelola kolam renang. Kadar klorin dalam kolam renang sebaiknya tidak terlalu tinggi karena dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Idealnya pemakaian klorin agar tidak menjadi polutan menurut American Chemistry Council antara 2,0 sampai 4,0 ppm (parts per million) meski tidak perlu, sampai di bawah 1,0 ppm.

7. Pilih kolam renang yang tak terlalu ramai.
Pilih kolam renang yang tidak terlalu ramai pengunjung, karena dapat membuat bayi tidak nyaman dan malah jadi rewel.

idul fitri

Apa Yang Bunda Persiapkan Saat Menjelang Hari Raya Lebaran??

Tips dan Persiapan Lebaran Untuk Bunda yang Mempunyai Anak Kecil – Tentunya Bunda sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari ya Bun? Mulai dari baju baru, sandal atau sepatu baru juga makanan apa yang disiapkan saat lebaran tiba. Pasti sudah banyak kue kering juga ya Bun..hihi. Apalagi Bunda yang ingin pulang kampung..pasti banyak banget perlengkapan atau bingkisan yang dibawa.

Tapi terlepas dari itu mau yang mudik ataupun yang tidak bisa mudik semoga kita semua selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. karna makna lebaran sesungguhnya bukanlah tentang baru baru ataupun sepatu baru. Makna lebaran sesungguhnya adalah kita yang bisa berkumpul bersama keluarga dan sesama umat muslim merayakan hari kemenangan dan saling berjabat tangan seraya saling memaafkan atas salah dan khilaf dimasa lalu yang mungkin telah menyakiti hati sesama umat muslim karna dengan bersalaman atau berjabat tangan dengan sesama muslim akan menggugurkan dosa-dosa kita, Amiin..

Merayakan Hari Kemenangan setelah kita berjuang menahan hawa nafsu kita selama di bulan Ramadhan, tentunya anak-anak kita juga ikut belajar berpuasa bukan? maka dari itu ajarkan juga kepada anak kita bahwa inilah bukti kebesaran Allah bahwa setelah kita bersusah payah melawan hawa nafsu selain tidak makan dan minum saat saur sampai tiba waktunya berbuka Allah telah menjanjikan Hari Kemenangan untuk umatnya yang telah berhasil.

Kita juga dapat mengajarkan anak kita untuk saling bersilahturahmi dan mengenal saudara kita yang dekat maupun yang jauh, Bunda juga boleh memberikan reward ataupun hadiah untuk si kecil karna ia telah berhasil menjalankan ibadah di bulan Ramadhan walaupun memang tidak semuanya penuh tapi itu sudah sangat bagus. Jadi anak akan semakin semangat untuk selalu beribadah bukan hanya di bulan Ramadhan saja ya Bunda 🙂

Nah, Apa sih yang harus Bunda persiapkan saat menjelang lebaran?

  1. Zakat Fitrah / Zakat Mal

Zakat Fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan saat menjelang lebaran, zakat fitrah harus dikeluarkan sejumlah 3,5 liter beras per orangnya atau kalau pakai uang bisa dijumlahkan saja sesuai harga berasnya. Ingat, anak yang masih bayi juga wajib di fitrah ya Bunda.

Zakat mal bisa keluarkan sesuai ketentuan yang sudah ada, atau bisa tanyakan ke amil zakat yang ada disekitar Bunda.

2. Kesehatan Keluarga

Kesehatan sangat penting terutama jika Bunda yang mempunyai Bayi dan anak yang masih sangat kecil jika memang dirasa sanggup menempuh perjalanan jauh dibolehkan untuk mudik tapi jika Bunda merasa khawatir tentang kesehatan anak karna belum siap berpergian jauh yang menghabiskan waktu berjam-jam diperjalanan sebaiknya tidak usah.

Persiapkanlah bekal yang sehat untuk si anak, gunakan carseat untuk tempatnya duduk agar terasa nyaman dan aman karna carseat sudah dirancang khusus untuk keperluan anak.

3. Pilihlah Hari Tepat Sebelum Meningkatnya Arus Mudik

Disarankan untuk memilih mudik dari jauh-jauh hari atau seminggu sebelum lebaran, atau kalau tidak bisa karna ada urusan pekerjaan pastikanlah bekal yang dibawa cukup dan selalu mempersiapkan perlengkapan P3K ataupun vitamin agar stamina tetap terjaga.

