Cara Merawat Bayi

Panduan, tips dan trik cara merawat bayi dengan mudah baik bayi perempuan maupun bayi laki-laki.

Temukan cara ✔ menidurkan bayi ✔  cara memijat bayi ✔ cara menidurkan bayi ✔ cara memandikan bayi dan aneka panduan dalam merawat bayi.

Bagi pasangan muda. Bagi mengetahui dan mempelajari hal ini teramat penting mengingat hal seperti ini tidak terdapat di pelajaran sekolah maupun kuliah.

Sotoy banget ya Dubay ini.. hehehehe

Bagi pasangan yang telah lama menikah atau telah mempunyai anak pun terkadang hal hal tentang cara merawat bayi ini sangat penting.

Ada orang tua yang seperti lupa bagaimana caranya atau lebih parah lagi memang belum mengetahuinya sejak awal mempunyai anak pertama kali.

Bayi adalah amanah dan anugrah dari Allah maka sebagai orang tua harus benar benar serius dalam merawat mulai dari bayi baru lahir sampai ketika dia telah aqil.

Quote Cara Merawat Bayi

Bunda dan ayah sekalian harap perhatikan betul quote dari Klalifah Umar berikut ini ya:

“Kamu merawat ibumu sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu” – Umar bin Khatab ra

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam – Imunisasi dan vaksin masih menjadi kontroversi sampai sekarang, banyak kalangan yang sudah yakin akan kehebatan imunisasi dan vaksin. Namun banyak juga kalangan yang masih meragukan kehalalan dari vaksin.

imunisasi yang benar

Pada awalnya vaksin memiliki tujuan yang baik, yaitu mencegah terjadinya penyakit menular dan mematikan. Bahkan penemu vaksin mendapatkan penghargaan karena berhasil mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan tubuh manusia. Akan tetapi pada penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh para ilmuan-ilmuan menyatakan bahwa kualitas tubuh manusia yang berhasil mempertahankan hidupnya adalah imunitas alami tanpa vaksin, karena imunitas yang ada di tubuh manusia lebih berkualitas dibandingkan dengan manusia yang berhasil memperjuangkan hidupnya dengan bantuan vaksin.

Imunisasi Yang Benar Menurut Islam Yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, berkata “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasullah SAW. lalu beliau memberinya nama Ibrahim, kemudian menTahniknya (mengunyah makanan kemudian memasukannya ke dalam mulut bayi, lalu menggosok-gosokkannya ke daerah langit-langit mulut bayi) dengan kurma.” Kemudian dalam riwayat Imam Al-Bukharari “…maka beliau mendoakan kebaikan dan mendoakan kebaikan dan mendoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Sesungguhnya bayi lahir dalam keadaan kekurangan glukosa atau zat gula. Apabila ditemukan tubuh bayi menguning maka bayi tersebut membutuhkan gula dalam kadar yang cukup untuknya, serta berat badan ketika bayi lahir juga dipengaruhi oleh kandungan glukosa didalam tubuhnya.

Adapun dalam kasus bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg hal ini dikarenakan kandungan zat gula pada tubuh bayi sangat sedikit yaitu memiliki kadar gula dalam darahnya 20 mg/100 ml. Serta anak yang lahir dengan berat badan diatas 2,5 kg dan kadar gula dalam darahnya yaitu 30 mg/100 ml ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Misalnya otot-otot bayi melemas, bayi menolak untuk menyusu, pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan bahkan bisa terjadi kejang. Serta beberapa penyakit berbahaya seperti lemah otak, insomnia, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan saraf.

Dapat kita simpulkan bahwa masalah diatas semuanya berfokus pada ketika lahir yang dibutuhkan bayi yaitu zat gula dalam bentuk glukosa. Pemberian zat gula bisa dengan cara memberikan kurma yang sudah dilumatkan kepada bayi agar menjauhkan bayi dari kekurangan kadar gula dan sebagai bentuk imunisasi alami.

Telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. tahnik kepada bayi sebagai obat sekaligus mengurangi dan mencegah terjadinya penyakit pada bayi dimasa depan. Sekaligus menjadi mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. dan merupakan manusia pertama dalam sejarah yang mengetahui hal ini sebelumnya dan kini manusia tahu betapa bahaya jika bayi kekurangan kadar glukosa dalam darahnya.

Baca juga : Bahaya Antibiotik

 

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Bagaimana Cara Mengatasinya

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Jika seorang anak mempunyai rasa takut, misalnya saat anak mau ke kamar mandi kemudian ia minta ditemani oleh sang bunda padahal jarak kamar mandi sangat dekat. Bahkan anak yang penakut cenderung takut dengan segala situasi yang baru dan bahkan ia akan menutup diri karenanya. Misalnya saat ia bertemu dengan orang yang belum ia kenal. Kemana-mana pun harus ditemani dan saat anak baru mulai masuk sekolah, anak akan meminta orang tua untuk menunggunya di depan kelas dan hal ini akan berlangsung lama sampai anak terbiasa dengan kondisi kelas dan juga dengan teman-temannya.

Rasa takut sesungguhnya merupakan hal wajar yang dimiliki oleh setiap orang, tidak hanya ada pada anak-anak namun juga pada orang dewasa. Dengan adanya rasa takut pada diri seseorang maka ia akan lebih berhati-hati sehingga terhindar dari berbagai macam bahaya yang bisa saja mengancam dirinya. Namun yang perlu para orang tua khawatirkan adalah ketika rasa takut itu menjadi berlebihan, maka dampaknya akan merugikan seperti seseorang akan menjadi tidak berani melakukan banyak hal karena dengan alasan takut. Padahal kunci dari suatu keberhasilan adalah berani dalam melakukan banyak hal.

