Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi

macam macam vaksinasi

Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi

Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi – Bayi yang baru lahir memang telah memiliki antibodi yang berasal dari sang ibu sejak dia masih dalam kandungan.

Hanya saja, antibodi atau kekebalan ini hanya dapat bertahan dalam hitungan minggu atau bulan. Setelah itu, bayi akan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.

Bayi perlu membangun dan memproduksi antibodinya sendiri, dan Anda bisa mewujudkannya dengan pemberian ASI eksklusif.

Selain melalui pemberian ASI, tindakan lain yang dapat membantu menambah daya tahan tubuh bayi adalah dengan imunisasi.

Imunisasi merupakan program pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin.

Vaksin ini berisi jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan untuk merangsang pembentukan sistem imun dan antibodi di dalam tubuh.

Antibodi inilah yang nantinya akan melindungi tubuh dari serangan bakteri atau virus tersebut di kemudian hari.

Macam macam imunisasi

Setidaknya, ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Yaitu:

  • Vaksin BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis, infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.
  • Vaksin Hepatitis B, guna melindungi tubuh dari virus hepatitis B yang bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati.
  • Vaksin Polio, untuk melindungi tubuh dari serangan virus polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
  • Vaksin DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis), vaksin ini untuk mencegah tiga penyakit, yaitu difteri (Infeksi saluran pernapasan), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan/batuk dalam waktu yang lama).
  • Vaksin Campak, untuk melindungi bayi dari penyakit campak.

Vaksin-vaksin tersebut diberikan pada bayi dengan cara yang beragam, bisa dimasukkan (diteteskan) ke dalam mulut, disuntikkan, atau dengan cara disemprotkan. Untuk selanjutnya, diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh bayi dapat terbentuk dengan baik.

macam macam vaksinasiPemberian vaksin dan pemberian ASI yang sama-sama bisa menghasilkan antibodi bagi tubuh bayi, seringkali menimbulkan pertanyaan, “Bolehkah memberikan ASI pada bayi yang divaksinasi?” Atau “Berapa lama jarak antara pemberian ASI dengan pemberian vaksin?”

Selama ini, para dokter tidak mengizinkan ibu untuk menyusui anaknya ketika vaksinasi karena ditakutkan bayi akan tersedak.

Namun, pada tahun 2015, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan agar para ibu menyusui bersedia memberikan ASI-nya selama atau sesaat sebelum sesi vaksinasi.

Pemberian ASI Mampu Menghilangkan Rasa Sakit dan Trauma

Seperti yang kita ketahui, pemberian ASI eksklusif pada bayi tidak hanya sekadar proses pemberian makanan, melainkan juga untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan pada bayi.

Saat bayi diimunisasi, utamanya imunisasi suntik, tentu bayi akan mengalami kesakitan. Dan, dengan pemberian ASI ketika imunisasi, endorfin yang terkandung dalam ASI bisa bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit.

Cara ini telah terbukti mampu mengurangi rasa sakit dan tangis bayi. Cara ini dianggap lebih efektif dibandingkan cara-cara sebelumnya, seperti memberikan air, larutan manis, atau ASI perah pada bayi.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang diberi ASI hanya menangis antara 14 detik hingga 2 menit. Berbeda dengan bayi yang tidak diberi ASI, mereka cenderung menangis antara 35 detik hingga hampir 3 menit setelah vaksin disuntikkan.

Dekapan ibu yang menyusui, serta kontak langsung (kulit-ke-kulit) antara bayi dan ibu, telah terbukti mampu mengalihkan perhatian bayi dari jarum suntik, serta menenangkannya dari tangisan dan trauma.

Sedangkan untuk pemberian vaksin polio, ibu menyusui dapat memberikan ASI segera setelah bayi diimunisasi polio oral. Dengan syarat, umur bayi telah lebih dari 1 minggu.

Sedangkan bagi bayi yang belum genap berumur satu minggu, dikhawatirkan kolostrum (ASI pertama) yang kaya akan antibodi dengan titer tinggi akan mengikat vaksin polio oral.

Demikian tadi sedikit ulasan mengenai pemberian ASI saat Imunisasi. Semoga bisa menambah wawasan dan membuat Ibu lebih tenang menghadapi masa imunisi Bayinya.

Demikian Macam Macam Imunisasi Untuk Bayi.

Share this post

Comment (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.