Demikian sedikit tips dari Dunia Bayi tentang persiapan lebaran, jangan lupa untuk selalu menaati lalu lintas agar selamat sampai tujuan dan selalu waspadai kejahatan.

Mohon maaf selama lebaran Toko Dunia Bayi Tutup Sementara

Mulai dari 24 -30 Juni 2017 dan

Buka kembali pada tanggal 01 Juli 2017

“Minal aidin wal faidzin” “Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Persiapan Lebaran

Calon Ibu Wajib Tahu, Inilah Mengapa ASI Penting untuk Bayi

Calon Ibu Wajib Tahu, Inilah Mengapa Pentingnya ASI untuk Bayi

Usia nol hingga enam bulan adalah masa terpenting dalam pertumbuhan si buah hati. Dan selama masa ini ASI memegang peranan penting karena mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi.

Untuk itu, alangkah baiknya jika ibu memberikan ASI eksklusif. Artinya, selama masa enam bulan pertama hidupnya, bayi tidak mengonsumsi apa pun selain ASI.

ASI Penting untuk Pertumbuhan Bayi

Kandungan protein dalam ASI sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Nutrisi tersebut dapat dengan mudah diserap oleh bayi melalui air susu ibu. Inilah yang membedakan ASI dengan susu formula bayi.

Saat ini telah banyak produk susu formula khusus untuk bayi yang baru lahir. Sebenarnya kandungan nutrisinya juga baik. Namun, kelemahannya, nutrisi tersebut tidak dapat dengan mudah diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda halnya dengan ASI. Sebagai produk alami, nutrisi yang terkandung di dalam ASI mudah diserap oleh organ tubuh bayi yang masih belum bisa bekerja dengan maksimal.

ASI Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi

Selain itu, air susu ibu juga mengandung vaksin alami. ASI mengandung nutrisi penting yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi. Kandungan antibodi tersebut dapat melindungi bayi dari infeksi dan serangan penyakit, seperti penyakit TB atau tuberkolosis.

Dalam tubuh bayi, kandungan antibodi pada ASI akan diserap melalui dinding usus menuju organ kekebalan, yaitu timus. Antibodi  tersebut akan bekerja membantu sel-sel lain untuk dapat memerangi bakteri-bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh si bayi.

ASI Menyehatkan Mental

Memberikan ASI eksklusif juga dapat membantu menyehatkan mental anak. Sebuah penelitian dari Human Science Research Council, Afrika Selatan, mengungkapkan hal ini.

Peneliti membandingkan perilaku anak usia 7-11 tahun yang mendapatkan ASI eksklusif, dengan anak yang hanya mengonsumsi susu formula selama 6 bulan usia awal mereka.

Penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI eksklusif tidak berperilaku agresif yang bisa mengganggu lingkungan dan proses belajar. Selain itu, anak-anak tersebut lebih bisa menghargai diri sendiri, dan tentunya orang lain.

Bayi akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal jika mendapatkan ASI eksklusif dengan porsi yang pas. Menurut anjuran para ahli, sebaiknya ibu menyusui bayinya setiap 3-4 jam, atau 8-10 kali dalam sehari.

Selain itu, jangan enggan menyusui pada malam hari. Menurut penelitian, ibu memproduksi lebih banyak hormon pada malam hari. Karenanya, ASI yang dihasilkan pada malam hari akan lebih menyehatkan.

Pentingnya Memberikan ASI

Di samping berbagai manfaat di atas, masih banyak lagi kandungan nutrisi pada ASI yang menimbulkan efek positif untuk bayi. Termasuk di antaranya adalah zat Ganfliosida, yang berperan penting dalam meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.

Ganfliosida membantu menghubungkan sel-sel otak yang belum terhubung ketika bayi baru lahir. Terlebih, ASI mengandung lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan sel, jaringan otak, dan susunan saraf.

Manfaat Menyusui bagi Ibu

Ibu mana yang tidak ingin menyusui bayinya? Pasti semua ibu mendambakannya.  Dengan menyusui, kedekatan antara ibu dan anak akan terbina sejak dini. Juga, ini merupakan wujud kasih sayang sejak awal si kecil lahir di dunia.

ASI eksklusif bukan hanya bermanfaat untuk bayi. Menyusui juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu. Seorang ibu yang rutin memberikan ASI eksklusif bagi bayinya akan terhindar dari penyakit kanker payudara, kanker ovarium, bahkan diabetes.