Jika anak menjadi terlalu penakut seperti ini, maka kita perlu memberantas rasa takut itu dalam diri anak sedini mungkin bahkan sejak ia masih kanak-kanak. Karena menurut penelitian yang pernah dilakukan di Amerika yaitu berbagai bentuk ketakukan yang ada pada orang dewasa ternyata berkaitan dengan masa kecilnya atau sudah ada sejak masih kecil dan hal itu sulit untuk hilang.

Mengapa Anak Menjadi Penakut? Bagaimana Menyikapinya

Ada beberapa penyebab umum yang membuat seorang anak menjadi penakut dan hal ini yang harus bisa kita atasi sedini mungkin agar tidak mempengaruhi anak-anak, yaitu :

  1. Pendidikan otoriter di dalam keluarga

Beberapa orang mungkin menerapkan pendidikan yang ketat dan sangat keras kepada anak-anaknya. Karena hal itu dianggap mampu membentuk karakter anak yang kuat dan pemberani. Faktanya tidak semua anak menjadi kuat dan pemberani, justru beberapa anak banyak yang merasa ditekan, dihukum dan ditakut-takuti atau diancam dan kemudian mengalami gangguan mental akibat rasa takut yang berlebihan.

Mengapa Anak Menjadi Penakut

Anak menjadi tidak percaya diri, labil dan cenderung untuk melakukan kesalahan, dalam garis besar jika anak-anak yang disebarkan dengan pendidikan seperti ini lebih cenderung menjadi penakut dan rapuh jiwanya. Anak tidak diberi kebebasan untuk berpendapat dan berkreasi, semuanya harus berdasarkan perintah orang tua. Jika salah maka harus dihukum inilah contoh cara mendidik yang menjadikan anak tidak percaya diri dan penakut.

Para orang tua seharusnya proposional dalam mendidik anak-anaknya, tidak perlu terlalu keras terhadap anak dan menerapkan hukuman yang berlebihan disetiap kesalahan anak. Namun yang terpenting dalam mendidik anak adalah tegas dan konsisten. Jika salah anak boleh dihukum namun hukumannya harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan sang anak. Contoh yang baik yaitu memberikan hukuman yang bersifat mendidik bukan malah memberikan hukuman yang membuatnya merasa terhina dan menjatuhkan harga dirinya.

  1. Trauma masa lalu

Anak bisa saja mengalami trauma, hal ini yang bisa menyebabkan anak menjadi penakut. Seperti contoh anak takut untuk pergi ke kamar mandi karena ia takut ada kecoak dan ia pernah punya pengalaman buruk dengan kecoak. Jika bunda menemukan anak mempunyai rasa takut seperti ini sebaiknya tidak usah terburu-buru untuk membuatnya berani masuk ke kamar mandi. Karena justru akan membuat trauma anak semakin parah jika bertemu dengan kecoak tersebut. Perilaku ini yang sering disebut denga phobia atau rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu. Jika anak mengalami phobia sebaiknya jangan terlalu memaksakan dirinya untuk berani, karena jika dipaksakan anak yang mengalami phobia jika bertemu dengan sesuatu yang ditakutinya maka akan mengalami gejala sulit bernafas, jantung berdebar, pusing, gemetar atau merasa perlu untuk ke toilet.

Biarkan rasa takut itu menghilang secara perlahan dengan memberikannya penjelasan dan cerita yang membuatnya tidak takut lagi dengan sesuatu yang ia takuti tersebut seperti takut dengan kecoak.

  1. Pengaruh yang salah

Pengaruh yang salah dapat berasal dari orang tua, teman, tontonan maupun bacaan yang dibaca. Pemahaman dari luar yang ditanamkan kepada anak yang membuatnya mempunyai persepsi yang salah tentang sesuatu.

Contoh pengaruh dari orang tua : Misalnya orang tua mendongengi anak tentang tempat gelap itu merupakan tempatnya setan. Akibatnya anak menjadi takut jika bertemu dengan tempat yang gelap, dibawah sadar anak akan otomatis muncul bayangan setan jika ia menjumpai tempat gelap.

Contoh pengaruh dari tontonan : Jika anak suka memonton televisi dan salah satu tayangan menayangkan cerita hantu yang mengisahkan tentang arwah orang yang telah meninggal akan gentayangan. Akan mengakibatkan pemahaman anak terhadap orang yang meninggal, arwahnya akan gentayangan. Hal ini yang menyebabkan anak takut untuk keluar rumah ketika ada orang yang meninggal.

Solusi yang dapat dilakukan adalah sebagai orang tua kita harus pandai-pandai dalam memilihkan cerita yang positif pada anak-anak. Jangan memberikan cerita atau mendongeng tentang hal-hal yang takhayul pada anak-anak, karena dapat meracuni pikiran dan mental anak-anak yang masih polos. Selain itu orang tua juga harus hati-hati dalam memilih tayangan atau bacaan yang sesuai dengan tingkat berpikir anak. Karena anak yang masih polos dan lugu nampu menerima apa saja yang mereka lihat dan baca.

Baca juga : Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti?

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Bagaimana Menyikapinya

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti? Anak sifat dasarnya ingin selalu diistimewakan, namun anak yang selalu ingin menang sendiri dan ingin untuk keinginannya selalu diturui. Bahkan ketika ia sudah dibelikan mainan sama rata dengan adiknya, ia malah menginginkan mainan adiknya juga. Bahkan ia mengancam ingin dibelikan yang baru lagi, jika tidak ia akan mengangis terus. Karna takut sikapnya terus-terusan seperti ini akan menjadi manja dan menjadi anak yang tidak baik. Terpaksa saya harus memarahi dan memukulnya.

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti?

Apakah Setiap Kemauan Anak Boleh Dituruti

Bagaimana cara mendidik anak yang benar saat ia tidak menuruti perintah orang tua?

Ada banyak hal yang menyebabkan anak bertengkar dengan adiknya terutama pasal mainan ataupun barang yang dimiliki saudaranya. Hal yang harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu yaitu, apakah usia kakak dan adik berjarak tidak jauh dan biasanya yang sering bertengkar adalah kakak beradik yang berjenis kelamin sama.

Anak yang jarak usianya tidak jauh, misalnya hanya berjarak 1 tahun memang dengan jarak usia yang sangat dekat ini yang sering kali menyebabkan pertengkaran terhadap kakak beradik yang berjenis kelamin sama karena besarnya hampir sama membuat sang adik merasa tidak takut terhadap kakaknya dan sang kakak memandang adiknya sebagai lawan atau saingan bukan sebagai adik yang harus disayangi dan dilindunginya. Maka dari itu saat merencanakan kehamilan kedua seharusnya ayah dan bunda harus mempersiapkan dan memikirkannya matang-matang.

Lalu bagaiman dengan sikap ibu yang memberikan pelajaran dengan memarahi dan memukulnya. Memukul diibaratkan sebagai hukuman bagi anak, hukuman dalam ilmu pendidikan merupakan cara mendidik terakhir, jika cara-cara baik sudah dilakukan dan tidak berhasil maka cara ini boleh diterapkan.

Sebelum bunda menghukum anak atas kesalahannya, sebaiknya ayah dan bunda mengetahui syarat-syarat hukuman yang baik sebagai berikut :

  1. Adil yaitu menghukum sesuai dengan bobot kesalahannya.
  2. Cepat dilaksanakan jangan ditunda.
  3. Sesuai dengan keadaan anak, jika anak yang berhati lembut contohnya anak perempuan cukup dengan menggunakan kata-kata atau hukuman yang sederhana.
  4. Disadarkan kesalahannya dan dibarengi nasihat.
  5. Hukuman harus dapat dirasakan atau diderita, misalnya hukuman yang tidak mempan yaitu menghukum anak untuk tidak berpergian, padahal sang anak memang suka di dalam rumah.
  6. Jangan mengembangkan hukuman fisik.
  7. Setelah anak dihukum, orang tua memaafkan dengan bentuk perbuatan.

Sebaiknya juga bunda mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan pendidikan dan ilmu jiwa anak. Dengan bunda mempelajari dan memahami pengetahuan pendidikan maka bunda akan menguasai prinsip dan teknik mendidik, sedangkan memahami ilmu jiwa anak maka bunda akan memahami fase-fase perkembangan anak. Diharapkan dengan bunda mempelajari dan memahami ilmu tersebut bunda dapat dengan tepat memiliki cara untuk menilai tindakan anak dan memberikan hukuman yang tepat.

Baca juga : anak suka berebut mainan

Manfaat Stroller Bayi dan Tips Memilih Stroller yang Aman Untuk Bayi

Manfaat Stroller Bayi – Gaya hidup ibu jaman sekarang memang sudah sangat mengikuti tren, memang tidak diherankan lagi karena produk-produk yang diciptakan di jaman modern ini sudah semakin berkembang dan semakin membantu meringankan kegiatan para orang tua. Salah satunya adalah dengan hadirnya stroller bayi atau kereta dorong bayi yang kini sudah banyak ditemui di berbagai tempat perlengkapan anak. Stroller sangat membantu meringankan beban orang tua dalam menggendong. Dengan hadirnya stroller bunda dapat terus berdekatan dengan bayi namun tidak harus capek dengan selalu menggendong, bunda atau ayah dapat membawa bayi jalan-jalan hanya dengan mendorongnya dan bayi tidur nyaman didalam strollernya.

Beberapa Manfaat Stroller Bayi

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari penggunaan stroller diantaranya yaitu :

  1. Bisa dimanfaatkan sebagai tempat tidur sementara yang cukup nyaman untuk bayi saat dalam kondisi lelah dan mengantuk selama bepergian.
  2. Dapat menambah ruang aktivitas orang tua.
  3. Kereta dorong bisa dimanfaatkan sebagai troli pengangkut pernak-pernik kebutuhan si kecil yang perlu dibawa selama bepergian. Jika si kecil tidak mau berlama-lama di stroller.
  4. Secara fisik si kecil tetap berada berdekatan dengan kita, sehingga ia tetap merasakan kehadiran kita.
  5. Saat berada di rumah, bunda bisa memanfaatkan stroller sebagai tempat duduknya. Bahkan, beberapa model stroller dilengkapi mainan warna-warni yang bertekstur dan berbunyi, juga fasilitas buaian untuk menidurkan bayi dengan gerakan mengayun-ayun.
  6. Kereta dorong dapat difungsikan sebagai boks sementara, ketika kita harus melakukan sesuatu yang mendesak dan tak ada orang dewasa lain yang bisa dimintai tolong menjaganya
  7. Saat bayi sudah bisa duduk dalam stroller-nya, ia akan sangat senang dan menikmati acara jalan-jalan berkeliling sambil melihat-lihat keadaan sekeliling.
  8. Stroller juga bisa difungsikan sebagai kursi makanannya. Bunda juga dapat menyupainya sambil mengajaknya berkeliling.

Namun sering juga timbul kekhawatiran orang tua tentang seringnya penggunaan stroller apakah akan mempengaruhi kesehatan punggung bayi?