Menyusui juga meningkatkan kesehatan mental. Ibu menyusui akan terhindar dari depresi, sehingga hubungan fisik dan emosional antara ibu dan anak, akan terpelihara dengan baik.

Bagi Bunda yang kesulitan menberikan ASI Ekslusif sekarang tidak perlu khawatir karena kini banyak sekali bahan-bahan herbal yang membantu melancarkan produksi ASI. Seperti yang satu ini..Mamasoya susu kedelai yang diperkaya dengan kandungan daun katuk dan rempah-rempah herbal lainnya yang sangat berkhasiat dan sudah terbukti.

Pentingnya ASI

➤➤➤ BEST SELLER pilihan banyak Ibu. Insya Allah tidak akan kecewa ★★★

pompa asi elektik

Keuntungan Memakai Pompa ASI Elektrik bagi Ibu Menyusui

Keuntungan Memakai Pompa ASI Elektrik bagi Ibu Menyusui

Memerah ASI dengan menggunakan alat pompa ASI sepertinya menjadi salah satu solusi cerdas bagi ibu menyusui yang tidak sempat menyusui bayinya. Di pasaran, telah dijual beragam alat pompa ASI yang berkualitas.

Ada banyak pilihan alat pompa ASI yang bisa Bunda beli, mulai dari alat pompa ASI manual hingga alat pompa ASI elektrik. Nah, kali ini, Bunda akan disuguhi beberapa keuntungan memakai pompa ASI elektrik.

Apa Saja Keuntungannya?

  1. Mudah Dibawa

Pompa ASI elektrik memiliki bentuk yang cukup mudah untuk dibawa ketika bepergian atau bekerja. Jadi, Bunda tidak memerlukan tas khusus untuk membawanya. Bunda bisa membawanya di dalam tas kerja, kok.

Namun, pastikan Bunda membawa botol-botol steril untuk menampung ASI, ya.

pompa elektrik little giant

  1. Mudah Digunakan

Alat pompa ASI elektrik sangat mudah untuk digunakan, lo. Namun, ada 2 jenis alat pompa ASI elektrik yang harus Anda ketahui, yaitu alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga baterai dan yang menggunakan tenaga listrik.

Jika Bunda memiliki alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga listrik, Bunda perlu mencolokkan alat pompa ASI elektrik tersebut ke sakelar listrik.

Namun, jika Bunda memiliki alat pompa ASI elektrik yang menggunakan tenaga baterai, Bunda hanya perlu mengisikan baterai dan memencet tombol yang telah tersedia.

Pompa ASI Elektrik

  1. Mudah Dibersihkan

Pompa ASI elektrik biasanya terdiri dari beberapa bagian yang terpisah. Nah, Bunda bisa dengan mudah membersihkan bagian-bagian ini. Jangan lupa untuk membersihkan alat pompa ASI setelah selesai digunakan, ya.

Membersihkan alat pompa ASI segera setelah digunakan bertujuan untuk menjaga alat pompa agar tetap steril dan menghindari tumbuhnya bakteri jahat pada alat pompa ASI Bunda.

  1. Bunda Bisa Menghemat Waktu

Alat pompa ASI elektrik dilengkapi dengan tombol untuk memompa ASI secara otomatis. Jadi, Bunda tidak perlu memompa alat tersebut dengan tangan Bunda. Hanya dalam sekali tekan, ASI sudah terpompa dengan sendirinya.

Hal ini bisa menjadi satu hal yang menguntungkan bagi ibu menyusui yang tidak memiliki banyak waktu untuk memerah ASI. Hanya dalam waktu singkat, Bunda sudah mendapatkan ASI perah untuk bayi Bunda.

Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah alat pompa ASI elektrik yang memiliki pompa ganda. Pompa ganda ini memungkinkan Bunda untuk memerah ASI dari kedua payudara sekaligus.

  1. Bunda Bisa Menghemat Tenaga

Tanpa perlu memompa secara manual, Bunda sudah bisa mendapatkan ASI perah dengan mudah. Bukankah hal itu menyenangkan?

Beberapa ibu menyusui yang menggunakan alat pompa ASI manual menyatakan bahwa tangan mereka sering terasa pegal, terutama pada pagi hari. Rasa pegal ini dipicu oleh alat pompa ASI manual yang mereka gunakan.

Dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik, Bunda akan menghemat tenaga dan terbebas dari tangan pegal.

  1. Pada Beberapa Alat Pompa ASI Elektrik, Bunda Bisa Menikmati Pijat Payudara

Pijat payudara bisa menjadi salah satu cara agar ASI keluar dengan lancar. Pada beberapa alat pompa ASI elektrik, Bunda sudah bisa merasakan sensasi pijat payudara ini, lo.

Jadi, sebelum ASI dipompa keluar, payudara Bunda akan dipijat terlebih dahulu. Setelah sesi pijatan selesai, barulah ASI akan dipompa keluar dari payudara Bunda. Terdengar menyenangkan, bukan?

Nah, itulah 6 keuntungan yang bisa Bunda dapatkan ketika memakai alat pompa ASI elektrik. Namun, jika tidak dalam keadaan terpaksa, sebaiknya Bunda tetap menyusui sang buah hati secara langsung, ya.

Tapi jangan lupa ya bunda, saat membeli p0mpa ASI ada hal-hal harus diperhatikan.

Manfaat menyusui

Inilah 5 Manfaat Menyusui Bagi Ibu Yang Wajib Diketahui

Inilah 5 Manfaat Menyusui Bagi Ibu Yang Wajib Diketahui

Manfaat Menyusui Bagi Ibu

Nutrisi yang terkandung di dalam air susu ibu (ASI) sangat berguna untuk kesehatan si kecil. Dengan memperoleh ASI eksklusif, bayi akan tumbuh secara maksimal. Kemampuannya untuk bertahan dari serangan penyakit juga ikut meningkat.

ASI juga terbukti menyehatkan mental anak. Seorang remaja yang memperoleh ASI eksklusif semasa bayi punya risiko kecil mengalami depresi. Dia juga tidak memiliki sifat yang agresif.

Selain bayi, ibu juga bisa mendapat banyak manfaat dengan menyusui. Apa saja kebaikan menyusui buat si ibu? Simak penjabaran berikut ini:

  • Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Ovarium

Menyusui dapat menurunkan risiko ibu terkena penyakit kanker payudara yang dipicu oleh produksi hormon estrogen yang berlebihan.

Ibu menyusui bisa terhindar dari risiko penyakit ini, karena menyusui bisa menekan jumlah hormon estrogen. Proses pembuatan ASI dalam tubuh ibu juga dapat membantu menghentikan pembentukan dan pertumbuhan sel kanker.

Penyakit kanker lain yang bisa dicegah dengan cara menyusui adalah, kanker ovarium.

Gejala penyakit kanker ovarium begitu sulit dideteksi. Inilah yang membuat tingkat kematian pada penderita penyakit ini cukup tinggi. Menurut beberapa penelitian, pembentukan sel kanker bisa disebabkan oleh tingkat ovulasi yang tinggi.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur oleh ovarium pada rahim wanita. Proses ovulasi dapat ditunda dengan menyusui. Alhasil, pembentukan sel kanker pada ovarium juga bisa dicegah.

  • Menurunkan Diabetes

Pada masa kehamilan, tingkat gula darah ibu akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit diabetes gestasional. Bahkan dalam beberapa tahun berikutnya, diabetes juga berisiko semakin parah.

Melalui proses menyusui, risiko tersebut bisa dikurangi. Ibu yang menyusui bayinya, setidaknya selama 3 bulan sejak melahirkan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit diabetes.

Dalam waktu 3 bulan, metabolisme tubuh ibu mengalami perubahan. Tubuh ibu menyusui memproduksi lebih banyak fosfolipid (komponen utama pada membran sel) dan asam amino lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, dengan menyusui, lemak pada perut ibu akan berkurang. Kemungkinan, hal ini juga bisa meminimalkan risiko diabetes.

  • Menurunkan Berat Badan

Seperti telah disinggung di poin sebelumnya, menyusui dapat membantu mengurangi tumpukan lemak pada perut ibu. Sekali menyusui, tubuh ibu membakar hingga 300 kalori. Pembakaran yang cukup besar ini tentunya baik untuk penurunan berat badan.