Yang harus perlu bunda ketahui lebih dulu yaitu stroller atau kereta dorong memiliki jenis yang berbeda-beda. Saat membeli bunda harus tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki stroller terebut. Pilihlah stroller yang sesuai mulai dari ukuran, bentuk, berat, bahan dan fasilitas yang terdapat di dalamnya. Sehingga kekhawatiran bunda mengenai penggunaan stroller yang akan mempengaruhi kesehatan punggung anak, tidak akan terjadi dan juga tidak membiarkan si kecil seharian berada di stroller. Lebih baik juga bunda tetap memberikan kesempatan untuk menggendong kecil agar si kecil dapat merasakan kehangatan saat berada didekapan ibu serta mengajaknya berbaring di matras dan bermain bersama agar anak mempunyai banyak aktivitas untuk bergerak.

Tips Memilih Stroller yang Aman Untuk Bayi

manfaat stroller bayi

Penggunaan stroller dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun yang terpenting saat memilih stroller adalah mengutamakan keamanan. Pilihlah stroller yang dirancang untuk keamanan dan kenyamanan bayi. Ciri umum stroller yang aman yaitu memiliki tiga atau lima tali harness, kami sarankan bunda untuk memilih stroller yang memiliki lima tali harness untuk keamanan anak bunda.

Hindari memilih stroller yang banyak memiliki material plastik, terutama pada bagian roda. Alasannya karena material plastik akan membuat stroller cepat rusak. Pilihlah stroller yang menggunakan material besi atau stainless yang dapat tahan lama dalam penggunaanya dan kuat menahan beban berat badan bayi. Kami sarankan untuk memilih Stroller Pliko Milano untuk stroller yang aman dan nyaman untuk bayi.

Apabila bunda sudah memilih stroller sesuai dengan kebutuhan dan keamanan. Jangan lupa untuk memperhatikan penggunakan stroller dan posisi anak ketika menggunakan stroller. Buatlah anak merasa senyaman mungkin di dalam agar tidak membuatnya kesakitan..

Dengan demikian menggunakan stroller tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi untuk tetap nyaman ketika bunda ajak berjalan-jalan akan tetapi juga bagi bunda saat merasakan kedekatan dengan si kecil namun tidak terlalu lelah karena berkurang beban saat menggendong. Dengan cara mendorong stroller yang benar bayi pun akan merasa nyaman, serta kekhawatiran bunda terhadap kesehatan bayi menjadi berkurang dengan adanya tips diatas. Semoga dapat bermanfaat.

Anak Suka Rebutan Mainan Walaupun Sudah Memiliki Mainanan Masing-masing

Anak Suka Rebutan Mainan – Anak kecil memang cenderung lebih suka memiliki mainan milik orang lain ataupun saudaranya walaupun ia sudah memiliki mainan sendiri atau bahkan jika jarang umur mereka sama, sering kali dibelikan mainan yang sama. Namun tetap saja ia akan berusaha merebut mainan yang dimiliki saudaranya. Bahkan pada suatu kasus mainan yang menjadi rebutan anak-anak adalah hanya sebuah kayu kecil yang sang kakak gunakan untuk bermain bersama kucingnya.

Tentu saja kita sebagai orang tua jika dihadapkan dengan sikap anak-anak yang seperti ini maka akan kebingungan harus bagaimana menghadapinya. Kita akan mengusahasakan untuk mencarikan pengganti barang tersebut yang sejenis sebagai gantinya, namun tetap saja sang adik tidak mau. Hingga akhirnya dibiarkan saja sikap mereka yang seperti itu, tetapi ketika mereka berebutan sampai menjurus ke arah saling memukul, barulah orang tua mencoba melerainya.

Yang biasanya berujung pada yang menang akan membawa lari barang tersebut dan yang kalah menangis. Kemudian orang tua mencoba membujuk sang adik agar mau menerima barang lain yang sejenis atau mencoba mengalihkan perhatiannya ke masalah lain.

Tahukan Bunda, sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Jika dibimbing dengan cara yang benar maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak kelak. Karena kehidupan sesungguhnya memang penuh dengan persaingan, persaingan yang manusiawi. Bersaing berarti “berani hidup”, “berani bersaing”. Seperti pada kasus diatas anak mulai belajar persaingan didalam keluarga dan sekolah. Seperi halnya di sekolah anak belajar bersaing untuk mendapatkan peringkat dan prestasi terbaik.

Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Karena semua hal yang baik berasal dari didikan yang baik pula, kasus diatas mencontohkan meskipun terkesannya berebut mainan itu hal yang negatif namun jika orang tua memberikan bimbingan agar persaingan dan perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang sehat, maka akan bermanfaat bagi anak dalam bersikap untuk menghadapi persaingan kelak.

Langkah yang baik dalam menyikapi sikap anak yang suka rebutan mainan yaitu:

Menerima dengan wajar, karena jika juga dulu pernah seperti itu. Namun jika perbuatan anak telah melampaui batas dan melanggar norma-norma kesusilaan atau kesopanan maka ayah atau bunda boleh bersikap melarang. Sikap anak harus dirubah sesuai dengan kemauan kita. Dapat dilakukannya dengan berbagai cara yaitu menasehati, memberikan hukuman atau memberikan hadiah serta memberikan kesibukan/tugas yang dapat ia kerjakan.

Baca juga : cara mengatasi anak suka berbohong

 

Anak Suka Berbohong Bagaimana Cara Menghilangkan Kebiasaannya?

Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Berbohong – Anak kecil cenderung memiliki sifat polos dan cendurung selalu jujur, namun bagaimana jika anak suka berbohong yang lebih parah jika sudah menjadi kebiasaan. Ada dua jenis bohong yang biasa dilakukan oleh anak-anak.

Pertama, jenis bohong karena pengaruh fantasi. Karena adanya fantasi ini lah yang membuat anak sangat menyukai cerita dongeng. Namun yang tidak disangka-sangka, karena pengaruh fantasi tersebut anak dapat secara tidak sengaja menambahkan bumbu-bumbu kebohongan dalam ceritanya.

Kedua, adalah bohong sungguhan, bohong jenis ini lah yang harus para orang tua khawatirkan. Karena kebohongan ini dilakukan anak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Walaupun kebohongannya dilakukan oleh tingkatan anak-anak, jika dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan sampai dewasa. Tentu saja akan berdampak ke arah yang negatif.

Contoh kebohongan kecil yang disengaja oleh anak yaitu, anak meminta izin pada orang tuanya ingin belajar di rumah temannya, namun ternyata itu hanya alasannya agar dapat bermain di waktu malam di rumah temannya.

Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Suka Berbohong yaitu Kita Harus Tau Apa Saja yang Menjadi Penyebab Kebohongannya yaitu :

  • Berbohong karena diajari, baik oleh temannya atau oleh orang tuanya sendiri. Kok bisa orang tua sendiri yang mengajari anak berbohong? Namun nyatanya orang tua juga bisa dengan sengaja atau tidak telah mengajari anak untuk berbohong.
  • Berbohong karena meniru orang tua, seperti yang telah kita ketahui bahwa anak merupakan peniru yang baik. Tanpa sepengetahuan orang tuanya ternyata anak telah memperhatikan apa yang dilakukan orang tuanya, tidak terkecuali saat orang tua berbohong untuk mencapai maksudnya. Secara tidak sadar anak akan meniru untuk mencapai keinginannya.
  • Berbohong karena rasa takut jika jujur atau berterus terang maka ia akan dimarahi atau bahkan mendapatkan pukulan. Tentu saja hal ini ia lakukan untuk melindungi dirinya sendiri, agar terhindar dari sikap orang tua yang pemarah.
  • Bahkan ada kebohongan yang berawal dari sikap terlalu memanjakan anak. Karena terlalu dimanjakan biasanya anak akan menjadi malas. Misalnya anak belum mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) karena malah, kemudian tidak jarang anak akan berbohong bahwa sudah mengerjakannya agar menutupi kemalasannya.
  • Karena kebiasaan orang tua yang selalu menanyakan hal yang negatif terhadap anak, contohnya saat rumah berantakan yang ditanyakan adalah piring berantakan, lantai kotor. Sedangkan saat rumah dalam keadaan rapih, orang tua tidak menanyakan ataupun memberikan pujian. Oleh karena itu, anak akan berpendapat lebih baik berbohong dari pada ditanyakan hal-hal yang negatif.

Sebagai orang tua setelah kita mengetahui beberapa penyebab anak suka berbohong, sebaiknya kita jangan langsung memarahi ataupun menghakimi anak. Berilah saran dan nasihat yang baik kepada anak agar anak mengerti dan tidak akan mengulangi perbuatan berbohong lagi.

Berilah contoh yang baik, jangan berbohong didepan anak walaupun berbohong untuk suatu kebaikan. Jika anak berterus terang tentang kesalahannya jangan dimarahi dan berikan perngertian bahwa berbohong merupakan tindakan tercela dan berakibat dosa. Maka anak akan takut dan tidak mau mengulanginya lagi.

Baca juga : 4 dasar pendidikan bagi anak

 

Cara Mudah Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Usia Dini

Cara Mudah Meningkatkan Kecerdasan Anak – Masing-masing anak memang mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Setiap orang tua tentu saja menginginkan dikaruniai anak yang mempunyai kecerdasan tinggi, namun hal itu tidak belum tentu sesuai dengan kenyataan. Saat keinginannya tidak sesuai dengan kenyataan banyak orang tua yang menjadi putus asa, sedih, bingung ataupun panik.

Kemudian banyak orang tua yang menanyakan apakah kecerdasan anak dapat ditingkatkan? Bagaimana caranya?

Dulu orang mengira bahwa kecerdasan anak adalah bawaan dari lahir dan tidak dapat diubah-ubah. Anggapan itu mempunyai arti bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi terhadap kecerdasan anak. Namun para psikologi dan para ahli pendidikan menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Dari hasil penelitian ternyata kecerdasan anak dapat ditingkatkan yaitu pada umur 4 tahun pertama dan yang teristimewa yaitu pada tahun pertama. Karena pada tahun pertama itulah waktu yang paling tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak. Pada laboratium pendidikan di Washington D.C. pernah dilakukan sebuah penelitian terhadap dua kelompok anak dan rata-rata umur mereka masih 15bulan.

Pada kelompok pertama yaitu setiap hari diajak bermain dan berbicara, sedangkan pada kelompok kedua tidak dilakukan ajakan bermain dan berbicara. Ternyata setelah 21 bulan terdapat hasil yang mengejutkan, rata-rata IQ pada kelompok pertama 17 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata IQ pada kelompok kedua.

Dilakukan juga percobaan semacam ini pada anak yang rata-rata berumur 3 atau 4 tahun dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama setiap hari secara intensif diberikan pelajaran bahasa, sedangkan kelompok kedua seperti biasa tidak diberikan. Setelah 4 bulan, ternyata hasilnya rata-rata IQ kelompok pertama 14 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kedua.

Serta menurut Benjamin S. Bloom, dalam bukunya Stability and Change in Human Characteristic yaitu pertumbuhan kecerdasan terjadi pada waktu anak berusia 1 tahun. Kemudian pada usia 4 tahun, anak telah memiliki kecerdasan 50% dari kecerdasan yang akan dimilikinya.