Saking tingginya pembakaran, ibu menjadi lebih mudah lapar. Inilah sebabnya ibu menyusui merasa sulit untuk berdiet. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tepat akan membantu penurunan berat badan ibu sekaligus memproduksi air susu sesuai kebutuhan si bayi.

  • Memperkuat Tulang

Kesehatan tulang sangat dipengaruhi oleh asupan kalsium ke dalam tubuh. Ibu menyusui menyerap kalsium lebih banyak dari makanan karena kalsium juga dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

Pada masa menyusui, tulang mengalami proses remineralisasi. Kalsium-lah yang berperan penting dalam proses ini. Serapan kalsium dalam jumlah banyak membantu pembentukan kembali tulang-tulang ibu.

Menyusui juga dapat mengurangi risiko ibu terkena penyakit rheumatoid arthritis, penyakit yang menyerang sendi. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada sendi.

  • Mengurangi Depresi

Sebagian ibu mengalami depresi setelah melahirkan. Depresi setelah melahirkan ini biasa disebut dengan sindrom babyblues. Penyakit ini cukup wajar, karena proses persalinan menyebabkan hormon pada tubuh ibu menjadi tidak seimbang.

Ibu menyusui tidak akan mengalami depresi yang berlarut-larut. Saat menyusui, tubuh ibu akan menghasilkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin memiliki kemampuan untuk memicu otak untuk membantu menciptakan perasaan rileks dan meningkatkan rasa cinta.

Ibu menyusui akan merasa lebih menyayangi bayinya. Apalagi jika ibu dan buah hati sering berkomunikasi, baik verbal maupun melalui kontak fisik. Hormon oksitoksin akan meningkat, ibu menjadi lebih santai, stres pun berkurang.

Nah, ternyata ada banyak manfaat menyusui buat si ibu. Selamat menyusui ya, semoga ibu dan bayi selalu sehat.

Karakter kecerdasan anak

Karakter kecerdasan anak Apakah Anak Bungsu Lebih Bodoh??

Karakter kecerdasan anak , Apakah Anak Bungsu Lebih Bodoh??

Terkadang menjadi anak yang terakhir/bungsu memang suka menyebalkan karena kita diangkap lebih tidak tau apa-apa dan untuk masalah kecerdasan anak terakhir yang dianggap paling lemah.
Bayangkan bagaimana rasanya jika dikatakan bodoh hanya karna kebetulan lahirnya urutan terakhir dari saudara-saudara lainnya.
Ini merupakan pemahaman yang sangat salah selama ini, tentu saja ini juga dapat membuat para anak terakhir atau anak bungsu akan terasa tersisih dan minder terhadap saudara-saudaranya karna selalu dibanding-bandingkan dengan kakak-kakaknya.
Tapi sebenarnya itu tidak benar, karna ada sebuah penelitian baru membuktikan bahwa pendapat itu sangat keliru.
Seperti yang dikatakan oleh para ahli bahwa kecerdasan tidak dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga atau urutan kelahiran didalam keluarga melainkan kecerdasan anak didapatkan dari faktor seperti warisan genetika, IQ orang tua, jumlah bacaan yang disediakan di rumah dan mutu sekolah lebih penting untuk menentukan kecerdasan anak-anak.
“ Sebenarnya sebuah keluarga memungkinkan akan menyebarkan sumber kecerdasannya ke sebanyak apapun anak yang mereka miliki”, ini adalah pendapat seorang penulis studi tersebut yaitu Joseph Lee Rodgers, psikolog dari Universitas Oklahoma.

Karakter kecerdasan anak
Misalnya anak kedua dalam satu keluarga mungkin ditemukan lebih cerdas dari pada anak ketiga dari keluarga lainnya, dan ini telah menghasilkan kesimpulan bahwa urutan kelahiran mempengaruhi tingkat kecerdasannya.
Tetapi membandingkan anak dalam keluarga yang sama dapat menjelaskan bahwa urutan kelahiran dan kecerdasan anak tidak mempunyai hubungan dan juga banyaknya anggota keluarga tidak ada kaitannya dengan kecerdasan anak.

 

Maka kita selaku orang tua wajib untuk memperlakukan anak secara adil, baik dalam hal perhatian dan pendidikan. Jika si adik ingin berpendapat maka berikanlah kesempatannya untuk Ia menyampaikan pendapatnya itu dan jangan langsung menganggapnya salah ataupun mencelanya.

Baca juga : Panduan Perawatan Bayi