Bloom juga mengajukan tiga macam usaha untuk meningkatkan kecerdasan anak seperti berikut :

  1. Memberikan rangsangan untuk berpikir

Rangsangan dari luar akan membentuk pola pikir anak, jika pola pikir anak terbentuk dengan baik maka akan memperlancar cara berpikir anak. Lakukan rangsangan seperti, memberikan mainan yang berwarna menyala, yang bergerak-gerak sehingga anak dapat mengikuti pergerakan mainan tersebut dan memberikan bunyi-bunyian yang dipindah-pindahkan untuk melatih pendengaran anak.

2. Memberikan persiapan kecakapan membaca

Anak umur 3 atau 4 tahun memang belum bisa diajari membaca namun mereka sudah dapat diajari dengan persiapan membaca. Dengan memberikan pelajaran dengan cara membacakannya cerita atau mengenalkannya dengan nama-nama huruf.

3. Mengajarkan bahasa

Perkembangan membaca akan berjalan sesuai dengan perkembangan pikir anak. Anak yang perkembangan atau penguasaan bahasa yang cepat sudah dapat dipastikan adalah anak yang tergolong cerdas. Dalam perkembangan pola pikir yang tidak kalah penting adalah mengajarkan bahasa. Perlu diingat juga ketika mengajarkan bahasa pada anak haruslah menggunakan bahasa yang betul dan jelas. Jangan kita ikut menggunakan basaha anak seperti “kita andi yuk” yang maksudnya adalah “kita mandi yuk”. Karena cara seperti itu akan membuat mnghambat perkembangan bahasa.

Baca juga : meningkatkan bakat dan minat anak

4 Dasar Pendidikan Bagi Anak Yang Harus Dikembangkan

4 Dasar Pendidikan Bagi Anak – Pada dasarnya pendidikan meliputi 4 hal yaitu pendidikan kecerdasan dan kepintaran, pendidikan kepribadian, pendidikan keterampilan dan pendidikan kesehatan.

4 dasar pendidikan

Berikut Ini Adalah 4 Dasar Pendidikan Yang Harus Dikembangkan :

1. Pendidikan kecerdasan atau kepintaran

Cerdas yang dimaksud adalah cakap dalam mengatasi masalah atau kesulitan-kesulitan dan juga pintar yaitu dapat mengusai pengetahuan. Bunda dan ayah dapat mendidik dengan hal ini sejak anak mulai dapat mereaksi rangsangan.

2. Pendidikan kepribadian

Pendidikan kepribadian terdiri dari pendidikan kemauan, kata hati dan perasaan. Untuk pendidikan kemauan dapat dilatih dengan cara membiarkan anak berusaha sendiri dan jangan terlalu banyak atau terlalu sering memberikan pertolongan. Serta menanamkan cita-cita sesuai dengan profesi yang mereka sukai.

Pendidikan perasaan yaitu memberikan penghayatan terhadap perbuatan yang dapat menimbulkan perasan seperti contoh menanamkan rasa cinta kepada hewan dan tanaman. Serta menanamkan rasa mengagumi keindahan dengan memperkenalkannya dengan musik ataupun melihat pemandangan.

Pendidikan kata hati adalah pendidikan yang mengembangkan suatu kemampuan jiwa untuk menetapkan sesuatu harus dilakukan atau tidak. Hal ini dapat dibentuk dengan latihan dan juga penjelasan mengenai baik atau buruk.

3. Pendidikan keterampilan

Keterampilan tidak hanya berasal dari kreatif tangan, tapi juga merupakan keterampilan seluruh anggota tubuh misalnya terampil dalam berbicara, berjalan yang baik dan terampil dalam menampilkan diri serta masih banyak lagi. Tidak jarang anak menjadi canggung karena kurang diberi kesempatan untuk mencoba.

Contohnya ketika anak tidak dapat meraih sesuatu dari tempat yang lebih tinggi darinya sampai ia berjinjit-jinjit, tetapi kemudian bunda mengambil alih untuk mengambilkan barang tersebut. Dengan begitu anak tidak dapat belajar dan menjadi kecil hati karena ia tidak dapat berusaha sendiri.  Perlu diingat yang terpenting adalah kita sebagai orang tua harus memberikan contoh dan kesempatan anak untuk mencoba.

4. Pendidikan kesehatan

Pendidikan kesehatan mewakili 2 hal yaitu makanan sehat dan olahraga. Sejak kecil biasakan anak untuk mengkonsumsi makanan 4 sehat, 5 sempurna agar anak tidak mudah mengalami alergi.

Selanjutnya perkenalkan anak dengan berbagai macam cabang olahraga. Karena dengan berolahraga yang baik akan meningkatkan bermacam-macam kemampuan seperti kekuatan, koordinasi, daya tahan, kelincahan dan keseimbangan.

Baca juga : cara membentuk mental pada anak

Mengembangkan Bakat Anak dan Membangkitkan Minat Anak

Mengembangkan Bakat Anak – Ahli ilmu jiwa anak dari Italia bernama Maria Montessori menulis adegan antara anak dan ibu. Seorang anak sedang mencoba mengisi air ke dalam ember dengan menggunakan kaleng kecil. Mengambil airnya pun dari tempat yang agak jauh sehingga untuk membuat embernya penuh harus menunggu lama.

Melihat hal tersebut, sang ibu tidak sabar dan segera membantu mengisi air dengan menggunakan ember lain sehingga dengan sekali tuang saja air sudah penuh. Sang ibu mengira dengan begitu anaknya pasti senang, tapi justru sang anak malah menangis dengan kencang dan meminta ibunya supaya ember dituang kembali.

Dari adegan diatas dapat dilihat bahwa sebenarnya sang anak tidak hanya menginginkan embernya penuh, tetapi ia menginginkan embernya penuh dengan usahanya sendiri. Sama seperti kehidupan sehari-hari yang ada di sekitar kita, orang tua suka tidak sabar dan kurang teliti sehingga sering kali mengambil alih kesulitan yang dialami anak.

Tahukah bunda, bahwa hal ini tidak disukai oleh sang anak. Karena yang dirasakan oleh sang anak adalah sebuah penghinaan. Dengan mengambil alih kesulitan anak tentu tidak akan mengembangkan pikiran maupun jasmani sang anak.

Untuk mengenali minat anak dalam tradisi biasanya anak akan diberikan beberapa mainan dan berbagai pelaratan yang mewakili sebagai profesi dan membiarkan sang anak yang mengambil sendiri yang menjadi pilihannya. Ternyata hal itu juga terdapat dalam pepatah pendidikan seperti berikut : “Pekerjaan yang dilakukan seseorang ketika dewasa adalah yang dimainkannya waktu kecil”.

Namun pepatah ini tidak sepenuhnya benar, akan tetapi apa yang dimainkan seseorang ketika masih kecil menjadi peran penting ketika kelak dewasa. Seperti contoh : Anak ketika masih kecil suka bermain dan menjadi pemimpin bagi teman-temannya, ketika dewasa tidak heran bahwa ia akan menjadi pemimpin pula. Contoh lainnya yaitu anak yang suka mengutak-atik mesin mobil mainannya bisa jadi kelak dewasa akan menjadi ahli permesinan.

Ini terbukti bahwa pada dasarnya seseorang akan senang melakukan pekerjaan yang menjadi minatnya. Ketika dewasa mereka akan memikirkan harus mencari makan, sehingga minat yang mereka miliki dilakukan untuk menghasilkan uang. Pekerjaan yang dilakukan sesuai minat maka dapat berkembang dengan baik dan mencapai prestasi yang tinggi karena didasari kegemaran.

Apakah minat bawaan dari lahir atau merupakan bakat?

Agar lebih mudah memahaminya simak contoh berikut ini. Seorang anak yang baru saja bisa mengendarai sepeda kemudian dibalap oleh temannya yang lebih dulu bisa mengendarai sepeda. Timbullah rasa kesal dan jengkel karena kejadian tersebut, kemudian anak itu berlatih terus menerus dan sungguh-sungguh.

Sampai akhirnya ia bisa membalap dan mendahului temannya itu. Dari kejadian tersebut ia bertekad dan bercita-cita sebagai pembalap motor jika sudah besar nanti. Tentu saja cita-cita tersebut akan terwujud jika ia memiliki kecermatan, kelincahan, serta mental yang kuat. Beberapa hal tersebut dapat digolongkan sebagai bawaan sejak lahir sedangkan niat dan dorongan atau rangsangan dari luar adalah minat yang ditimbulkan.

Jadi cara untuk menimbulkan minat anak yaitu : Memberikan rangsangan, Memberikan pujian dan dorongan. Setelah minat anak mulai timbul maka orang tua harus mendukungnya dengan fasilitas yang diperlukannya. Namun perlu diingat ya bunda, bahwa sebaiknya minat harus sesuai dengan kemampuan atau bakat sang anak.

Zaman sekarang mudah sekali para orang tua untuk mengetahui minat dan bakat sang anak. Cukup dengan mengikut sertakan anak untuk tes IQ. Karena jika minat dan bakat tidak seimbang maka anak akan menjadi stres. Setelah Ayah dan Bunda mengetahui apa yang menjadi minat dan bakat sang anak, berikanlah mereka rangsangan dan dorongan yang tepat.

Baca juga : mengatasi anak lambat berpikir

Anak Lambat Berpikir dan Lambat Dalam Belajar, Bagaimana Mengatasinya?

Anak Lambat Berpikir – Anak yang berpikir lambat biasanya hanya dapat menangkap pelajaran sedikit-sedikit. Saat mengikuti pelajaran di dalam kelas mukanya akan terlihat kosong atau bahkan bengong, ia juga akan kesulitan dan tidak dapat mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Anak yang lambat dalam belajar atau berpikir adalah anak yang memiliki kecerdasan dibawah rata-rata yaitu yang memiliki IQ antara 70 sampai 90.

Namun anak yang lambat belajar lebih mengarah ke tingkah laku atau anak yang lambat dalam menguasai sesuatu baik dalam kelas maupun dalam rumah. Tapi hal ini tidak berlaku pada anak yang daya pikirnya lambat.

Lalu Bagaimana Nasib Anak Lambat Berpikir dan Lambat Belajar??

Anak menjadi pemikiran klasik pemerintah

Sistem yang terdapat di sekolah yaitu bahwa sekelompok orang dapat mengikuti pelajaran yang sama dalam waktu yang sama dan dari guru yang sama pula. Pemerintah menganggap anak-anak mempunyai kederdasan dan minat yang sama. Padahal itu belum tentu benar, karena jika diadakan tes kecerdasan atau tes IQ  akan terlihat tingkatan kecerdasan anak tersebut bermacam-macam.

Mulai dari yang paling cerdas yaitu dengan nilai IQ 145 dan yang paling rendah dengan nilai IQ 60. Jika ingin sukses, seorang guru harusnya mengajarkan masing-masing anak muridnya dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Namun hal ini mustahil dilakukan, kecuali dalam satu kelas hanya terdapat 10 atau 15 anak saja.

Tapi apakah ada cara untuk mengatasinya??

Tentu sang guru akan mengambil sikap dan cara mengajar yang ditengah-tengah, yaitu mengajar dengan kecerdasan rata-rata yaitu nilai IQ sekitar 100. Dengan begitu diharapkan anak-anak yang mempunyai daya pikir lambat dapat mengikuti pelajaran sama dengan anak yang mempunyai daya pikir cepat.

Baca juga : apakah anak bungsu lebih bodoh?

Anak perlu perhatian khusus

Anak yang berpikir lambat maupun yang berpikir cepat sama-sama memerlukan perhatian khusus dalam belajar. Untuk anak yang berpikir lambat biasanya diberikan perhatian khusus dengan memberikan les tambahan diluar jam sekolah dan untuk anak yang berpikir cerdas diberikan perhatian khusus dengan memberikan tugas tambahan.

Namun perlu diingat bunda untuk memilih kelas privat yang tepat untuk anak. Untuk anak yang berpikir lambat diperlukan les privat yang baik yaitu yang dapat membangun kepribadian anak, terutama dapat membesarkan hati anak sehingga menumbuhkan semangatnya serta dijelaskan pengertian apa saja yang harus dikuasai dengan berbagai macam alat peraga dan sebagainya. Walaupun anak berpikir lambat, namun jika dibarengi dengan semangat maka akan mampu menguasai pelajaran juga. Banyak orang sukses karena berkat ketekunan dan giat belajar yang luas biasa.

Berikut ini juga adalah cara-cara mengatasi anak lambat berpikir :

  1. Biarkan anak belajar sedikit tetapi berhasil jadi lebih baik daripada belajar banyak tetapi tidak berhasil.
  2. Dalam pelajaran berhitung, berikan perhatian pada arti dan hubungan pengertian.
  3. Gunakan alat-alat peraga yang konkret seperti gambar-gambar, contoh-contoh, tiruan dan sebagainya.
  4. Gunakan cara-cara yang kreatif seperti bermain dan drama dalam memberikan pelajaran.
  5. Yang terpenting bagi anak yaitu sikap orang tua yang menerimanya apa adanya. Jangan pernah memaki atau mengecapnya bodoh.
  6. Tugas-tugas yang diberikan singkat dan jelas.
  7. Berilah ulangan yang banyak dan sistematis dengan cara latihan. Gunakan juga alat-alat audio-visual karena sangat menolong ingatannya.
  8. Bangkitkan kemampuan belajar dan semangatnya dengan pujian dan pengertian.
  9. Perhatikan perkembangan sosialnya.
  10. Carikan teman yang dapat diajak belajar bersama.
  11. Cari tahu dan kembangkan bakat-bakat khususnya.
  12. Perhatikan kesehatannya dengan memberikan makanan sehat dan berolahraga.

Cara Menasehati Anak Secara Efektif dan Tidak Dengan Paksaan

Cara Menasehati Anak – Ayah memanggil sang kakak, “Kak, sini deh kaka lihat ini.” Dengan muka tegang dan ragu-ragu sang kakak pun datang. “Tadi Ibu bilang…”. Sang kakak langsung memotong pembicaraan, “Bukan aku Yah, bukan aku yang melakukannya, itu Adik yang melakukannya”. Lalu Ayah melanjutkan perkataannya, “Dengar dulu kak..tadi Ibu bilang ke Ayah kalau tanaman Ibu rusak karna Kakak dan Adik bermain dekat dengan tanaman Ibu, apa itu benar?”. Lalu kakak menjawab “Beneran bukan aku Yah, tadi Adik yang menendang bolanya terlalu keras”.

Dilihat dari percakapan antara anak dan ayah diatas, bahwa sang ayah hanya ingin menasehati namun si kakak sudah sangat ketakutan padahal sang ayah belum selesai berbicara tapi si kakak sudah memotong dan menyalahkan adiknya.

Oleh Karena Itu Diperlukan Cara Menasehati Anak Secara Efektif :

☆ Tidak dengan paksaan

Pada dasarnya anak tidak senang dengan sikap paksaan. Sama seperti orang dewasa, anak juga mempunyai harga diri. Dari  percakapan diatas dari sikap sang ayah yang memanggil sang kakak begitu saja terlihat bahwa terdapat paksaan kepada sang anak yang tidak tahu apa-apa dan menimbulkan ketegangan pada diri anak.

Maka dari itu anak menyiapkan diri untuk mempertahankan dirinya dan apapun yang dikatakan oleh ayahnya ditanggapi dengan sikap curiga. Reaksi yang ditimbulkan yaitu sikap defensif atau siap dengan beberapa tangkisan atau alasan. Pada akhirnya nasihat orang tua tidak akan menemui sasaran atau berhasil.

☆ Menasihati dalam situasi yang baik

Berbeda dengan contoh percakapan diatas yang lebih bersifat formal. Dengan menasihati dalam situasi yang baik atau lebih bersifat informal tidak ada rasa tertekan ataupun rasa tersinggung kepribadiannya. Justru akan menimbulkan sikap persahabatan antara ayah dan anak. Situasi ini sangat tepat dimanfaatkan untuk memberikan nasihat kepada anak.

Karena situasi ini lebih santai dan tidak ada tekanan atau paksaan, anak akan rela dan mau menerima nasihat yang diberikan. Cara ini dirasa lebih efektif dan dapat mencapai sasaran. Dapat dipraktikan pada saat selesai makan bersama, biasanya saat makan bersama suasananya lebih kondusif atau juga pada saat kumpul di ruang keluarga.

Suasana ini dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan nasihat secara langsung maupun tidak langsung.

Contoh nasihat secara tidak langsung ayah atau bunda dapat menyampaikannya melalui buku cerita, fabel dan dongeng yang terdapat nasihat yang baik didalamnya ataupun nasihat yang berkaitan dengan apa yang sudah ia lakukan hari ini.

Baca juga : cara melatih kedewasaan anak